BIREUEN|METRO ACEH-Untuk mendukung berbagai upaya pemulihan dampak bencana hidrometeorologi Ketua PMI Cabang Bireuen, Edi Obama menemui Bupati H Mukhlis ST di Pendopo, Kamis (5/2) malam.
Pantauan media ini, pertemuan silaturahmi yang dihadiri Ketua DPRK Bireuen, Juniadi SH dan Kadis Perkim, Ir Fadli Abdullah ST MT terlihat para tokoh itu membahas isu-isu perkembangan penanganan pasca bencana banjir, serta berbagai upaya pemulihan yang kini menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Bireuen.
Edi Obama juga menyampaikan bermacam harapan masyarakat, khususnya para korban dari berbagai pelosok desa yang terdampak, saat dikunjunginya selama dua bulan terakhir pasca bencana alam ini, ketika menyerahkan langsung bantuan pribadi maupun dari PMI Pusat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selaku tokoh pengusaha muda sukses, Edi Obama sempat mempertanyakan persoalan program hunian sementara (Huntara), serta Hunian Tetap (Huntap) bagi korban bencana yang sangat dibutuhkan, sehingga memberi harapan baru kepada masyarakat terdampak dan kehilangan rumahnya. Disamping upaya pemulihan lain yang akan dilaksanakan di wilayah ini.
“Kami mendukung penuh kebijakan Pemerintah Kabupaten Bireuen, dalam penanganan dan pemulihan pasca banjir, agar kehidupan masyarakat dapat kembali normal seperti sediakala,” ungkap Edi Obama.
Menanggapi hal ini Bupati Bireuen, H Mukhlis ST menyatakan berkomitmen melakukan yang terbaik bagi masyarakat. Dijelaskannya, berdasarkan keinginan para korban yang menginginkan hunian tetap, maka diproses langsung untuk pembangunan Huntap.
Selain itu, pertimbangan Huntara berada di lokasi yang relatif jauh dari pemukiman warga, maka dikhawatirkan menyulitkan korban untuk beraktifitas,”Kami ingin masyarakat kita yang terdampak, bisa mendapat hunian layak yang permanen, agar bisa segera ditempati,” jelas H Mukhlis ST.
Dia meminta dukungan semua pihak, karena seluruh tahapan pemulihan pasca bencana ini sudah dikoordinasikan dengan seluruh lembaga di pusat, terutama bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Aceh dan Sumatera, BNPB serta kementrian terkait.
Namun, karena ada mekanisme validasi data yang ditetapkan Pemerintah Pusat, maka kini tahapan pembangunan Huntap, masih terus berproses. Seluruh rangkaian tersebut, telah selesai dan hanya menunggu instruksi dari pusat untuk segera dibangun.
“Selain Huntap Mandiri yang berlokasi di lahan masing-masing dibangun oleh BNPB, juga ada Huntap terpusat yang dibangun oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman,” ujarnya.
H Mukhlis berharap, masyarakat dan korban banjir agar dapat bersabar, sehingga seluruh upaya penanganan dan pemulihan yang kini menjadi fokus serius pemerintah, terlaksana sesuai harapan kita bersama. (Bahrul)






