Kejati Aceh Diminta Usut Dugaan Korupsi KIP Bireuen

- Publisher

Minggu, 23 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua SAPA, Fauzan Adami

Ketua SAPA, Fauzan Adami

BIREUEN|METRO ACEH-Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA) menerima berbagai laporan dari masyarakat terkait dugaan penyimpangan dalam pengelolaan anggaran Pemilu dan Pilkada di Kabupaten Bireuen.

Menanggapi laporan tersebut, SAPA mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh untuk segera turun tangan dan melakukan pemeriksaan terhadap penggunaan dana yang bersumber dari APBN dan APBK tahun anggaran 2023-2024.

Ketua SAPA, Fauzan Adami, mengungkapkan bahwa dugaan penyimpangan tersebut mencakup beberapa aspek, di antaranya pemotongan dana operasional Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 609 gampong di Kabupaten Bireuen, pengadaan seragam, jasa pembuatan laporan, serta pelaksanaan tes urine.

Selain itu, terdapat indikasi adanya fee dalam proyek pengadaan Alat Peraga Kampanye (APK) pasangan calon bupati dan wakil bupati yang disebar di seluruh pelosok desa.

“Kami menerima laporan bahwa ada pemotongan dana operasional PPS dan berbagai penyimpangan dalam pengadaan barang serta jasa terkait Pemilu dan Pilkada. Oleh karena itu, kami meminta Kejati Aceh segera melakukan penyelidikan agar dapat dipastikan apakah benar terjadi pelanggaran atau tidak,” kata Fauzan kepada media ini.

Ia menegaskan bahwa transparansi dalam penggunaan anggaran pemilu sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik. SAPA juga akan menyurati Komisi Independen Pemilihan (KIP) Bireuen guna meminta laporan detail terkait penggunaan anggaran tersebut.

“Diperlukan keterbukaan dari KIP agar tidak muncul isu liar di tengah masyarakat. Publik berhak mengetahui bagaimana dana tersebut dialokasikan dan apakah sesuai dengan peruntukannya atau tidak,” tambahnya.

Fauzan juga mengingatkan aparat penegak hukum untuk bersikap profesional dan tidak membiarkan dugaan korupsi berlalu tanpa proses hukum yang jelas. Ia menilai Kejati Aceh harus mengambil langkah konkret dalam mengaudit dan mengusut indikasi penyimpangan anggaran pemilu dan pilkada di Bireuen.

“Jangan sampai ada kesan bahwa dugaan korupsi dalam pengelolaan anggaran pemilu dan pilkada dibiarkan begitu saja. Jika ada bukti penyelewengan, maka harus ditindak tegas siapapun pelakunya. Namun, jika tidak ada, perlu ada klarifikasi resmi kepada publik agar isu ini tidak berkembang liar dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penyelenggara pemilu,” tegasnya.

Lebih lanjut, Fauzan mengungkapkan bahwa laporan yang diterima SAPA tidak hanya sebatas penyimpangan anggaran, tetapi juga dugaan aliran dana kepada pihak-pihak tertentu yang diduga menghambat proses penegakan hukum di tingkat lokal.

Oleh sebab itu, ia menilai bahwa penanganan kasus ini harus dilakukan secara profesional dan transparan oleh Kejati Aceh. “Siapapun yang bermain dengan uang negara harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Jangan sampai praktik korupsi dibiarkan begitu saja hingga menjadi budaya yang terus berulang dan merugikan daerah serta masyarakat,” tutupnya.(Bahrul)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel www.metroaceh.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PUPR Gelar Diskusi Publik Bahas RDTR Perkotaan Bireuen
Dilepas Simbolis Bupati, Petambak Ule Jangka Terima Bantuan 2 Juta Benur Vaname
Ratusan Mahasiswa Baru UIA Peusangan Ikuti PBAK
Guru MIN 53 Bireuen Dimintai “Uang Damai” Rp 20 Juta
Jembatan Baru Kutablang Dibuka Uji Coba 20 September
Kapolres Narasumber Pomaba UNIKI
SMKN 1 Bireuen Dapat Bantuan Mechanic Truster Tool dari PT Honda Capella Medan
HUT ke-25, Demokrat Bireuen Gelar Donor Darah

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 17:58 WIB

PUPR Gelar Diskusi Publik Bahas RDTR Perkotaan Bireuen

Selasa, 1 September 2026 - 17:32 WIB

Dilepas Simbolis Bupati, Petambak Ule Jangka Terima Bantuan 2 Juta Benur Vaname

Selasa, 1 September 2026 - 16:50 WIB

Ratusan Mahasiswa Baru UIA Peusangan Ikuti PBAK

Selasa, 1 September 2026 - 14:56 WIB

Guru MIN 53 Bireuen Dimintai “Uang Damai” Rp 20 Juta

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:07 WIB

Jembatan Baru Kutablang Dibuka Uji Coba 20 September

Berita Terbaru

Asisten III Setdakab Bireuen, Zamzami, SPd.,MM membuka seleksi Seleksi Beasiswa Thalabah Hafiz Alquran di gelar Dinas Pendidikan Dayah, Selasa (1/9) pagi.

NASIONAL

485 Santri Ikuti Seleksi Beasiswa Thalabah Hafiz Alquran

Selasa, 1 Sep 2026 - 17:59 WIB

Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis, ST menyampaikan sambutannya, di Opprom Setdakab, Selasa (2/9) pagi.

NANGGROE

PUPR Gelar Diskusi Publik Bahas RDTR Perkotaan Bireuen

Selasa, 1 Sep 2026 - 17:58 WIB

Ratusan mahasiswa baru UIA Paya Lipah Peusangan, Kabupaten Bireuen, mengikuti Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di Aula Tgk Chik Abdurrahman, Kampus Paya Lipah.

NANGGROE

Ratusan Mahasiswa Baru UIA Peusangan Ikuti PBAK

Selasa, 1 Sep 2026 - 16:50 WIB

NANGGROE

Guru MIN 53 Bireuen Dimintai “Uang Damai” Rp 20 Juta

Selasa, 1 Sep 2026 - 14:56 WIB