Rumah Korban Banjir Ludes Terbakar

- Admin

Senin, 15 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah Nurjannah warga Teupin Mane ludes rerbakar, Senin (15/12) dini hari. Latar belakang, sungai Krueng Peusangan yang sempat jadi sumber pemicu banjir bandang terparah dalam sejarah Kabupaten Bireuen.

Rumah Nurjannah warga Teupin Mane ludes rerbakar, Senin (15/12) dini hari. Latar belakang, sungai Krueng Peusangan yang sempat jadi sumber pemicu banjir bandang terparah dalam sejarah Kabupaten Bireuen.

BIREUEN|METRO ACEH-Satu rumah warga Teupin Mane, Kecamatan Juli yang berjarak hanya beberapa meter dari bibir sungai ludes terbakar, Senin (15/11) dini hari. Meskipun penyebab kebakaran belum diketahui, tetapi korban menduga ada unsur kesengajaan dan sabotase OTK.

Informasi yang diperoleh Metro Aceh menyebutkan, insiden kebakaran melahap habis rumah Nurjannah (60), bangunan berkonstruksi kayu itu dan bengkel milik anak janda ini, diamuk si jago merah sekitar pukul 03.15 WIB. Saat peristiwa itu terjadi, korban dibangunkan oleh puteranya yang baru kembali mengangkut air dari meunasah terdekat.

Seluruh harta benda korban di dalam rumah yang sebelumnya juga diterjang banjir, tidak bisa diselamatkan karena api begitu cepat menjalar dan membesar. Anehnya, ketika musibah ini terjadi listrik masih padam dan tidak ada api yang dinyalakan dalam rumah sebagai penerangan.

Zainuddin (43) salah seorang putera korban Nurjannah yang bermukim di Lhokseumawe, serta berprofesi sebagai wartawan kepada awak media ini mengaku curiga atas sebab peristiwa naas itu. Pasalnya, pemicu insiden tersebut tak jelas, karena saat kejadian listrik padam dan di rumah tidak ada api, bahkan kompor di dapur juga dalam kondisi mati.

“Saya sangat terpukul menerima kabar buruk ini, ibu saya sedang tidur dibangunkan oleh adik yang menemaninya setiap hari, hanya baju di badan yang tersisa,” ungkap jurnalis senior yang bekerja di Harian Waspada itu.

Dia telah meminta pihak keluarga segera melapor ke pihak berwajib, guna diusut dan diselidiki penyebab kebakaran yang sudah melenyapkan rumah orang tuanya itu. Karena ada kecurigaan sabotase dan unsur kesengajaan, maka dirinya berharap kasus itu bisa diungkap oleh petugas kepolisian.

Sosok yang akrab disapa Zai ini, menyampaikan ungkapan terimakasih kepada warga yang sudah berusaha memadamkan kobaran api, meski amukan si jago merah tak terkendali hingga rumah masa kecilnya itu kini menjadi puing-puing arang, sisa kebakaran.

Berdasarkan penelusuran wartawan, armada Damkar Pemkab Bireuen yang turun ke TKP, setelah melewati jembatan Teupin Mane yang hanya berjarak 100 meter dari rumah korban, tetapi gagal menyelamatkan bengkel dan rumah dari amukan si jago merah. Tetapi beruntung, berkat kesigapan petugas api yang masih berkobar dapat dipadamkan dan tidak menjalar ke bangunan terdekat lain.

Sementara Iswanur (39) anak korban yang bermukim di Kecamatan Peusangan, ketika ditemui awak media di lokasi kejadian, belum tahu penyebab kobaran api itu. Karena saat peristiwa ini terjadi, adiknya Al-Muhajir (34) lagi mengangkut air dari meunasah, untuk kebutuhan mereka. Karena sejak musibah banjir, mereka terisolasi akibat jembatan Teupin Mane terputus, listrik padam total dan suplai air bersih kosong.

“Untuk listrik ada genset hingga pukul 00.00 WIB, kebakaran sekitar pukul 03.15 WIB jadi ini bukan konsleting listrik,” jelas Iswanur.

Nurjannah saat ditanyai wartawan terlihat shock dan sangat terpukul atas musibah ini, dia mengaku tidak tahu penyebab kebakaran karena sedang tertidur. Api muncul di dapur lalu membakar semua rumahnya, namun dia yakin tidak ada kompor yang menyala, usai memasak pada pagi hari sekira pukul 11.00 WIB.

“Saya lagi tidur dibangunkan oleh anak, api sudah mulai besar di dapur dan cepat sekali membakar rumah kami,” ungkapnya lirih saat ditemui lagi duduk di teras belakang sembari memandangi puing-puing rumah yang telah ludes.(Bahrul)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel www.metroaceh.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

CRV dan Tronton Ringsek Tabrakan, Tiga Korban Terluka
Rumah Warga Cot Tunong Ludes Terbakar
Truk Kopdes Merah Putih Asal Tangerang Tabrakan Beruntun di Kutablang
Ditabrak Bus Putra Pelangi Dua Warga Tewas
Dapur Sale 2 Ton Bahan Kopra Terbakar
Korban Tenggelam di Laut Jangka Ditemukan
Anak 12 Tahun Tenggelam di Laut Jangka
Bus Putra Pelangi Jatuh ke Sawah

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:11 WIB

CRV dan Tronton Ringsek Tabrakan, Tiga Korban Terluka

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Rumah Warga Cot Tunong Ludes Terbakar

Senin, 14 September 2026 - 18:12 WIB

Truk Kopdes Merah Putih Asal Tangerang Tabrakan Beruntun di Kutablang

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Ditabrak Bus Putra Pelangi Dua Warga Tewas

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:16 WIB

Dapur Sale 2 Ton Bahan Kopra Terbakar

Berita Terbaru

Rektor UNIKI Bireuen, Dr Zainuddin Iba, SE.,MM melepas mahasiswa peserta Program Mahasiswa Berdampak Aksara 2026 ke Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (21/10).

NANGGROE

Mahasiswa UNIKI Laksanakan Pengabdian Aksara di Aceh Tengah

Rabu, 21 Okt 2026 - 20:03 WIB

Barang bukti mobil tangki sudah dimodifikasi dan jeriken berisi BBM subsidi diamankan tim Satreskrim Polres Bireuen, Selasa (20/10).

HUKUM & KRIMINAL

Satreskrim Amankan Satu Pelaku dan Dua Mobil Tangki Dimodifikasi

Rabu, 21 Okt 2026 - 20:02 WIB

HUKUM & KRIMINAL

Satreskrim Bekuk Mantan Supir Pribadi Kuras Saldo Majikan 585 Juta Lebih

Rabu, 21 Okt 2026 - 20:01 WIB

PENDIDIKAN

MIN 14 Bireuen Santuni 43 Anak Yatim dalam Peringatan Maulid

Rabu, 21 Okt 2026 - 19:30 WIB

PERISTIWA

CRV dan Tronton Ringsek Tabrakan, Tiga Korban Terluka

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:11 WIB