Petani Harap Perbaikan Bendung Irigasi PP Jebol di Terjang Banjir Segera Rampung

- Administrator

Minggu, 14 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIREUEN | METRO ACEH – Guna dapat kembali menyuplai air ke 6.562 hektare sawah berada di tujuh kecamatan. Penanganan darurat tanggul bendung irigasi Pante Lhong Peusangan (PP) di Kecamatan Juli, yang sudah dikerjakan beberapa bulan lalu diharapkan segera selesai sehingga petani dapat kembali turun ke sawah menanam padi.

Pj Swasembada Pangan Provinsi Aceh, Dr drh Agus Susanto, M.Si, didampinggi
M Kasem dari Distanbun Bireuen, kepada wartawan ditemui dilokasi, Sabtu (13/6) mengatakan. Irigasi
Pante Lhong, Bireuen mengairi sekitar 6000 hektare lebih di berbagai kecamatan.

Akibat banjir bandang terjadi Selasa-Rabu 25 s.d 26 Juni 2026 tanggul irigasi itu rusak atau jebol dan telah ditangani secara tanggap darurat. “Kami sudah mendengar berbagai penjelasan penanganan darurat dan diperkirakan akan segera selesai,” sebutnya.

Diharapkan penanganan darurat bisa cepat selesai, sehingga air sungai atau Krueng Peusangan bisa kembali mengairi sawah, jika tidak bisa mengairi semua sawah, bisa mengairi sebagian sawah. “Kasihan petani dan kita
berharap bisa ditangani semua,” ujarnya.

M Kasem dari Distanbun Bireuen menjelaskan kondisi pertanian sawah di Bireuen menunggu selesai bendung
irigasi. Petani berharap walau belum bisa mengairi seluruhnya, minimal 2.000 hektare karena sangat butuh air mengolah tanah, karena jarang turun hujan,” harapnya kepada pelaksana pekerjaan penanganan bendung irigasi.

Adapun panjang tanggul
darurat yang perlu dibangun itu panjangnya 142 meter dan telah selesai 132 meter dan kendala dihadapi derasnya aliran air sungai turun dari hulu. Setelah selesai pembangunan tanggul darurat, dilakukan penanganan secara permanen.

Sementara itu, Teguh dari PT Adhi Karya selaku penanggung jawab lapangan juga berada dilokasi mengatakan, sejak penanganan dilakukan pada Desember 2025 lalu sudah empat kali sungai air meluap mengakibatkan tanggul jebol.

“Di kawasan itu sering gerimis, tiba-tiba air naik sampai lewat tanggul lagi dikerjakan dan tidak bisa diprediksi, pekerjaan terpaksa libur, batu penahan dibawa air dan sudah diperbaiki
kembali,” ujarnya.

Bagian ujung sudah tersambung dengan dinding penahan pemecah ombak (Wingwall) untuk mencegah tanah di sekitar box culvert longsor atau terkikis oleh aliran air.

“Sudah empat kali tanggul jebol, air naik dan meluap, sehingga tebing penahan air rusak lagi,” ujarnya.

Dijelaskan, air ke mercu bendung sudah mulai mengalir. Namun kondisi  ketinggian atau tanggul saluran irigasi belum selesai (elevasi top) dari permukaan air laut rata-rata.

Saat ini, sejumlah truk sedang melansir material dan didorong ke depan dan akan tersambung dengan wing wall dan baru dilakukan penguncian. Teguh
mengatakan, apabila tidak jebol lagi kemungkin akan selesai dalam waktu dekat. (Rahmat Hidayat)

Petani Harap Perbaikan Bendung Irigasi PP Jebol di Terjang Banjir Segera Rampung

BIREUEN | METRO ACEH – Guna dapat kembali menyuplai air ke 6.562 hektare sawah berada di tujuh kecamatan. Penanganan darurat tanggul bendung irigasi Pante Lhong Peusangan (PP) di Kecamatan Juli, yang sudah dikerjakan beberapa bulan lalu diharapkan segera selesai sehingga petani dapat kembali turun ke sawah menanam padi.

Pj Swasembada Pangan Provinsi Aceh, Dr drh Agus Susanto, M.Si, didampinggi
M Kasem dari Distanbun Bireuen, kepada wartawan ditemui dilokasi, Sabtu (13/6) mengatakan. Irigasi
Pante Lhong, Bireuen mengairi sekitar 6000 hektare lebih di berbagai kecamatan.

Akibat banjir bandang terjadi Selasa-Rabu 25 s.d 26 Juni 2026 tanggul irigasi itu rusak atau jebol dan telah ditangani secara tanggap darurat. “Kami sudah mendengar berbagai penjelasan penanganan darurat dan diperkirakan akan segera selesai,” sebutnya.

