BIREUEN|METRO ACEH – Guna mendata dan mengamati secara komoditi jagung di masyarakat. Mahasiswa Program Studi Ilmu Pertanian Fakultas Sains Pertanian dan Peternakan (FAPERTA) Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Kabupaten Bireuen. Melakukan pembelajaran berbasis lapangan di Gampong Bate Raya, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Minggu (9/8).
Kegiatan itu bagian dari upaya FAPERTA UNIKI untuk memberi pengalaman pembelajaran lebih kontekstual kepada mahasiswa. Tidak hanya memperoleh materi di ruang kelas, juga diarahkan untuk memahami kondisi pertanian secara langsung melalui interaksi dengan petani dan pengamatan terhadap aktivitas budidaya di lapangan.
Tim mahasiswa diterjunkan ke Bate Raya merupakan tim yang dibentuk oleh Dekan FAPERTA UNIKI, Mizan Maulana, SP., MSi. Tim mendapatkan tugas untuk mengumpulkan data terkait produksi jagung, mulai dari proses budidaya, luas lahan, penggunaan sarana produksi, produktivitas, biaya usaha tani, hingga pemasaran hasilnya.
Data diperoleh diharapkan bisa menjadi bahan pembelajaran sekaligus memberi gambaran mengenai potensi dan berbagai permasalahan yang dihadapi petani jagung di tingkat desa atau gampong.
Dekan FAPERTA UNIKI, Mizan Maulana menegaskan bahwa pembelajaran lapangan merupakan bagian penting dalam membentuk mahasiswa pertanian yang memiliki kemampuan akademik sekaligus memahami realitas pertanian di masyarakat.
“Mahasiswa pertanian tidak cukup hanya memahami teori di dalam kelas. Mereka harus melihat langsung bagaimana petani melakukan budidaya, bagaimana produksi dihitung, apa kendala yang dihadapi, serta bagaimana hasil pertanian dipasarkan. Dari proses tersebut mahasiswa belajar menganalisis persoalan pertanian berdasarkan kondisi nyata di lapangan,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan pendataan produksi jagung juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar mengolah data pertanian secara sistematis. Data lapangan yang dikumpulkan dapat menjadi dasar untuk melakukan analisis usaha tani, mengidentifikasi potensi peningkatan produktivitas, serta merumuskan rekomendasi yang relevan bagi pengembangan komoditas jagung di wilayah tersebut.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen FAPERTA UNIKI dalam menerapkan pembelajaran berbasis pengalaman dan permasalahan nyata di masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan teori yang diperoleh selama perkuliahan dengan kondisi pertanian yang mereka temukan di lapangan.
Selain meningkatkan kompetensi mahasiswa, kegiatan itu menjadi langkah awal membangun komunikasi dan hubungan yang lebih erat antara perguruan tinggi dengan masyarakat petani. Ke depan, data dan hasil pengamatan mahasiswa diharapkan dapat dikembangkan menjadi bahan kajian akademik maupun dasar bagi kegiatan penelitian dan pengabdian bagi masyarakat.
Melalui kegiatan lapangan ini, FAPERTA UNIKI terus mendorong mahasiswa untuk menjadi calon sarjana pertanian yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan observasi, analisis, komunikasi dengan petani, dan kepekaan terhadap berbagai persoalan pembangunan pertanian di daerah, terangnya. (Rahmat Hidayat)






