Sengketa Tapal Batas Dua Desa,  Warga Datangi Kantor Bupati Pidie

- Administrator

Sabtu, 1 September 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah perwakilan warga Gampong Ujong Pie dan Gampong Sagoe,  Kecamatan Muara Tiga,  Pidie sedang berdialog di kantor Bupati setempat,  Sabtu (1/9) (Amir Sagita)

Sejumlah perwakilan warga Gampong Ujong Pie dan Gampong Sagoe,  Kecamatan Muara Tiga,  Pidie sedang berdialog di kantor Bupati setempat,  Sabtu (1/9) (Amir Sagita)

SIGLI|METROACEH.COM-Buntut perselisihan dan sengketa tapal batas dua desa di Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie berujung aksi protes. Ratusan warga  dilaporkan mendatangi kantor bupati, Sabtu (1/9). Mereka meminta, pemerintah daerah segera turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut.

 
Pantauan Metro Aceh, ratusan warga Desa Ujong Pie yang menggunakan mobil bak terbuka, berkumpul di halaman Kantor Bappeda Pidie. Mereka menanti delegasi dari desa itu dan Desa Sagoe, yang berdialog dengan Sekdakab Pidie, guna menyelesaikan sengketa batas dua desa tersebut.
 
Warga dari Desa Ujong Pie dan Desa Sagoe, selama ini sama-sama mengklaim area lapangan di perbatasan gampong (desa), sebagai milik kedua desa itu. Sehingga, persoalan tersebut harus diselesaikan secara bijaksana oleh pihak pemerintah kabupaten.
Sebelum bertemu pejabat daerah, Keuchik Ujong Pie,  M Risyad kepada Metro Aceh menuturkan, tanah lapang tersebut merupakan milik warga Ujong Pie. Tetapi, warga Gampong Sagoe tidak bisa menerima kondisi itu, serta mengaku  tanah itu milik adat gampong Sagoe. Sementara, dari hasil pemetaan yang dilakukan oleh LSM pasca tsunami tahun 2005 lalu, jelas masuk dalam wilayah Ujong Pie.
“Kami datang ke kantor bupati untuk meminta pemerintah daerah, menyelesaikan sengketa tapal batas ini supaya tidak menjadi konflik,”jelasnya. 
Menurut M Risyad, tanah lapang itu kini sedang dibangun pagar, untuk lapangan sepak bolai. Tetapi warga Desa Sagoe menghalagi, serta meminta pihak Ujong Pie tidak melanjutkan pembangunannya. Bahkan, memagar tanah tersebut,  sehingga warga tidak bisa lagi melanjutkan pembangunan lapangan dimaksud. Untuk menghindari pertikaian, pihaknya mendatangi kantor bupati serta meminta bantuan, supaya memediasi persoalan ini.
Hingga berita ini ditulis, kedua kubu yang berselisih itu sedang bernegosiasi, dalam rapat tertutup dengan difasilitasi oleh Sekdakab Pidie, Mulyadi di ruangan rapat Setdakab setempat (MA 14).
Facebook Comments Box

Berita Terkait

Penyaluran Uang Meugang Bantuan Presiden Menunggu Surat Edaran
Perkuat Ekosistem Keuangan CIMB Niaga Syariah Hadir di Bireuen
Wagub Aceh Rapat Bersama Korban Banjir
Dukung Pemulihan Pasca Banjir, Ketua PMI Temui Bupati
Tiga Pejabat Kejari Bireuen Dirotasi, Siara Nedy Jadi Kacab Kota Bakti
Catut Nama Kasi Pidsus Pidie, Aksi Penipuan Jerat Korban
Dukung Pemulihan Aceh Tamiang, Kapolda Serahkan Perangkat Korve Untuk Taruna Akpol
Cendana Auto Film Solusi Mobil Indah

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 01:06 WIB

Penyaluran Uang Meugang Bantuan Presiden Menunggu Surat Edaran

Rabu, 11 Februari 2026 - 15:31 WIB

Perkuat Ekosistem Keuangan CIMB Niaga Syariah Hadir di Bireuen

Senin, 9 Februari 2026 - 00:42 WIB

Wagub Aceh Rapat Bersama Korban Banjir

Jumat, 6 Februari 2026 - 23:06 WIB

Dukung Pemulihan Pasca Banjir, Ketua PMI Temui Bupati

Kamis, 29 Januari 2026 - 14:56 WIB

Tiga Pejabat Kejari Bireuen Dirotasi, Siara Nedy Jadi Kacab Kota Bakti

Berita Terbaru

Wagub Aceh, Fadhullah dan Bupati Bireuen, H Mukhlis ST bersama pejabat terkait menggelar rapat koordinasi bersama para keuchik di Balai Desa Kecamatan Peusangan, Minggu (8/2) sore.

NANGGROE

Wagub Aceh Rapat Bersama Korban Banjir

Senin, 9 Feb 2026 - 00:42 WIB

Bupati Bireuen, H Mukhlis ST dan Ketua DPRK Bireuen, Juniadi SH dan anggota DPRK Bireuen, Taufiq Ridha bersama Ketua PMI Bireuen, Edi Obama

NANGGROE

Dukung Pemulihan Pasca Banjir, Ketua PMI Temui Bupati

Jumat, 6 Feb 2026 - 23:06 WIB