Arah Positif Indonesia Menurunkan Defisit Neraca Perdagangan

- Administrator

Jumat, 3 Januari 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

oleh Franky Luhulima*

Sektor perdagangan Indonesia kembali mengalami defisit pada tahun 2019 dengan nilai sebesar US$3,1 Miliar. Hal ini merupakan tren buruk yang terjadi selama dua tahun berturut-turut, meskipun bukan yang terburuk karena tahun 2018 Indonesia mengalami defisit neraca perdagangan yang disebut-sebut sebagai defisit terdalam sepanjang sejarah yaitu dengan nilai US$ 8,7 Miliar. Pada periode 2018 tersebut, nilai ekspor Indonesia mencapai US$ 180,01 Miliar sedangkan nilai impor mencapai US$ 188,7 Miliar. Sementara itu pada tahun 2019 nilai ekspor Indonesia mencapai US$ 153,1 Miliar, sedangkan total impor mencapai US$ 156,2 Miliar. Meskipun mengalami penurunan nilai ekspor maupun impor, namun Pemerintah berhasil memperkecil selisih defisit neraca perdagangan dari US$ 8,7 Miliar pada tahun 2018 menjadi US$ 3,1 Miliar pada tahun 2019. Hal ini menandakan bahwa Pemerintah sudah bekerja maksimal untuk memperbaiki sektor perdagangan Indonesia.

Namun membicarakan mengenai defisit neraca perdagangan tidak bisa dilepaskan dari permasalahan melemahnya perekonomian global sebagai dampak perang dagang Amerika Serikat dengan Tiongkok. Perang dagang tersebut amat berpengaruh pada sisi ekspor Indonesia, dimana permintaan ekspor Indonesia dari negara mitra menjadi berkurang sedangkan impor tetap dilakukan Pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Selain faktor perang dagang, permasalahan lainnya yang menjadi penyebab masih terjadinya defisit neraca perdagangan menurut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto adalah besarnya impor Migas saat ini. Saat ini Indonesia masih harus mengimpor Migas dikarenakan produksi Migas domestik sudah tidak dapat memenuhi permintaan dalam negeri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk menyelesaikan permasalahan impor Migas yang mempengaruhi defisit neraca perdagangan, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Pemerintah akan mengambil sejumlah langkah penting kedepan yaitu meningkatkan lifting Migas, menjalankan program Biodiesel, dan membangun pabrik Petrokimia. Selain itu, pada tahun 2020 akan ada implementasi B30 atau Biodiesel 30% yang merupakan bahan bakar ramah lingkungan karena campuran dari 70% solar dan 30% FAME (Fatty Acid Methyl Ester) yang berasal dari kelapa sawit. Hal ini adalah salah satu upaya Pemerintah mengurangi kebutuhan BBM di masyarakat.

Pada tahun 2020 mendatang, Pemerintah juga berencana memproduksi B100 yaitu Bahan Bakar Nabati (BBN/biofuel) untuk aplikasi mesin/motor diesel berupa FAME yang dihasilkan dari bahan baku hayati dan biomassa lainnya yang diproses secara esterifikasi. Dengan memproduksi B100, Indonesia sepenuhnya menggunakan BBN dan tidak lagi menggunakan komponen dari minyak fosil. Selain berkontribusi terhadap pengurangan impor Migas, upaya ini juga sekaligus menjadi komitmen Indonesia menjaga ketahanan lingkungan dunia.

Adapun untuk mengurangi impor Petrokimia, pada tahun 2020 mendatang Indonesia akan menyelesaikan pembangunan Trans Pacific Petrochemical Indonesia (TPPI). Kilang TPPI merupakan salah satu kilang terbesar di Indonesia yang dapat menghasilkan produk aromatik dan juga penghasil BBM, premium, pertamax, elpiji, solar, dan kerosene. Presiden Jokowi dalam berbagai kesempatan menyampaikan bahwa jika kilang TPPI telah beroperasi secara penuh, maka potensi devisa yang dapat dihemat negara mencapai US$ 4,9 Miliar atau sekitar Rp56 Triliun.

