BIREUEN|METRO ACEH – Pasca dilanda banjir Selasa-Rabu 25 s.d 26 November 2025. Ada 22 sekolah jenjang SMA, SMK dan SLB rusak, direhap pemerintah lewat program revitalisasi, diharapkan selesai sebelum masuk sekolah tahun ajaran baru tanggal (13/7) mendatang dan proses belajar mengajar dapat berjalan lancar.
Harapan itu disampaikan oleh Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah IV Bireuen, Yusnita SE Ak SPd MM, ditanyai terkait progres sekolah direvitalisasi menjelang masuk sekolah kembali, Kamis (2/7) pagi.
Dijelaskan bahwa beberapa waktu lalu Kacabdin turun ke lapangan untuk melakukan
monitoring ke sejumlah sekolah pekerjaan terus dilakukan dan laporan kami peroleh realisasi pekerjaan minggu lalu ada 80 persen lebih dan dibawah 60 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun memastikan capaian progres pekerjaan saat ini, bisa ditanyakan langsung dengan kepala sekolah. “Saya berharap bulan Juli, siswa-siswi dapat belajar disekolah melaksanakan revitalisasi dan proses belajar mengajar dapat berjalan lancar kembali,” sebutnya.
Kepala SMAN 1 Peusangan, Jumiati, SPd.,MPd dikonfirmasi wartawan mengatakan progres pekerjaan revitalisasi sudah 50 persen lebih, untuk persiapan proses belajar mengajar saat ini pekerjaan fokus empat ruangan dan hampir rampung. Perbaikan ruangan lain juga terus dikebut, jelasnya.
Disampaikan juga bahwa untuk proses belajar mengajar tahun ajaran baru 13 Juli 2026, ada sejumlah ruangan lain tidak direvitalisasi dapat digunakan.
Jumlah siswa baru 162 orang dan seluruhnya mencapai 400 orang lebih.
Kepala SMKN 1 Peusangan, Faisal, ST.,MPd juga ditanyai Metro Aceh mengatakan saat ini progres rehab gedung sekolah sudah 85 persen dan terus dikebut penyelesaiannya dan ditargetkan bisa digunakan saat masuk sekolah tahun ajaran baru nanti.
Untuk alat praktek semalam sudah sampai komputer 15 unit, dan alat-alat lain juga dalam minggu ini sampai dari dana Transfer Keuangan Daerah (TKD), buku untuk perpustakaan sudah tersedia, tapi belum bisa ditata karena butuh rak buku.
Terkait mobiler belum terpenuhi sepenuhnya karena 70 persen rusak akibat banjir. Tetapi ada mobiler meja dan kursi sekitar 380-an punya tahun 2025 yang belum sampai barangnya sudah terjadi banjir sehingga dapat digunakan tahun ajaran baru 2026 ini, juga ada 180 mobiler punya bantuan revitalisasi.
“Yang paling penting alat-alat praktik karena seluruh telah rusak terendam banjir dan lumpur, termasuk mobiler ruang guru,” ungkapnya.
Terkait siswa baru, kata Faisal ada peningkatan yang keluar atau lulus 276 orang dan siswa baru masuk 317 orang, jumlah total siswa 967 orang. “Kami berbagai alat untuk mendukung praktek siswa dapat dilengkapi oleh pemerintahan agar proses belajar kembali berjalan normal,” harapnya. (Rahmat Hidayat).






