Jembatan Apung Kepala Hiu Akses Pante Lhong – Pante Baro Kumbang

- Admin

Kamis, 7 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga melintas di jembatan apung Kepala Hiu yang selesai, saat di peusijuk menandai berfungsinya layanan penyeberangan dari Gampong Pante Lhong, Kecamatan Peusangan ke Pante Kumbang Peusangan Siblah Krueng, Rabu (7/5) pagi.

Warga melintas di jembatan apung Kepala Hiu yang selesai, saat di peusijuk menandai berfungsinya layanan penyeberangan dari Gampong Pante Lhong, Kecamatan Peusangan ke Pante Kumbang Peusangan Siblah Krueng, Rabu (7/5) pagi.

BIREUEN|METRO ACEH-Guna membuka akses penyeberangan bagi masyarakat, pasca putusnya jembatan rangka baja yang diterjang banjir bandang. Saat ini disiapkan Jembatan Apung Kepala Hiu untuk menyeberang dari Gampong Pante Lhong, Kecamatan Peusangan ke Pante Baro Kumbang, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng.

Sebagai tanda akan difungsikannya jembatan kontruksi kayu sepanjang 55 meter dengan lebar 2.5 meter itu, digelar prosesi peusijuk atau tepung tawar oleh Tgk Zulfahmi juga Imum Chik Kemesjidan Nurul Huda Gampong Raya Tambo, Kamis (7/5) pagi.

Pemilik Jembatan Apung Kepala Hiu, Muakhir (32) warga Gampong Neuheun, Kecamatan Peusangan kepada Metro Aceh ditanyai dilokasi mengatakan, dibuka akses jalan lewat jembatan apung itu tujuannya untuk mempermudah masyarakat dan tidak harus antri.

Hari ini lagi disiapkan lantai jembatan untuk jalan masuk. “Satu unit sepeda motor yang melintas hanya membayar Rp 5.000 untuk biaya operasional ada 20 orang pekerja setiap hari jaga di jembatan dan mengobrol kondisi debit air sungai sehingga jembatan itu bisa dibawa ke pinggir sungai,” jelasnya.

Jembatan ini sistem semi hidrolik bisa dibawa kepinggir saat kondisi debit air sungai deras dan meningkat agar tidak rusak apabila terkena sampah hanyut dan setelah itu bisa kembali di tarik ke tengah sungai karena semi hidrolik ditarik pakai tali seling, terangnya.

Rahmat seorang pekerja mengatakan jembatan ini menggunakan bahan kayu dan juga lebih 60 drum plastik ini lebarnya 2.5 meter. Pembangunan jembatan dilakukan dalam waktu 15 haru terakhir. “Lokasi ini dipilih karena luas sungai tidak terlalu luas dari lokasi lainnya,” ujarnya.

“Satu sepeda motor biayanya hanya Rp 5000 dan untuk warga menyeberang jalan kali itu gratis. Jembatan ini di bagun agar masyarakat lebih dekat untuk menuju ke Pante Lhong dan Kecamatan Peusangan, begitu juga warga ingin ke Peusangan Siblah Kreung,” terangnya.

Keuchik Pante Lhong, Murizal kepada Metro Aceh dilokasi mengatakan keberadaan jembatan ini mengulang sejarah lama yang mana dulu pada tahun 1970-an masyarakat yang mau ke seberang pakai gatek dan perahu, sebab dulu belum ada jembatan.

Baru pada tahun 1979 lahirlah jembatan gantung pertama di Pante Lhong ke Gampong Kubu, setelah itu tahun 1990-an dibangun jembatan rangka baja Pante Lhong dan saat ini telah putus diterjang banjir bandang Rabu 26 November 2025.

Dikatakan juga jembatan alternatif itu dinamakan Jembatan Apung Kepala Hiu karena banyak menggunakan kayu lancip seperti ujung perahu dibagian depan pelampung drum plastik yang berfungsi untuk pemecah air.

“Jembatan ini sudah semi hidrolik saat masuk informasi dari atas kondisi debit air sungai naik dan banyak sampah hanyut, tali di bagian tepi Gampong Pante Baro Kumbang dilepas agar jembatan bisa dibawa ke pinggir sungai Pante Lhong dan nanti bisa ditarik lagi ketengah pakai seling,” jelas Keuchik. (Rahmat Hidayat)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel www.metroaceh.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Serahkan Lima Excavator Mendagri Tangani Banjir di Pante Kaya dan Rheum Barat
Dua Mahasiswa UNIKI Raih Juara di MQMN UNP 2026
Setujui Permintaan Bupati Bireuen, Kemendagri Serahkan Lima Escavator Tangani Banjir
Jangka Juarai Turnamen Sepak Bola Piala Bupati Bireuen
10.064 Warga Bireuen Sudah Miliki Identitas Kependudukan Digital
Polres Bireuen Gelar Latihan Penanggulangan Bencana
Bupati Harap Kader Ulama Jadi Garda Terdepan Penegakan Syariat Islam
BPM UNIKI Gelar Audit Mutu Internal Prodi Pendidikan Agama Islam

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:10 WIB

Bupati Serahkan Lima Excavator Mendagri Tangani Banjir di Pante Kaya dan Rheum Barat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:01 WIB

Dua Mahasiswa UNIKI Raih Juara di MQMN UNP 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:51 WIB

Setujui Permintaan Bupati Bireuen, Kemendagri Serahkan Lima Escavator Tangani Banjir

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Jangka Juarai Turnamen Sepak Bola Piala Bupati Bireuen

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:50 WIB

10.064 Warga Bireuen Sudah Miliki Identitas Kependudukan Digital

Berita Terbaru

Mahasiswa UNIKI Bireuen, Mudawali Al Khalidi dan Teuku Khairun Navis meraih juara dalam MTQN di Universitas Negeri Padang (UNP) 2026.

NANGGROE

Dua Mahasiswa UNIKI Raih Juara di MQMN UNP 2026

Sabtu, 17 Okt 2026 - 02:01 WIB

Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis ST menyerahkan trophy dan hadiah bagi tim Kecamatan Jangka usai meraih juara I turnament sepak bola HUT Kabupaten Bireuen, Kamis (15/10)

NANGGROE

Jangka Juarai Turnamen Sepak Bola Piala Bupati Bireuen

Kamis, 15 Okt 2026 - 22:49 WIB