BIREUEN|METRO ACEH-Direktur Jenderal Perumahan Pedesaan Kementrian Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP), Dr Drs Imran M.Si MA Cd dalam kunjungan kerja ke Bireuen, menggelar pertemuan serta rapat koordinasi bersama bupati dan pejabat terkait, Jum’at (8/5) untuk memastikan percepatan pemulihan pasca bencana di wilayah ini.
Pada rapat koordinasi tersebut, turut hadir tim dari Kemendagri, Kolonel Feksi dari Tim Posko Pusat Nasional, Kombes Suwinto, serta Tim Data dari Posko Kemendagri. Selain itu, Kasdim 0111/Bireuen, Kabag Ops Polres Bireuen, Sekretaris Daerah Kabupaten Bireuen, serta para Kepala SKPK terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen yang mendampingi pertemuan tersebut.
Pada kesempatan itu, Imran menegaskan bahwa akurasi data merupakan fondasi utama dalam melakukan rekonstruksi pascabencana. Dia menginstruksikan tim teknis segera melakukan verifikasi serta validasi seluruh kerusakan infrastruktur secara mendalam, mencakup jalan hingga jembatan, baik permanen maupun non-permanen seperti jembatan bailey, aramco, dan kayu, termasuk masalah sektor pertanian seperti cetak sawah dan tambak yang rusak akibat banjir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Guna memastikan efektivitas penanganan, mran menekankan pentingnya mengaktifkan kembali Posko Satuan Tugas (Satgas) bersama yang melibatkan unsur TNI, Polri, tenaga kesehatan, serta BPBD. Sinkronisasi data melalui Satgas ini dinilai sebagai kunci agar koordinasi antara Pemerintah Pusat dan daerah tetap solid, sehingga tidak terjadi tumpang tindih informasi dalam penyaluran bantuan maupun pelaksanaan pembangunan fisik.
Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, ST, menyambut baik arahan tersebut dan menyampaikan harapan besar agar pembangunan Hunian Tetap (Huntap) dapat segera terealisasi di Kabupaten Bireuen. Pembangunan Huntap dipandang sebagai solusi mendesak agar masyarakat terdampak bisa segera kembali hidup dengan tenang dan layak.
“Jika masalah hunian ini cepat teratasi, Pemerintah Daerah bisa lebih fokus untuk mengalokasikan energi dan sumber daya, agar pembangunan infrastruktur pendukung lainnya supaya mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat,” ungkap H Mukhlis.
Menurutnya, pemerintah berkomitmen agar seluruh proses pembangunan Huntap dan pemulihan infrastruktur vital di Bireuen dapat berjalan sesuai jadwal demi mengembalikan kesejahteraan bagi warga yang terdampak.(Bahrul)