Diharapkan penanganan darurat bisa cepat selesai, sehingga air sungai atau Krueng Peusangan bisa kembali mengairi sawah, jika tidak bisa mengairi semua sawah, bisa mengairi sebagian sawah. “Kasihan petani dan kita
berharap bisa ditangani semua,” ujarnya.

M Kasem dari Distanbun Bireuen menjelaskan kondisi pertanian sawah di Bireuen menunggu selesai bendung
irigasi. Petani berharap walau belum bisa mengairi seluruhnya, minimal 2.000 hektare karena sangat butuh air mengolah tanah, karena jarang turun hujan,” harapnya kepada pelaksana pekerjaan penanganan bendung irigasi.

Adapun panjang tanggul
darurat yang perlu dibangun itu panjangnya 142 meter dan telah selesai 132 meter dan kendala dihadapi derasnya aliran air sungai turun dari hulu. Setelah selesai pembangunan tanggul darurat, dilakukan penanganan secara permanen.

Sementara itu, Teguh dari PT Adhi Karya selaku penanggung jawab lapangan juga berada dilokasi mengatakan, sejak penanganan dilakukan pada Desember 2025 lalu sudah empat kali sungai air meluap mengakibatkan tanggul jebol.

“Di kawasan itu sering gerimis, tiba-tiba air naik sampai lewat tanggul lagi dikerjakan dan tidak bisa diprediksi, pekerjaan terpaksa libur, batu penahan dibawa air dan sudah diperbaiki
kembali,” ujarnya.

Bagian ujung sudah tersambung dengan dinding penahan pemecah ombak (Wingwall) untuk mencegah tanah di sekitar box culvert longsor atau terkikis oleh aliran air.

“Sudah empat kali tanggul jebol, air naik dan meluap, sehingga tebing penahan air rusak lagi,” ujarnya.

Dijelaskan, air ke mercu bendung sudah mulai mengalir. Namun kondisi  ketinggian atau tanggul saluran irigasi belum selesai (elevasi top) dari permukaan air laut rata-rata.

Saat ini, sejumlah truk sedang melansir material dan didorong ke depan dan akan tersambung dengan wing wall dan baru dilakukan penguncian. Teguh
mengatakan, apabila tidak jebol lagi kemungkin akan selesai dalam waktu dekat. (Rahmat Hidayat)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemilihan Keuchik Geulanggang Baro Banjir Hadiah, Satu Sepeda Listrik Jadi Hadiah Utama
Semen Langka Harga Tembus Rp 100 Ribu Per Zak
Buka Penguatan TP3S, Wabup Harap Perkuat Komitmen Bersama
Pengadilan Negeri Bireuen Naik Kelas 1B, Begini Pesan Bupati
Menteri PU Harapkan Petani Bireuen Segera Bangkit
Sudah 562 Gampong Terima Pencairan Dana Desa Tahap Dua
Bupati Mukhlis Fasilitasi Ambulan Jemput Pekerja Migran Sakit dari Malaysia
Kementan Bangun 140 H Cetak Sawah Rakyat SR di Lima Kecamatan

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 23:38 WIB

Pemilihan Keuchik Geulanggang Baro Banjir Hadiah, Satu Sepeda Listrik Jadi Hadiah Utama

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:14 WIB

Semen Langka Harga Tembus Rp 100 Ribu Per Zak

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:19 WIB

Buka Penguatan TP3S, Wabup Harap Perkuat Komitmen Bersama

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:18 WIB

Pengadilan Negeri Bireuen Naik Kelas 1B, Begini Pesan Bupati

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:05 WIB

Sudah 562 Gampong Terima Pencairan Dana Desa Tahap Dua

Berita Terbaru

Gambar adalah ilsutrasi.

NANGGROE

Semen Langka Harga Tembus Rp 100 Ribu Per Zak

Kamis, 30 Jul 2026 - 18:14 WIB

Wakil Bupati Bireuen, Ir H Razuardi, MT menyampaikan sambutannya, Kamis (30/7) pagi

NANGGROE

Buka Penguatan TP3S, Wabup Harap Perkuat Komitmen Bersama

Kamis, 30 Jul 2026 - 17:19 WIB

Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh, Nursyam, S.H.,MHum menandatangani prasasti kenaikan kelas Pengadilan Negeri Bireuen menjadi kelas 1B, Kamis (30/7) pagi.

NANGGROE

Pengadilan Negeri Bireuen Naik Kelas 1B, Begini Pesan Bupati

Kamis, 30 Jul 2026 - 17:18 WIB

Petugas pemadam menyiram dapur masak/sale kopra yang terbakar di Gampong Cot Bada, Kecamatan Jeumpa, Rabu (29/7) malam

PERISTIWA

Dapur Sale 2 Ton Bahan Kopra Terbakar

Kamis, 30 Jul 2026 - 17:16 WIB