BIREUEN|METRO ACEH-Untuk mendorong perekonomian masyarakat, serta dalam rangka melestarikan budaya tradisional khas Bireuen. Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bireuen menggelar pelatihan menenun di Oproom Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, Senin (13/4). Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Bireuen, Ir H Razuardi MT.
Pelatihan ini, diikuti sejumlah peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bireuen. Para peserta mendapat pembekalan mulai dari teknik dasar menenun, pengembangan motif khas daerah, hingga strategi pemasaran produk.
Pada pembukaan acara ini, turut dihadiri Ketua Dekranasda Kabupaten Bireuen, Ketua BKMT Kabupaten Bireuen, Pj Ketua DWP Kabupaten Bireuen, Anggota DPRK Bireuen, Para Kepala SKPK, Para Camat di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen, Ketua TP PKK Kecamatan, Ketua Pokja 2 TP PKK Kabupaten Bireuen dan Para Pengurus Dekranasda Kabupaten Bireuen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelatihan menenun diselenggarakan sebagai upaya pelestarian warisan budaya daerah sekaligus peningkatan keterampilan masyarakat dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis lokal.
Ketua Dekranasda Kabupaten Bireuen, Ny. Sadriah Mukhlis dalam sambutannya, menerangkan bahwa acara ini merupakan salah satu tugas dekranas untuk melestarikan budaya. Kegiatan ini harus bersifat berkelanjutan dan mempunyai daya saing inovasi untuk dipasarkan ke depan.
“Kabupaten Bireuen saat ini belum ada budaya yg bisa kita kembangkan. Inilah tugas dekranas untuk melestarikan dan mewariskan ke generasi berikutnya.” Ujar beliau.
Dia berharap tiap kecamatan di Kabupaten Bireuen bisa memberikan inovasinya. “Semua pelaku UMKM agar didata dan diurus izinnya.” tambah Sadriah.
Wakil Bupati Bireuen, Ir. Razuardi, MT Dalam sambutannya mengapresiasi dan menyambut baik langkah taktis Dekranasda Kabupaten Bireuen yang pada kesempatan kali ini secara khusus merekrut dan memprioritaskan anak-anak muda, pemuda-pemudi Bireuen, sebagai peserta pelatihan.
“Melalui pelatihan ini, kita berharap lahir para perajin tenun yang tidak hanya terampil, tetapi juga mampu menghasilkan produk berkualitas dan bernilai jual tinggi,” ujar Wakil Bupati.
Wakil Bupati juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, serta terus berinovasi agar produk tenun lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas, baik di tingkat regional maupun nasional.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian budaya tenun sebagai salah satu kekayaan daerah Kabupaten Bireuen. (Bahrul)






