BIREUEN|METRO ACEH-Pasca dilanda banjir bandang terjadi akhir November 2026 lalu. Di SMK Negeri 1 Peusangan, Kabupaten Bireuen, saat ini lagi dilakukan revitalisasi sekaligus peninggian pada bangunan sekolah itu guna mencegah rentan banjir masuk keruangan kelas saat hujan.
“Iya saat ini sedang dilaksanakan revitalisasi pembangunan lingkungan sekolah dan juga ada peninggian lantai sekitar 20 atau 30 cm supaya ketika hujan tidak lagi tergenang air karena dilokasi terdampak banjir ketika hujan airnya masuk ke dalam kelas, karena drainase tidak bagus lagi,” jelasnya.
Sedangkan untuk peralatan praktek juga sudah pada rusak terendam banjir bandang, kata Faisal. Ada yang sudah di servis seperti mesin jahit diruang tata busana, sudah berfungsi tetapi tidak maksimal dua suara mesin agak bising.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Begitu juga untuk komputer ada beberapa unit sudah diperbaiki dan bisa kembali digunakan diruang tata usaha karena tidak terlalu parah terendam banjir. Tetapi komputer yang dilaboratorium bisa diperbaiki lagi karena tenggelam direndam banjir, sebutnya.
Disampaikan juga bahwa dampak kerusakan komputer dan peralatan untuk praktek siswa memengaruhi proses belajar mengajar. Tetapi ujian telah selesai dilaksanakan sebelum bencana banjir terjadi.
Sedangkan untuk kelancaran ujian sekolah beberapa waktu lalu, kami siasati dengan handphone siswa menggunakan aplikasi. Untuk kegiatan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun ajaran berikutnya, kami telah mengusulkan pengadaan alat praktik baru ke Dinas Pendidikan Aceh.
“Harapan kami kepada pemerintah agar dapat secepatnya memulihkan kondisi proses pembelajaran dan alat-alat praktik sangat dibutuhkan dapat terpenuhi, di sekolah kami ini semua alat praktik tidak bisa dipakai lagi rusak terendam banjir,” ungkap Kasek SMKN 1 Bireuen, Faisal. (Rahmat Hidayat).






