Ekses Kaburnya Tahanan, Atap Sel Polsek Peusangan Dicor

- Administrator

Selasa, 12 Februari 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIREUEN|METRO ACEH-Demi menjaga dan mewaspadai tindakan tahanan yang melarikan diri, seperti terjadi pertengahan Januari lalu, dengan menjebol atap seng. Kini, pihak Polsek Peusangan lebih waspada, serta melakukan pengamanan berlapis dengan mengecor beton pada bagian atap sel.

Seperti diketahui, tujuh tahanan kasus pencurian dan narkotika itu, enam dapat ditangkap tak berselang lama setelah kabur. Sedangkan Iswadi alias Baba Bin Hasyem, (35) Desa Jaromah, Kecamatan Kutablang hingga kini jadi buronan polisi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Iya benar, ada satu lagi tahanan atas nana Iswadi alias Baba, yang belum tertangkap. Kami masih terus mencari dia sampai dapat, ini perintah langsung dari Pak Kapolres Bireuen,” jelas Kapolsek Peusangan Iptu Salamuddin kepada Metro Aceh, Senin (11/2).

Didampingi Kanit Reskrim, Bripka Rudi Arianto, MAP dia menambahkan bahwa, Baba tersandung kasus pencurian dan berkasnya tahap pertama sudah siap, tinggal dilanjutkan tahap dua, namun telah keburu kabur.

“Untuk mencegah adanya tahanan kabur lagi, atap sel sudah kami rehap dan lagi dicor beton,” sebut Salamuddin seraya mengaku dari enam tersangka, dua diantaranya sudah dilimpah ke jaksa.

Mereka yakni Faisal alias Paicong Bin Marzuki (18), pelajar/mahasiswa, Desa Paloh, Kecamatan Peusangan, tahanan kasus sabu dan Dahrul Akbar bin Hasyim (18) pelajar/mahasiswa, Desa Jaromah, Kecamatan Kutablang, yang tersandung perkara pencurian.

Selain itu, masih proses pemberkasan oleh penyidik, yaitu Murdani Bin Alamsyah (60) tani dan juga Nasrudin Bin Ahmad (49) supir, Desa Cot Buket Peusangan, kasus sabu. Zahrul Fuadi Bin Ilyas Yusuf (18) dan M Nazar bin Ahmad (22) supir Desa Pante Baro Buket Panyang, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, perkara pencurian.

Dalam perkara narkotika jenis sabu, tersangka dapat dijerat Pasal 114 Jo 112 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

Sedangkan yang terlibat kasus pencurian termasuk Baba, saat tertangkap nanti dia tetap akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum. “Untuk pasal yang diterapkan yaitu pasal 363 KUHP,” terang Iptu Salamuddin. (Rahmat Hidayat)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BPMA-PT Aceh Energy Kembali Serahkan Bantuan Pasca Bencana
BNPB Verifikasi 26 Ribu Rumah Terdampak Bencana di Kabupaten Bireuen
BNPB Segera Bangun Jembatan Gantung Pante Lhong
Korban Banjir Tertangani Baik, Bantuan Logistik Lancar
Karang Taruna Kecam Oknum DPRK Bikin Gaduh
Penimbunan Bantuan Dipastikan Isu Hoax
Bupati Bireuen Serukan Larangan Perayaan Tahun Baru
Kadinkes Pimpin Pembersihan Puskesmas

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 17:55 WIB

BPMA-PT Aceh Energy Kembali Serahkan Bantuan Pasca Bencana

Jumat, 23 Januari 2026 - 00:37 WIB

BNPB Verifikasi 26 Ribu Rumah Terdampak Bencana di Kabupaten Bireuen

Selasa, 20 Januari 2026 - 21:24 WIB

BNPB Segera Bangun Jembatan Gantung Pante Lhong

Kamis, 15 Januari 2026 - 09:15 WIB

Korban Banjir Tertangani Baik, Bantuan Logistik Lancar

Rabu, 14 Januari 2026 - 16:59 WIB

Karang Taruna Kecam Oknum DPRK Bikin Gaduh

Berita Terbaru

NANGGROE

BPMA-PT Aceh Energy Kembali Serahkan Bantuan Pasca Bencana

Jumat, 23 Jan 2026 - 17:55 WIB

NANGGROE

BNPB Segera Bangun Jembatan Gantung Pante Lhong

Selasa, 20 Jan 2026 - 21:24 WIB

Kaum ibu-ibu Gampong Blang Panjoe, mempersiapkan makanan bagi pengungsi banjir.

NANGGROE

Korban Banjir Tertangani Baik, Bantuan Logistik Lancar

Kamis, 15 Jan 2026 - 09:15 WIB

Ketua Karang Taruna Kabupaten Bireuen, Musnawar SE

NANGGROE

Karang Taruna Kecam Oknum DPRK Bikin Gaduh

Rabu, 14 Jan 2026 - 16:59 WIB