BIREUEN|METRO ACEH-Guna memastikan akurasi data korban bencana banjir yang di Kabupaten Bireuen, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kini fokus memverifikasi rumah terdampak musibah hidrometeorologi di wilayah ini.
Informasi yang diperoleh Metro Aceh menyebutkan, proses verifikasi ditargetkan selesai dalam 5 hari dengan melibatkan 200 verifikator yang sudah mendapat pelatihan sejak awal pekan ini. Sebanyak 26 ribu lebih rumah yang rusak ringan, sedang dan berat (rusak total) menjadi sasaran verifikasi, agar segera mendapat penanganan cepat BNPB bersama pemerintah pusat.
Plt Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen, Doli Mardian saat ditemui awak media ini, Kamis (22/1) sore menjelaskan, tim verifikasi sudah dua hari bekerja usai mengikuti Bimbingan Teknis pada Senin 19 Januari lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Insya Allah, setelah semua hasil verifikasi rumah rusak ringan, sedang rusak berat atau hilang sudah akurat dan valid, akan dilakukan uji publik di desa masing-masing. Lalu, akan diajukan ke BNPB untuk dibangun mulai awal Februari mendatang,” jelas Doli.
Disebutkannya, bagi setiap korban yang rumahnya rusak berat atau hilang, dibangun hunian tetap (Huntap) mandiri di lokasi lahan milik mereka oleh BNPB. Namun, hunian tetap terpusat ditangani Kementrian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Bireuen, Ir Fadli ST M.SM pada kesempatan terpisah menuturkan, pihaknya sudah mengirim data hunian tetap terpusat ke Kementerian PKP.
Sebanyak 48 unit huntap terpusat seluruhnya dibangun di Gampong Krueng Simpo, Kecamatan Juli yang berlokasi pada dua titik, yakni Dusun Bivak 31 unit dan Dusun Alue Keumiki 17 unit.
“Huntap Terpusat dibangun seperti komplek perumahan di satu titik, datanya sudah kami kirim semua ke Kementerian PKP dan akan segera ditindaklanjuti,” ujarnya. (Bahrul)






