Makam Siti Rubiah, Jejak Sejarah Islam Jadi Daya Tarik Wisatawan

- Administrator

Rabu, 29 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelatihan Tour Guide di Pulau Rubiah Sabang

Pelatihan Tour Guide di Pulau Rubiah Sabang

SABANG|METRO ACEH-Keberadaan makam Siti Rubiah di Pulau Rubiah menjadi salah satu bukti penting perjalanan sejarah Islam di Kota Sabang. Situs yang berada di tepi pantai ini tidak hanya memiliki nilai religius, tetapi juga memperkaya identitas kawasan sebagai destinasi wisata yang memadukan sejarah dan keindahan bahari.

Selama ini, Pulau Rubiah lebih dikenal sebagai lokasi favorit untuk aktivitas snorkeling dan diving di Aceh. Namun di balik kejernihan laut dan pesona terumbu karangnya, pulau kecil yang berada di sekitar Pantai Iboih tersebut menyimpan kisah dakwah Islam yang telah berlangsung sejak abad ke-18.

Pemerhati sejarah Sabang, Albina Ar Rahman, menjelaskan bahwa Siti Rubiah merupakan istri dari Tengku Ibrahim atau yang dikenal sebagai Tengku Iboih, seorang ulama yang berperan dalam penyebaran Islam di Pulau Weh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Albina, penamaan Pulau Rubiah sendiri merupakan bentuk penghormatan terhadap peran Siti Rubiah dalam sejarah keislaman di wilayah paling barat Indonesia tersebut.

“Pulau ini dinamai dari Siti Rubiah sebagai penghargaan atas jasa beliau dalam penyebaran Islam. Sosoknya sangat dihormati dan menjadi bagian penting dari sejarah Sabang,” ujarnya.

Ia menambahkan, Siti Rubiah diperkirakan berasal dari wilayah Singkil dan wafat sekitar tahun 1779, pada masa pemerintahan Sultan Ala’ al-Din Johan Syah dan Sultan Mahmud Syah. Makamnya berada di area yang teduh dan berdampingan dengan beberapa makam keluarga serta pengawal.

Kompleks makam tersebut juga memiliki sumber mata air tawar yang hingga kini masih dimanfaatkan peziarah untuk berwudu sebelum berdoa. Suasana yang tenang, berpadu dengan suara ombak, menghadirkan nuansa spiritual yang kuat bagi setiap pengunjung.

“Nilai sejarah dan religius ini menjadi kekuatan utama Pulau Rubiah selain keindahan alamnya,” kata Albina.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia, menilai sejarah yang dimiliki Pulau Rubiah merupakan potensi besar dalam pengembangan pariwisata daerah. Ia menyebut narasi sejarah mampu memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan.

“Sejarah Siti Rubiah serta jejak karantina haji pada masa Hindia Belanda bisa dikembangkan sebagai wisata edukatif. Ini akan menambah daya tarik bagi wisatawan, tidak hanya menikmati laut tetapi juga memahami sejarah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Pulau Rubiah juga pernah difungsikan sebagai pusat karantina haji pertama di Nusantara pada dekade 1920-an. Pada masa itu, calon jemaah haji dari berbagai daerah singgah untuk menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Sisa bangunan karantina tersebut hingga kini masih dapat ditemukan, menjadi saksi perjalanan panjang sejarah ibadah haji Indonesia. Kawasan ini juga sempat mengalami perubahan fungsi saat pendudukan Jepang pada tahun 1942.

Menurut Harry, penguatan nilai sejarah ini penting sebagai upaya diversifikasi destinasi wisata di Sabang. Wisatawan masa kini tidak hanya mencari keindahan alam, tetapi juga pengalaman yang memiliki nilai edukasi dan makna.

“Kami ingin wisatawan mendapatkan pengalaman yang lengkap, menikmati alam sekaligus memahami sejarah dan budaya yang ada di Pulau Rubiah,” katanya.

Upaya pelestarian kawasan turut melibatkan masyarakat setempat. Ketua Pokdarwis Iboih, Tarmizi, menyebut peran generasi muda sangat penting dalam menjaga kebersihan dan kelestarian situs sejarah tersebut.

