JAKARTA|METRO ACEH-Kemenangan telak H Muhammad Mardiono selaku Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), pada Muktamar X di Ancol Jakarta, mendapat apresiasi dan sangat disyukuri oleh pengurus wilayah dan pengurus cabang partai berlambang Ka’bah itu.
Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PPP Aceh Utara, Dr. Zainuddin Iba S.E., M.M saat ditemui awak media ini di Hotel Mercure Ancol, Minggu (28/9) menyambut gembira terpilihnya H Muhammad Mardiono sebagai Ketua Umum PPP masa bhakti 2025-2030.
Menurutnya, Mardiono merupakan sosok pemimpin yang memiliki komitmen kuat, dalam memajukan partai, bertanggungjawab dan selalu menunaikan janji yang telah disampaikan,”Alhamdulillah, pak Mardiono telah terpilih secara aklamasi sesuai aturan internal partai. Kami, memberi apresiasi tinggi dan mengucapkan selamat atas amanah yang diberikan pada Muktamar X ini,” ungkap Zainuddin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia mengaku, sebagai Plt Ketua Umum PPP sejak 2022 lalu, H Muhammad Mardiono selain dianggap sangat bertanggungjawab hingga selesainya pelaksanaan Muktamar X yang penuh dinamika, juga telah berdedikasi mempertahankan semangat para kader di seluruh tanah air. Sehingga, dari 23 DPC di Provinsi Aceh bersama DPW, dengan suara bulat dan solid mendukung penuh Mardiono, untuk memimpin PPP hingga lima tahun kedepan.
Zainuddin menuturkan, menjelang pemilu lalu Mardiono berjanji bagi setiap kabupaten/kota yang periode sebelumnya tidak memiliki kursi di parlemen, akan diberi Rp 100 juta apabila berhasil meraih satu kursi,”Meskipun PPP gagal ke Senayan, akibat belum mencapai Parlemen Thershold, tetapi beliau tetap menunaikan janjinya dan menyerahkan dana yang telah dijanjikan itu,” ujarnya.
Saat ditanyai terkait kericuhan Muktamar X, dia mengaku hal itu merupakan dinamika yang lumrah terjadi dalam suatu organisasi. Namun, dirinya menyayangkan settingan segelintir oknum yang ingin memperkeruh suasana, sehingga timbul persoalan serta tindak kekerasan yang menyebabkan jatuh korban yang terluka,”Kami menyesalkan para kader PPP yang bersikap tidak menghargai sesama, serta memaksakan kehendak dan mengabaikan hak muktamirin yang lain,” tegasnya.
Zainuddin berharap, seharusnya para tokoh PPP sejak awal merespon potensi konflik ini, sehingga Muktamar X dapat berlangsung aman, lancar dan tertib tanpa ada tindakan provokasi dari pengacau yang ingin merusak iklim demokrasi internal partai ini. (Bahrul)






