Pelantikan Sekda Tamiang, Dituding Cacat Hukum

- Admin

Minggu, 30 Desember 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUALASIMPANG|METRO ACEH-Proses pelantikan Basyaruddin SH sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Aceh Tamiang, Jum’at (28/12) dituding tidak sah serta cacat hukum.

Pasalnya, prosesi pergantian Sekdakab sebelumnya yang dijabat Ir Razuardi MT itu, merupakan pejabat non job dan tidak mengikuti seleksi, serta uji kompetensi sebagai salah satu prasyarat bagi setiap pejabat yang diangkat sesuai amanah UU ASN.

Sejumlah kalangan di Kualasimpang kepada Metro Aceh mengaku, pengangkatan Basyaruddin ini, terkesan dipaksakan sekehendak hati Bupati, H Musril, karena diduga bertujuan untuk menggerogoti dana publik, yang dikelola Pemkab Aceh Tamiang.

Dugaan itu, sebut sumber media ini telah menyeruak akibat Razuardi selama beberapa tahun ini, terus menjalankan tatakelola keuangan, dengan baik serta sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku.

Sehingga tidak dapat diveto dan diintervensi oleh bupati, yang ditengarai ingin mengelola uang rakyat sesuka hati. Dampaknya, Razuardi disingkirkan serta diganti pejabat baru secara inskontitusional.

“Pelantikan Basyaruddin sebagai Sekda Aceh Tamiang, tidak sah dan cacat secara aturan hukum. Tanpa tahapan uji kelayakan, karena yang bersangkutan selama ini non job, serta jarang masuk ke kantor. Bagaimana mungkin, tiba-tiba saja langsung kariernya memuncak,” ungkap Udhin Buhfa salah seorang tokoh masyarakat Tamiang.

Dia mengaku, berbagai kejanggalan juga mewarnai prosesi pelantikan pejabat ala hukum rimba itu. Bahkan, dia menuding perbuatan bupati jelas-jelas melanggar UU tentang ASN, PP No 11 tahun 2017 tentang manajemen pegawai negeri sipil, serta Perpres No 3 tahun 2018

Karena tindakan gegabah H Musril yang mendapat mandat rakyat, dianggap telah menyalahi aturan dan dinilai tidak sesuai konstitusi di negeri ini. Maka, dia mendesak Plt Gubernur Aceh, maupun Kemendagri RI agar segera meninjau ulang pengangkatan Setdakab Aceh Tamiang tersebut. Selanjutnya bersedia membatalkan pelantikan itu.

Menurut Udhin Buhfa yang merupakan tokoh pendiri Kabupaten Aceh Tamiang itu, sejak dibangkupanjangkan dimasa Bupati H Hamdan Sati, sosok Sekdakab inskonstitusional ini, resmi dinon jobkan hingga tiba-tiba dilantik Jum’at pekan lalu. Kondisi itu, menuai kontroversi di masyarakat dan lingkungan pemerintah daerah setempat.

Sikap konyol Bupati H Musril sebut Ingin Buhfa, juga terlihat gamblang saat menyampaikan sambutan pada proses pelantikan, dengan mengaku telah terjadi penundaan akibat bupati itu kurang sehat, karena alasan baru pulang liburan pekan lalu.

Disamping itu, dinyatakan bahwa agenda pelantikan tertunda, karena ada mekanisme pemberhentian dan penanganan Sekda Aceh Tamiang, yang sedang diproses pihak Kemendagri RI. Tetapi, karena Aceh memiliki undang-undang khusus, maka pelantikan itu bisa dilaksanakan.

“Ini benar-benar pernyataan konyol dari seorang kepala pemerintahan daerah, UU ASN, Perpres dan PP itu berlaku secara umum dan menyeluruh di Indonesia, jadi janganlah membohongi rakyat,” tugasnya.

Itu Razuardi MT yang ditanyai via seluler menjelang pergantian dirinya, enggan memberi keterangan seputar pelantikan tersebut,”Saya tidak tahu masalah itu, jangan tanya hal itu, tanya yang lain-lain saja lah,” ujarnya dibalik perangkat seluler.

Sementara itu, Bupati Aceh Tamiang H Musril yang dikonfirmasi melalui seluler, guna mendapatkan hak jawabnya tidak menerima hubungan komunikasi awak media ini. Meski terdengar nada sambung, namun yang bersangkutan enggan menjawab. (Sutris)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel www.metroaceh.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa UNIKI Laksanakan Pengabdian Aksara di Aceh Tengah
Satreskrim Amankan Satu Pelaku dan Dua Mobil Tangki Dimodifikasi
Satreskrim Bekuk Mantan Supir Pribadi Kuras Saldo Majikan 585 Juta Lebih
Ketua LPPM UNIKI Pimpin Tim Ahli Pembangunan Sekolah Rakyat Pidie Jaya
Jelang MUSLIM Ke X, Edi Obama Ajak Ciptakan Suasana Sejuk
124 Peserta Bersaing Rebut Juara MTQ ke-38 Kecamatan Peudada
MGMP Sejarah Gelar Dialog Budaya Sebagai Narasumber di Gampong Pulo Iboeh Jangka
Pemerintah Bantu Rp 30 Milyar Perbaiki Jalan Lueng Danun Sampai Pante Karya Rusak

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Mahasiswa UNIKI Laksanakan Pengabdian Aksara di Aceh Tengah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Satreskrim Amankan Satu Pelaku dan Dua Mobil Tangki Dimodifikasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Satreskrim Bekuk Mantan Supir Pribadi Kuras Saldo Majikan 585 Juta Lebih

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Ketua LPPM UNIKI Pimpin Tim Ahli Pembangunan Sekolah Rakyat Pidie Jaya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:03 WIB

Jelang MUSLIM Ke X, Edi Obama Ajak Ciptakan Suasana Sejuk

Berita Terbaru

Rektor UNIKI Bireuen, Dr Zainuddin Iba, SE.,MM melepas mahasiswa peserta Program Mahasiswa Berdampak Aksara 2026 ke Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (21/10).

NANGGROE

Mahasiswa UNIKI Laksanakan Pengabdian Aksara di Aceh Tengah

Rabu, 21 Okt 2026 - 20:03 WIB

Barang bukti mobil tangki sudah dimodifikasi dan jeriken berisi BBM subsidi diamankan tim Satreskrim Polres Bireuen, Selasa (20/10).

HUKUM & KRIMINAL

Satreskrim Amankan Satu Pelaku dan Dua Mobil Tangki Dimodifikasi

Rabu, 21 Okt 2026 - 20:02 WIB

HUKUM & KRIMINAL

Satreskrim Bekuk Mantan Supir Pribadi Kuras Saldo Majikan 585 Juta Lebih

Rabu, 21 Okt 2026 - 20:01 WIB

PENDIDIKAN

MIN 14 Bireuen Santuni 43 Anak Yatim dalam Peringatan Maulid

Rabu, 21 Okt 2026 - 19:30 WIB

PERISTIWA

CRV dan Tronton Ringsek Tabrakan, Tiga Korban Terluka

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:11 WIB