Dalam kerangka menurunkan defisit neraca perdagangan tersebut, tidak hanya kebijakan Pemerintah yang memiliki peran penting, melainkan juga partisipasi masyarakat Indonesia. Hal ini seperti penggunaan kendaraan umum dibandingkan kendaraan pribadi yang berpotensi besar menghemat penggunaan BBM. Selain itu, masyarakat juga harus menyadari bahwa BBM jenis Premium adalah bahan bakar bersubsidi yang penggunaannya hanya ditujukan kepada kalangan tidak mampu, sehingga masyarakat kelas menengah Indonesia harus mulai secara sadar beralih menggunakan BBM jenis Pertamax atau Pertamax Plus. Dengan mulai melakukan langkah penghematan BBM serta beralih pada kendaraan umum, serta secara sadar tidak menggunakan BBM bersubsidi, masyarakat telah membantu mensukseskan program Pemerintah sekaligus menjaga kesejahteraan kita bersama.

*Penulis adalah pengamat perekonomian

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dirjenpas Menolak Fraud, Langkah Maju Untuk Reformasi Pemasyarakatan
Alpajuli Darat Kumandangkan Persatuan Indonesia
MTQ Aceh: Ajang Pengembangan Ekonomi Kreatif Masyarakat Simeulue
PERPUU NO. 2 TH 2022 CIPTA KERJA DAN UNJUK RASA BURUH 10-11 AGU 2023
Can Indonesia beat Argentine?
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Tangani Permasalahan Depo BBM Plumpang
Meski Berperan Penting, Kenali Risiko-risiko dari Keberadaan Depo BBM
Potential Sparing Partner for U-22 Indonesia’s National Soccer Team

Berita Terkait

Senin, 6 Mei 2024 - 16:21 WIB

Dirjenpas Menolak Fraud, Langkah Maju Untuk Reformasi Pemasyarakatan

Rabu, 24 Januari 2024 - 19:04 WIB

Alpajuli Darat Kumandangkan Persatuan Indonesia

Selasa, 28 November 2023 - 16:28 WIB

MTQ Aceh: Ajang Pengembangan Ekonomi Kreatif Masyarakat Simeulue

Senin, 14 Agustus 2023 - 14:30 WIB

PERPUU NO. 2 TH 2022 CIPTA KERJA DAN UNJUK RASA BURUH 10-11 AGU 2023

Sabtu, 17 Juni 2023 - 14:00 WIB

Can Indonesia beat Argentine?

Jumat, 31 Maret 2023 - 15:40 WIB

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Tangani Permasalahan Depo BBM Plumpang

Kamis, 30 Maret 2023 - 14:15 WIB

Meski Berperan Penting, Kenali Risiko-risiko dari Keberadaan Depo BBM

Senin, 20 Maret 2023 - 19:27 WIB

Potential Sparing Partner for U-22 Indonesia’s National Soccer Team

Berita Terbaru

Temu ramah sejumlah kontraktor dan pengusaha muda Bireuen bersama H Mukhlis ST, Minggu (19/5)

POLITIK

Kontraktor dan Pengusaha Muda Deklarasi Dukung H Mukhlis

Minggu, 19 Mei 2024 - 18:53 WIB

Jenazah Sulaiman (28) saat Puskesmas Peudada

PERISTIWA

Pasang Jerat Babi Warga Tewas Kesetrum

Sabtu, 18 Mei 2024 - 15:38 WIB

NASIONAL

Bengkulu Ikut Wastra Nusantara Fashion 2024 di Solo

Jumat, 17 Mei 2024 - 10:26 WIB

POLITIK

DPW PPP Aceh Buka Pendaftaran Bacalon Peserta Pilkada

Senin, 13 Mei 2024 - 15:11 WIB

Salah seorang tim Identifikasi Polres Bireuen melakukan olah TKP

HUKUM & KRIMINAL

Adik Tewas Ditikam Abang Kandung

Jumat, 10 Mei 2024 - 15:44 WIB