BIREUEN | METRO ACEH – Guna melancarkan kembali aktivitas masyarakat. Jembatan rangka baja Pante Lhong yang ambruk diterjang banjir bandang, Rabu 26 November 2025. Saat ini lagi proses dibangun baru oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan progresnya saat ini sudah mencapai 36 persen dan target selesai Desember 2026.
Amatan Metro Aceh dilokasi proyek itu, Rabu (10/6) pagi terlihat sejumlah pekerja lagi menyelesaikan pemasangan besi untuk abutment sisi utara dan juga ada alat berat jenis excavator lagi memindahkan dan menyusun besi bulat besar untuk tiang jembatan dilokasi.
Begitu juga sejumlah mobil dum truk silih berganti berdatangan kelokasi membawa material yang dibutuhkan membangun jembatan dan penanganan lain dibutuhkan dilokasi sangat parah terdampak banjir itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rekanan pelaksana pekerjaan pembangunan jembatan Pante Lhong, Agusti Bayu dikonfirmasi wartawan, Rabu (10/6) menjelaskan, pembangunan jembatan baru Pante Lhong mulai dikerjakan setelah hari raya Idul Fitri dan ditargetkan selesai Desember 2026.
Jembatan baru itu memiliki panjang 140 meter dan lebarnya 10 meter yang terdiri dari tiga bentang jembatan, dua pilar tengah dan juga dua abutment.
Pekerjaan melibatkan 100 orang mulai dari perencana, pelaksana dan pengawasan, sampai hari ini sudah 36 persen progresnya, terang Agusti.
Catatan Metro Aceh, dampak banjir bandang menerjang Kabupaten Bireuen Selasa-Rabu 25 s.d 26 November 2025, ada delapan jembatan rangka baja dan empat jembatan gantung disepanjang aliran Krueng Peusangan putus dan ambruk yang salah satunya jembatan rangka baja Pante Lhong.
Akibat putusnya jembatan Pante Lhong sehingga akses penyeberangan dari Kecamatan Peusangan ke Peusangan Siblah Krueng dan menjadi jalur alternatif untuk jalan lintas Medan-Banda Aceh itu putus total, ditambah lagi pemukiman penduduk diwilayah itu rusak parah diterjang banjir.
Adapun jembatan mengalami kerusakan mulai dari jembatan rangka baja berada di Gampong Pante Peusangan, lokasinya di dasar jurang Km 35 Kecamatan Juli, perbatasan antara Bireuen, Bener Meriah dan Takengon.
Jembatan gantung Dusun Bivak, Gampong Krueng Simpo, di Kecamatan Juli tembus Salah Sirong Jaya, Kecamatan Jeumpa. Jembatan rangka baja Alue Limeng – Simpang Jaya, Kecamatan Juli.
Jembatan Gantung Simpang Mulia – Simpang Jaya, Kecamatan Juli. Jembatan Rangka Baja Teupin Mane jalan Bireuen-Takengon, saat ini lagi dibangun jembatan baru atau jembatan duplikasi disebelah timur jembatan lama.
Kemudian jembatan gantung Kubang Itam di Gampong Bale Panah dan jembatan gantung di Gampong Pante Baro, Kecamatan Juli. Jembatan rangka baja Ule Jalan – Suak Kecamatan Peusangan Selatan.
Jembatan rangka baja Teupin Reudep, Kecamatan Peusangan Selatan ke Awe Geutah, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng yang sudah disambung dengan jembatan Baeley untuk dijadikan jalur alternatif jalan lintas nasional Medan-Banda Aceh.
Jembatan rangka baja Pante Lhong saat ini sedang dibangun baru. Jembatan rangka baja Krueng Tingkeum Kutablang yang juga disambung jembatan Baeley dan menjadi jalur lintas nasional Medan-Banda Aceh dengan sistem buka tutup.
Sedangkan jembatan baru atau jembatan duplikasi Krueng Tingkeum lagi proses dibangun disamping jembatan lama sisi utara. Kemudian jembatan rangka baja Gampong Rancong, Kecamatan Kutablang ambruk ke sungai berada 1 km ke utara dari jembatan Kutablang juga sebagai jalur alternatif lintas Medan-Banda Aceh. (Rahmat Hidayat)






