BIREUEN|METRO ACEH – Guna meningkatkan kemampuan para personel dalam mendukung menyampaikan informasi kepada masyarakat secara cepat dan akurat. Polres Bireuen gelar Pelatihan Kehumasan Polri, di Aula Serba Guna Pesat Gatra 93 Mapolres, Sabtu (12/9) pagi.
Pelatihan diikuti para Pejabat Utama (PJU), perwira, personel Polres Bireuen serta personel jajaran Polsek tersebut dibuka oleh Kapolres Bireuen, AKBP Yulhendri, SH., SIK.,SPsi.,MIK didampingi Kabag Ops dan Kasi Humas.
Kapolres dalam arahannya antara lain menyampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi dan media sosial menuntut setiap personel memiliki kemampuan komunikasi publik yang baik.
Kehumasan bukan hanya jadi tugas personel Sihumas, tetapi tanggung jawab seluruh anggota Polri. “Setiap personel memiliki peran dalam menjaga citra institusi. Karena itu, kemampuan berkomunikasi, menyampaikan informasi dan memahami etika bermedia sangat penting mendukung pelaksanaan tugas Kepolisian,” ujarnya.
AKBP Yulhendri menekankan, setiap informasi disampaikan ke masyarakat berdasarkan fakta dan data yang benar, terutama dalam menyikapi suatu peristiwa yang menjadi perhatian publik.
“Informasi disampaikan harus benar, jelas, tidak menimbulkan polemik, tetap mengedepankan kepentingan masyarakat serta nama baik institusi Polri,” tegasnya.
Kapolres berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas komunikasi publik seluruh personel sehingga kegiatan dan pelayanan kepolisian dapat diketahui masyarakat secara informatif, edukatif, transparan.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Bireuen AKP M Nasir, SH mengatakan, kemampuan dasar kehumasan perlu dimiliki setiap personel agar informasi mengenai kegiatan dan pelayanan Polri dapat dikemas serta disampaikan dengan baik.
“Setiap personel Polri memiliki peran dalam menyampaikan informasi positif kepada masyarakat. Personel harus mampu memilih dan mengemas informasi sehingga mudah dipahami,” ucapnya.
Dalam pelatihan itu, peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik penulisan rilis berita, dokumentasi kegiatan, pengambilan foto dan video, publikasi kegiatan Kepolisian, pengelolaan media sosial, tata cara menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Kemampuan dokumentasi turut menjadi perhatian, mengingat foto dan video menjadi bagian penting dalam menggambarkan pelayanan, perlindungan dan pengayoman Polri kepada masyarakat.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami langsung berbagai teknik dan ketentuan kehumasan, sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi publik di era digital. (Rahmat Hidayat)






