BIREUEN|METRO ACEH – Acara lomba masak serba ikan tingkat Kabupaten Bireuen, tidak hanya sebatas kegiatan untuk meraih juara, tetapi kegiatan ini diharapkan sebagai upaya guna mendukung penurunan stunting.
Harapan itu antara lain harapan Wakil Bupati, Ir H Razuardi, MT saat membuka kegiatan lomba masak menu serba ikan yang diikuti 34 peserta berasal dari 17 kecamatan berlangsung di Pendopo Bupati, Selasa (21/7) pagi.
Wabup memberikan apresiasi kepada Ketua TP-PKK juga sekaligus Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan), Kepala DPKP dan panitia yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kabupaten Bireuen memiliki potensi perikanan yang sangat besar. “Potensi ini harus kita manfaatkan secara optimal untuk memperkuat ketahanan pangan serta mendukung upaya percepatan penurunan stunting melalui peningkatan konsumsi protein hewani,” harapnya.
Selain itu juga berharap, peserta dapat menampilkan kreativitas yang terbaik dalam mengolah berbagai menu berbahan dasar ikan yang tidak hanya lezat dan bergizi, juga inovatif, memiliki nilai ekonomi serta dapat dikembangkan jadi peluang usaha keluarga.
“Saya berharap kepada dewan juri, dapat memberi penilaian secara objektif, juga profesional, adil sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan,” tutup Wabup.
Sebelumnya, Ketua Panitia Ilyas Cut Ali, SH mengatakan tujuan lomba ini adalah meningkatkan konsumsi ikan masyarakat sebagai sumber protein yang berkualitas. Mendorong terciptanya inovasi menu berbahan dasar ikan.
Memperkenalkan aneka olahan ikan yang sehat, bergizi, mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menyeleksi peserta terbaik akan mewakili Bireuen pada lomba tingkat provinsi.
Adapun katagori lomba yaitu menu keluarga berbahan dasar ikan. Menu untuk balita dan anak. Kudapan atau makanan selingan berbahan dasar ikan, jelas Ilyas selaku Kabid Budi Daya dan Pengolahan Hasil Laut Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan Bireuen.
Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Sadriah, SKM.,MKM berharap dengan adanya pelaksanaan kegiatan ini, ibu-ibu lebih punya minat dan kemauan mengolah pangan untuk keluarga.
Dengan mengkonsumsi pangan yang sehat, secara otomatis, bisa menghasilkan generasi yang sehat dan kuat di masa akan datang. Juga menjadi generasi yang siap pakai, punya daya saing untuk mewujudkan Bireuen maju dan bermartabat, pungkasnya. (Rahmat Hidayat)






