BIREUEN|METRO ACEH-Ujian berat diujung bulan suci Ramadhan, dialami Afifuddin (50). Bilal Masjid Tanjongan, warga Dusun Kuta Kumbang, Gampong Matang Teungoh, Kecamatan Samalanga itu, hanya mampu merasakan duka mendalam, setelah rumah yang ditempati bersama anak dan istri ludes dilahap api, Kamis (19/3) siang.
Informasi yang diperoleh Metro Aceh dari saksi mata menyebutkan, rumah kontruksi semi permanen milik Afifuddin yang selama ini di tempati bersama istrinya Tgk Nurlela (50) dan Rukaya anaknya masih SD, diamuk si jago merah sekitar pukul 11.50 WIB.
Meski tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, tetapi korban kehilangan tempat tinggal H-2 hari raya Idul Fitri 1447 H. Afifuddin sangat berharap uluran tangan pemerintah, agar keluarganya mampu menghadapi ujian berat ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat ditemui media ini, korban mengaku saat kejadian itu terjadi rumah dalam kondisi kosong, karena dia sedang membersihkan mesjid menjelang hari raya. Sedangkan istri dan anaknya juga berada di luar rumah,”Kami berharap semoga pemerintah bisa memberi perhatian dan membantu kami, untuk dapat memiliki kembali rumah yang layak,” harapnya.
Keuchik Matang Teungoh, M Zubir (41) didampingi anggota keluarga korban, Faisal Ridha (41) kepada Metro Aceh di lokasi mengatakan belum diketahui pasti penyebab dan bagaimana awal terjadi kebakaran. Saat iitu, kondisi rumah kosong ditinggal pemilik.
Tiba-tiba warga melihat api berkobar dari arah dapur rumah. Warga sekitar langsung datang menyiram api, lalu menyelamatkan barang di rumah tetangga korban yang mulai dijilat api. Beruntung, upaya tersebut berhasil dan sejumlah rumah berhasil terhindari dari ancaman kebakaran.
Namun sayangnya, meski warga sudah berjibaku dan tim pemadam kebakaran pos pembantu Simpang Mamplam tiba di lokasi ini, tetapi karena api terlalu besar dan begitu cepat merambat, hingga rumah itu musnah dilahap api.
Sebagai bentuk kepedulian bagi korban Afifuddin dan tetangganya yakni T Reka Irnanda dari Pemerintah Gampong Matang Teungoh, Keuchik langsung serahkan bantuan tunai untuk kebutuhan korban dalam masa panik usai kejadian.
“Sebagai bentuk kepedulian kami dari Pemerintah Gampong kepada korban rumah terbakar dan imbas terbakar saya serahkan bantuan tunai yang bersumber dari dana desa,” ujar Keuchik Zubir.
Keuchik juga berharap kepada Pemkab Bireuen untuk dapat membantu warga nya yang mengalami musibah, apalagi menjelang hari raya Idul Fitri rumah sudah tidak ada lagi dan semoga juga dibantu pembangunan rumah baru kepada Afifuddin, harapnya. (Rahmat Hidayat).