“Kami mengajak pemuda untuk menjaga kebersihan dan menghormati nilai sejarah yang ada. Edukasi kepada pengunjung juga terus dilakukan agar kawasan ini tetap terawat,” ujarnya.

a menegaskan, keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi kunci keberlanjutan wisata berbasis sejarah dan religi. Selain menjaga lingkungan, mereka juga berperan sebagai penyampai informasi kepada wisatawan mengenai nilai historis kawasan tersebut.

Kegiatan edukasi juga rutin dilakukan di kawasan makam. Para pelajar dari berbagai sekolah di Sabang kerap berkunjung untuk mempelajari langsung sejarah Siti Rubiah dan perkembangan Islam di Pulau Weh, sebagai bagian dari pembelajaran di luar kelas.

Dengan perpaduan antara sejarah Islam, jejak karantina haji, serta keindahan bawah laut, Pulau Rubiah kini semakin mengukuhkan diri sebagai destinasi wisata yang memiliki nilai religi dan bahari sekaligus.

Ke depan, penguatan identitas wisata religi di kawasan ini diharapkan mampu menjaga warisan budaya sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata Sabang, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Pulau Rubiah pun tidak lagi sekadar dikenal sebagai destinasi wisata alam, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran sejarah dan spiritualitas yang memberikan pengalaman lebih mendalam bagi setiap pengunjung yang datang ke ujung barat Indonesia.(red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Puteri Indonesia Aceh Siap Promosikan Wisata Sabang
Diskominfo Sabang Corong Utama Pemerintah Kota
Tanpa DAK Fisik Dispar Fokus Rawat Lokasi Destinasi Wisata Sabang dan Perkuat Atraksi
DPRK dan Pemko Sabang Satu Langkah Bangun Kemandirian Pangan Kepulauan
Wisman Eropa dan Malaysia Terbanyak Kunjungi Sabang
Kalender Wisata Sabang Jelas, Pengusaha Travel Siap Agresif
Sabang Fair Arena Menikmati Sunset Ujung Indonesia
Pelaku UMKM Lokal Dorong Calender Events Sabang 2026

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 00:53 WIB

Puteri Indonesia Aceh Siap Promosikan Wisata Sabang

Kamis, 30 April 2026 - 00:05 WIB

Diskominfo Sabang Corong Utama Pemerintah Kota

Rabu, 29 April 2026 - 23:58 WIB

DPRK dan Pemko Sabang Satu Langkah Bangun Kemandirian Pangan Kepulauan

Rabu, 29 April 2026 - 23:51 WIB

Wisman Eropa dan Malaysia Terbanyak Kunjungi Sabang

Rabu, 29 April 2026 - 23:50 WIB

Kalender Wisata Sabang Jelas, Pengusaha Travel Siap Agresif

Berita Terbaru

Kacabdin Wilayah IV Bireuen, Abdul Hamid SPd MPd serah hadiah kepada para juara, di SMAN 1 Bireuen, Selasa (28/4) sore.

PENDIDIKAN

Puluhan Siswa SMK dan SMA Juarai FLS3N

Kamis, 30 Apr 2026 - 12:00 WIB

Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia ST., MT. mendampingi Wakil Walikota Sabang, Drs. Suradji Junus menerima Audensi Puteri Indonesia Aceh 2026 di ruang kerja Wakil Walikota

SABANG

Puteri Indonesia Aceh Siap Promosikan Wisata Sabang

Kamis, 30 Apr 2026 - 00:53 WIB

Sejumlah aparatur sipil negara mengikuti Forum Koordinasi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dan Kontributor PPID Pemerintah Kota Sabang di Aula Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Sabang. Kegiatan tersebut membahas penguatan pengelolaan informasi publik dan optimalisasi pelayanan keterbukaan informasi kepada masyarakat.

SABANG

Diskominfo Sabang Corong Utama Pemerintah Kota

Kamis, 30 Apr 2026 - 00:05 WIB