BIREUEN|METRO ACEH – 540 batang bibit unggul Jeruk Bali Giri Matang bantuan dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ditanam simbolis oleh Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis, ST diwakili Sekda Ismunandar, MT yang berlangsung di kompleks Dayah Raudhatul Ma’aarif, Gampong Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Senin (7/9) pagi.
Keuchik Pante Lhong, Murizal mengatakan masyarakat sangat butuh ada program pemulihan ekonomi pasca bencana seperti program dari MDMC Daerah Istimewa Yogyakarta ini.
Hal itu dikarenakan dampak banjir tidak hanya merusak fisik, tetapi juga telah mematikan sektor ekonomi masyarakat. Kami berharap ada penanganan prioritas memulihkan mata pencaharian warga khususnya pada sektor non-sawah.
Diharapkan adanya program stimulan, bantuan rehabilitasi, serta rekonstruksi (rehab-rekon) dari pemerintah pusat, provinsi, maupun lembaga pendamping seperti MDMC lakukan. Agar masyarakat dapat bangkit, tidak mengalami krisis pangan, serta mampu mencapai kemandirian ekonomi, tuturnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Bireuen, Mulyadi, SE.,MM juga memberi apresiasi kepada tim MDMC Daerah Istimewa Yogyakarta yang telah bertahan 3 bulan meninggalkan daerah asal untuk membantu masyarakat Pante Lhong.
Penanganan pasca bencana Dinas Pertanian memfokuskan bantuan dan penanganan di sektor persawahan karena sekitar 7.000 hektare terdampak harus segera diselamatkan agar tidak menurunkan produksi gabah daerah.
Pada bulan November 2026 ini, Dinas Pertanian menyalurkan bantuan sekitar 2.000 bibit Jeruk Pamelo untuk pemulihan area terdampak banjir. Bibit ini rencananya diprioritaskan bagi Gampong Pante Lhong serta desa-desa lain dikecamatan sekitarnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bireuen, Ir. Ismunandar, MT yang mewakili Bupati It H Mukhlis ST dalam arahannya memberikan presiasi dan penghargaan tinggi kepada para relawan MDMC, pengurus Muhammadiyah, pimpinan dayah, pihak-pihak terkait yang hadir.
Kehadiran Sekda memenuhi tugas dari Bupati Bireuen sebagai bentuk perhatian khusus dan apresiasi Pemkab Bireuen terhadap program kemanusiaan ini.
Kata Sekda, Pemkab Bireuen menyambut terbuka (welcome) serta berharap pengurus Muhammadiyah tingkat wilayah maupun pusat agar dapat terus menghadirkan program pemberdayaan dan bantuan lanjutan di Kabupaten Bireuen.
Sementara itu, Koordinator Program Rehab Rekon MDMC, Daerah Istimewa Yogyakarta, Risky Ramadhan kepada Metro Aceh dilokasi menjelaskan.
Sebagai upaya mengembalikan potensi ekonomi masyarakat di Pante Lhoong kami dari MDMC Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan program revitalisasi komoditas jeruk bali varietas Giri Matang bagi masyarakat penyintas bencana di Gampong Pante Lhong.
Ada 540 batang pohon akan ditanam. Program ini berfokus pada pemulihan budidaya tanaman khas yang terdampak banjir. Petani juga diberikan peralatan kerja berupa cangkul, alat penyemprot (sprayer) dan peralatan pendukung pertanian lainnya.
Program pemulihan ini diharap dapat membangkitkan kembali sektor perekonomian, sekaligus menjaga kelestarian jeruk bali Giri Matang sebagai ikon dan kebanggaan masyarakat Pante Lhoong, ungkapnya. (Rahmat Hidayat)






