Uni Eropa Ancam Tolak Komoditi Sawit

- Publisher

Sabtu, 11 Agustus 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIREUEN|METRO ACEH.com- Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, atas aksi perambahan hutan lindung dan konservasi, Uni Eropa (UE) dikabarkan mengancam menolak masuknya komoditi sawit ke benua tersebut. 

Demikian diungkap Presedium Aceh Green Comnunity (AGC) Bireuen, Suhaimi Hamid kepada Metro Aceh, Sabtu (11/8). Menurutnya, hal itu sesuai kesepakatan dalam workshop Development Solutions Uni Eropa, di Hotel Shangri La, Jakarta pada Jumat (10/8) kemarin. 
“Sawit tidak diterima lagi di Uni Eropa, apabila proses budidayanya terjadi perambahan hutan, baik hutan lindung maupun konservasi dan ini sudah disepakati dalam perjanjian perdagangan bebas,” ungkapnya. 
Suhaimi atau yang akrab disapa Abu Suhai, melalui realease AGC diterima  Metro Aceh, mengatakan bahwa Aceh Green Commumty (AGC) mendukung hasil perjanjian perdagangan bebas atau Free Trade Agreement antara Uni Eropa dan Indonesia, untuk menolak produk pertanian dan perkebunam yang merusak lingkungan global. 
Suhaimi menjelaskan, worshop itu  dihadiri 50 pemangku kepentingan mewakili organisasi non pemerintah, cluster bisnis, organisasi buruh, aktor masyarakat sipil lain dan organisasi internasional. 
“Kami mendukung hasil perjanjian perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA) antara Uni Eropa dan Indonesia, yang menolak produk-produk pertanian yang merusak lingkungan masuk ke pasar Eropa,” ujarnya.
Selain itu AGC juga mengharapkan, agar Pemerintah Indonesia dan Aceh dapat membuat kebijakan, yang berlandaskan International Public Goods (IPGs) agar semua produk-produk masyarakat Aceh dapat di pasarkan di tingkat internasional.
“Setuju tidak setuju, FTA tetap dijalankan karena bagian komitmen perdagangan global. Nah, sekarang kita harus mempersiapkan produk-produk masyarakat kita agar dapat bersaing dengan produk global,” tegas Suhaimi.
Kita tertinggal jauh sekali dengan negara lain, apalagi di Uni Eropa, sudah saatnya pemerintah secara bersama mengejar ketertingalan itu. Uni Eropa dan Indonesia juga berkomitmen penuh terhadap isu-su lingkungan dalam FTA, seperti budidaya sawit yang tidak ramah lingkungan. 
Untuk itu, organisasi masyarakat juga diharapkan harus melaporkan perusahaan perusahaan sawit merusak lingkungan, kemudian produk-produk sawit tersebut akan ditolak di pasar Eropa.
“Sawit tidak diterima lagi di Uni Eropa apabila dalam proses budidaya terjadi perambahan hutan lindung maupun hutan konservasi ini sudah disepakati dalam perjanjian perdagangan bebas,” terangnya.
Hasil dari Penilaian Dampak Berkelanjutan atau Sustainability Impact Assessment: (SIAs) ini juga berpotensi mempengaruhi dimensi ekonomi, sosial, hak asasi manusia dan lingkungan di masing masing mitra dagang dan di negara negara yang terkena dampak lainnya. 
“Hal ini sejalan dengan misi AGC untuk tidak mempromosikan produk pertanian yang tidak ramah lingkungan, dan perkebunan tidak melindungi kawasan ungkapan air, High Conservation Value (HCV) dan kendor satwa,” tutup Suhaimi berterimakasih telah diundang mengikuti kegiatan penting dimaksud. (MA 08)
Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel www.metroaceh.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Maulid Akbar Samalanga, 447 Anak Yatim Terima Santunan
Pemkab Bireuen Hibah Tanah untuk Kantor Kemenhaj
Ulama, Pejabat Bersama Ribuan Santri Doa Bersama Peringati HAUL Ke II Tusop Jeunieb
Peringati Maulid Nabi Camat Pandrah Santuni Puluhan Anak Yatim
Waled Ibrahim Pimpinan Baru Dayah Darul Falah Jeunieb, Ini Pesan Bupati
Hadiri Rakernas I APTISI, Amiruddin Idris Tegaskan Komitmen Majukan Pendidikan Tinggi Aceh
Dilepas Ketua PMI, Warga Cot Buket Antusias Ikut Jalan Santai HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Dosen Faperta UNIKI Manfaatkan Limbah Pertanian Jadi Pakan Alternatif Ternak

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:08 WIB

Maulid Akbar Samalanga, 447 Anak Yatim Terima Santunan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:07 WIB

Pemkab Bireuen Hibah Tanah untuk Kantor Kemenhaj

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:37 WIB

Ulama, Pejabat Bersama Ribuan Santri Doa Bersama Peringati HAUL Ke II Tusop Jeunieb

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:36 WIB

Peringati Maulid Nabi Camat Pandrah Santuni Puluhan Anak Yatim

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Hadiri Rakernas I APTISI, Amiruddin Idris Tegaskan Komitmen Majukan Pendidikan Tinggi Aceh

Berita Terbaru

Sejumlah anak yatim mendapat santunan dalam peringatan Maulid Akbar Kecamatan Samalanga di Masjid Besar Samalanga, Selasa (25/8) pagi.

NANGGROE

Maulid Akbar Samalanga, 447 Anak Yatim Terima Santunan

Selasa, 25 Agu 2026 - 14:08 WIB

Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis, ST dan Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Bireuen, H Sulaimannur, SAg serah terima aset lahan untuk Kantor Kemenhaj, Senin (24/8) di Pendopo Bupati.

NANGGROE

Pemkab Bireuen Hibah Tanah untuk Kantor Kemenhaj

Selasa, 25 Agu 2026 - 14:07 WIB

PERISTIWA

Ditabrak Bus Putra Pelangi Dua Warga Tewas

Selasa, 25 Agu 2026 - 14:00 WIB