BIREUEN|METRO ACEH-Satu rumah warga Teupin Mane, Kecamatan Juli yang berjarak hanya beberapa meter dari bibir sungai ludes terbakar, Senin (15/11) dini hari. Meskipun penyebab kebakaran belum diketahui, tetapi korban menduga ada unsur kesengajaan dan sabotase OTK.
Informasi yang diperoleh Metro Aceh menyebutkan, insiden kebakaran melahap habis rumah Nurjannah (60), bangunan berkonstruksi kayu itu dan bengkel milik anak janda ini, diamuk si jago merah sekitar pukul 03.15 WIB. Saat peristiwa itu terjadi, korban dibangunkan oleh puteranya yang baru kembali mengangkut air dari meunasah terdekat.
Seluruh harta benda korban di dalam rumah yang sebelumnya juga diterjang banjir, tidak bisa diselamatkan karena api begitu cepat menjalar dan membesar. Anehnya, ketika musibah ini terjadi listrik masih padam dan tidak ada api yang dinyalakan dalam rumah sebagai penerangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Zainuddin (43) salah seorang putera korban Nurjannah yang bermukim di Lhokseumawe, serta berprofesi sebagai wartawan kepada awak media ini mengaku curiga atas sebab peristiwa naas itu. Pasalnya, pemicu insiden tersebut tak jelas, karena saat kejadian listrik padam dan di rumah tidak ada api, bahkan kompor di dapur juga dalam kondisi mati.
“Saya sangat terpukul menerima kabar buruk ini, ibu saya sedang tidur dibangunkan oleh adik yang menemaninya setiap hari, hanya baju di badan yang tersisa,” ungkap jurnalis senior yang bekerja di Harian Waspada itu.
Dia telah meminta pihak keluarga segera melapor ke pihak berwajib, guna diusut dan diselidiki penyebab kebakaran yang sudah melenyapkan rumah orang tuanya itu. Karena ada kecurigaan sabotase dan unsur kesengajaan, maka dirinya berharap kasus itu bisa diungkap oleh petugas kepolisian.
Sosok yang akrab disapa Zai ini, menyampaikan ungkapan terimakasih kepada warga yang sudah berusaha memadamkan kobaran api, meski amukan si jago merah tak terkendali hingga rumah masa kecilnya itu kini menjadi puing-puing arang, sisa kebakaran.
Berdasarkan penelusuran wartawan, armada Damkar Pemkab Bireuen yang turun ke TKP, setelah melewati jembatan Teupin Mane yang hanya berjarak 100 meter dari rumah korban, tetapi gagal menyelamatkan bengkel dan rumah dari amukan si jago merah. Tetapi beruntung, berkat kesigapan petugas api yang masih berkobar dapat dipadamkan dan tidak menjalar ke bangunan terdekat lain.
Sementara Iswanur (39) anak korban yang bermukim di Kecamatan Peusangan, ketika ditemui awak media di lokasi kejadian, belum tahu penyebab kobaran api itu. Karena saat peristiwa ini terjadi, adiknya Al-Muhajir (34) lagi mengangkut air dari meunasah, untuk kebutuhan mereka. Karena sejak musibah banjir, mereka terisolasi akibat jembatan Teupin Mane terputus, listrik padam total dan suplai air bersih kosong.
“Untuk listrik ada genset hingga pukul 00.00 WIB, kebakaran sekitar pukul 03.15 WIB jadi ini bukan konsleting listrik,” jelas Iswanur.
Nurjannah saat ditanyai wartawan terlihat shock dan sangat terpukul atas musibah ini, dia mengaku tidak tahu penyebab kebakaran karena sedang tertidur. Api muncul di dapur lalu membakar semua rumahnya, namun dia yakin tidak ada kompor yang menyala, usai memasak pada pagi hari sekira pukul 11.00 WIB.
“Saya lagi tidur dibangunkan oleh anak, api sudah mulai besar di dapur dan cepat sekali membakar rumah kami,” ungkapnya lirih saat ditemui lagi duduk di teras belakang sembari memandangi puing-puing rumah yang telah ludes.(Bahrul)






