BIREUEN|METRO ACEH-Seorang bocah asal Dusun Bivak Gampong Krueng Simpo, Kecamatan Juli dilaporkan terjatuh ke sungai dan hilang terseret arus, saat menggendarai gerobak gantung penyeberangan darurat menggunakan kabel sling, bersama ibu dan kakeknya dari Salah Sirong, Kecamatan Jeumpa, Selasa (31/3) malam.
Informasi yang diperoleh Metro Aceh menyebutkan, korban Muhammad Fadil (3) dikabarkan jatuh dalam dekapan ibunya, saat melintasi sungai menggunakan kabel sling, karena jembatan hancur akibat diterjang banjir 26 November 2025 belum diperbaiki. Setelah jatuh dari ketinggian, bocah ini lantas terbawa arus sungai yang sangat deras ditengah gelapnya malam.
Sejumlah sumber media ini menuturkan, peristiwa naas itu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB, saat Muhammad Fadil bersama ibu dan kakeknya sedang pulang dari Salah Sirong ke Bivak. Saat itu, pintu gerobak lupa dikunci lalu saat alat penyeberangan darurat ini lagi berjalan, tiba-tiba pintu terbuka dan korban jatuh dari pelukan ibunya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kejadian setelah magrib, saat itu korban ini pulang ke Bivak bersama ibu dan kakeknya, karena pintu gerobak gantung itu tak dikunci maka terbuka dan anak ini jatuh ke sungai, sampai sekarang masih terus dicari oleh warga, meski arus sungai sangat deras,” jelas sumber media ini via seluler.
Menurutnya, insiden tragis itu menyebabkan situasi panik di Salah Sirong, meski sedang diguyur hujan deras warga keluar rumah dan berbondong-bondong mencari korban, tapi upaya itu belum membuahkan hasil karena kondisi medan yang sangat berat.
Pasca bencana hidrometeorologi yang telah melanda kawasan itu, warga Bivak terisolasi dan tidak dapat mengakses ke desa terdekat untuk membeli kebutuhan pokok, maupun aktifitas lainnya. Namun, dengan adanya kabel sling darurat ini jadi solusi sementara penyeberangan di perbatasan Kecamatan Juli dan Jeumpa.
Kendati Kementrian PU beberapa waktu lalu, sempat membangun jembatan darurat tetapi karena diduga konstruksinya kurang baik, sehingga dalam tempo satu hari dikabarkan rusak diterjang arus sungai. Sehingga, warga kembali menggunakan alternatif kabel sling tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi maupun aksi tanggap dari tim SAR Bireuen. (Bahrul)






