Istri Polisi Jadi PPS

- Administrator

Jumat, 27 Januari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prosesi pelantikan PPS di Kabupaten Bireuen beberapa hari lalu, berlangsung di gedung Ampon Chik Peusangan Universitas Almuslim.

Prosesi pelantikan PPS di Kabupaten Bireuen beberapa hari lalu, berlangsung di gedung Ampon Chik Peusangan Universitas Almuslim.

BIREUEN|METRO ACEH-Kisruh rekruitmen Panitia Pemungutan Suara (PPS) dikabarkan masih terus memanas, berbagai reaksi dan kontroversi masyarakat di Kabupaten Bireuen, terus mengalir pasca pelantikan PPS beberapa hari lalu.

Selain persoalan keterlibatan aparatur desa, PNS/ASN, PLD, PKH, bidan desa dan kader parpol hingga suami istri yang direkrut menjadi PPS, kini kembali mencuat isu adanya sejumlah istri anggota kepolisian, diluluskan sebagai tim adhoc penyelenggara pemilu tingkat desa itu.

Beberapa sumber Metro Aceh saat ditemui, Jum’at (27/1) mengungkapkan, bermacam skenario “permainan” kotor dan kecurangan yang dilakukan, dalam proses penerimaan PPK maupun PPS. Termasuk, dugaan titipan penyelenggara pemilu dari kalangan parpol tertentu, untuk mengakali suara pemilih saat pesta demokrasi Februari tahun depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami menerima informasi yang cukup valid, ada sejumlah istri polisi diluluskan menjadi PPS. Ironisnya, diantara mereka itu berstatus PNS di lingkungan Pemkab Bireuen,” ungkap sumber media ini yang enggan ditulis nama.

Dia menambahkan, pegawai jajaran Dinkes juga ditengarai ada yang direkrut menjadi PPS. Sumber itu sangat menyesalkan sikap para ASN tersebut, karena terkesan rakus dan tega merampas kesempatan kerja yang seharusnya diperoleh masyarakat lain, untuk ikut terlibat sebagai penyelenggara tahapan pemilu.

“Memang kita akui siapapun memiliki hak yang sama, untuk menjadi PPS. Tetapi, saya merasa secara etika kurang tepat jika istri polisi atau ibu-ibu Bhayangkari ini, dijadikan tim penyelenggara pemilu tingkat gampong,” tukas sumber itu lagi.

Kepala Dinas Kesehatan, dr Irwan yang ditanyai media ini terkait dugaan Bides dan PNS/ASN Dinkes, terlibat sebagai PPS mengaku sudah menerima informasi secara tidak resmi, tentang adanya pegawai jajaran Dinkes yang terlibat sebagai PPS. Namun, menurutnya hingga kini belum ada satupun yang melapor, untuk mengajukan ijin atasan.

“Saya sudah mendengar desas-desus di luar, tentang pegawai Dinkes yang menjadi PPS. Kami juga menerima surat dari Panwaslih Kabupaten Bireuen, insya Allah dalam waktu dekat kami akan menyurati seluruh jajaran, agar mengingatkan para pegawai mengikuti ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Ketua KIP Bireuen, Agusni Ismail yang dikonfirmasi via seluler mengaku, pihaknya tidak mengetahui adanya sejumlah istri polisi yang menjadi PPS. Karena, setiap peserta seleksi yang sudah memenuhi syarat administrasi, serta lulus ujian tulis maupun wawancara, maka dapat ditetapkan sebagai tim PPS di seluruh desa.

“Kami tidak menelusuri latar belakang para pendaftar PPS ini, asalkan memenuhi syarat administrasi maka berhak mengikuti seleksi, jika sudah sesuai kualifikasi dan dinyatakan lulus ikut dilantik,” jelas Agusni.

Terkait kisruh keterlibatan PNS/ASN, kepala desa (keuchik), sekdes, PLD, PKH maupun pengurus parpol sebagai anggota PPK dan PPS, Agusni saat dihubungi menyatakan secara aturan yang dikeluarkan KPU, tidak ada larangan. Namun, bagi PPS yang suami istri akan segera ditindaklanjuti. Selain itu, dia memastikan tidak ada pengurus parpol yang dinyatakan lulus PPS, karena pihaknya mengacu pada data Sistem informasi Partai Politik (Sippol).

“KIP Bireuen tak segan-segan melakukan PAW bagi PPS yang sudah dilantik, apabila di kemudian hari ada fakta pelanggaran yang kami temukan,” paparnya dari balik seluler.

Agusni saat dihubungi mengaku didampingi Anggota Divisi Hukum dan Pengawasan Internal, Muhammad Basyir SH.I MA menambahkan, bahwa setiap anggota PPK dan PPS tidak bekerja penuh waktu, namun hanya saat dibutuhkan saja.

Keterangan ini, sedikit berbeda dengan draft dokumen pakta integritas, sesuai poin 11 yang berbunyi “Bekerja sampai pada berakhirnya mandat jabatan dengan sepenuh waktu, jujur dan adil”. (Bahrul)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Muscab PPP Bireuen Momentum Kebangkitan Perjuangan Bersama Rakyat
Kondisi Libur Lebaran Aman Bupati Bireuen Apresiasi Polda Aceh
Moch Ivan Pimpin HIPMI Bireuen
Intimidasi Merajalela, Tim Paslon 03 Diminta Menahan Diri
H Mukhlis Bongkar Bobolnya PAD Galian C
Debat Paslon, H Mukhlis Tetap Bersikap Santun
Pemkab Bireuen Gelar Rakor High Level TPID
Takabeya Gelar Pengobatan Massal Gratis

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 17:12 WIB

Muscab PPP Bireuen Momentum Kebangkitan Perjuangan Bersama Rakyat

Senin, 14 April 2025 - 18:20 WIB

Kondisi Libur Lebaran Aman Bupati Bireuen Apresiasi Polda Aceh

Rabu, 15 Januari 2025 - 23:38 WIB

Moch Ivan Pimpin HIPMI Bireuen

Selasa, 26 November 2024 - 17:24 WIB

Intimidasi Merajalela, Tim Paslon 03 Diminta Menahan Diri

Sabtu, 23 November 2024 - 15:43 WIB

H Mukhlis Bongkar Bobolnya PAD Galian C

Berita Terbaru

Ketua K2M MI Bireuen, Mudassir, SAg MAg.

NANGGROE

24 MIN di Bireuen Sembelih 70 Hewan Kurban

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:32 WIB

Tim Satgas Pangan meninjau lokasi penjualan daging meugang hari raya Idul Adha 1447 H di jalan Eks Kereta Api, Gampong Bandar Bireuen, Kecamatan Kota Juang, Selasa (26/5) pagi.

NANGGROE

Tim Satgas Pangan Tinjau Harga Daging dan Ikan di Lapak Meugang

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:28 WIB

Pedagang daging musiman menjual daging segar hari meugang pertama di Jalan Eks Rel Kereta Api depan Meunasah Kota Bireuen, Senin (25/5) pagi

NANGGROE

Harga Daging Meugang Kecil di Bireuen 180 Ribu

Senin, 25 Mei 2026 - 16:15 WIB