BIREUEN|METRO ACEH-Ribuan warga dari berbagai pelosok desa yang hadir di ruang terbuka hijau (RTH) Cot Gapu, Selasa (7/10), menjadi saksi sejarah kemeriahan suasana malam pembukaan HUT Kabupaten Bireuen ke 26.
Cahaya bulan purnama, juga seolah ikutserta menambah gemerlap malam sakral, untuk menyambut perhelatan akbar yang digelar pemerintah daerah dengan beragam hiburan yang disuguhkan secara kolosal bagi publik di seantero Kabupaten Bireuen.
Malam Open Ceremony “Maha Karya Bumoe Jeumpa” yang menandai dimulainya seluruh rangkaian kegiatan memperingati HUT ke 26 berdirinya Kabupaten Bireuen, menampilkan berbagai suguhan menarik serta menghibur dengan aneka seni budaya daerah. Selain itu, pameran pembangunan/Expo UMKM yang dikerubungi para pengunjung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pantauan media ini, usai pagelaran kesenian tampak Ketua Panitia, Dailami S.Hut terlihat menyampaikan laporan resmi terkait agenda rangkain HUT ke 26 yang berlangsung enam hari. Dilanjutkan, pemutaran film dokumenter tentang H Mukhlis ST yang menjadi sosok pemimpin Kabupaten Bireuen pilihan rakyat.
Penampilan artis nasional asal Bireuen, Cut Zuhra dan grup Band Sukat Tujoh, juga ikut melengkapi suguhan hiburan berkelas bagi ribuan pengunjung yang memadati lokasi RTH Cot Gapu.
Bupati Bireuen, H Mukhlis ST saat membuka acara itu mengaku, peringatan HUT tahun ini diselenggarakan semeriah mungkin, untuk dipersembahkan kepada seluruh masyarakat agar memberi kebahagiaan, dalam suasana suka cita menyambut hari jadi kabupaten tercinta ini.
“Perayaan HUT Kabupaten Bireuen ini, bukan hanya seremoni semata. Namun, menjadi momentun penting yang memiliki makna berarti, dalam menata dan membangun masa depan lebih baik,” ungkapnya.
Menurut H Mukhlis, rangkaian HUT ke 26 dimeriahkan dengan Pekan Kebudayaan Bireuen, dirancang sedemikian rupa supaya menghadirkan kebahagiaan sekaligus untuk memperkuat identitas dan budaya khas yang dimiliki masyarakat Kabupaten Bireuen.
“Kita juga ingin membuktikan bahwa fokus pembangunan bukan hanya pada aspek fisik dan ekonomi saja, tetapi membangun jiwa, akhlak dan kebersamaan sosial sebagai bentuk kebersamaan, mewujudkan Bireuen yang gemilang,” ujar H Mukhlis.
Selain itu sebutnya, aspek spiritual serta kebudayaan juga menjadi atensi program pembangunan dimasa kepemimpinannya. Ditambahkannya, pameran pembangunan dan Expo UMKM, zikir bersama dan maulid nabi merupakan wujud rasa syukur serta untuk terus memperkokoh tali silaturahmi diantara semua lapisan masyarakat.
“Kami mengajak semua kalangan, baik itu unsur aparatur pemerintah daerah, para ulama, akademisi, pelaku usaha dan pemuda agar terus bersatu padu membangun masa depan Bireuen yang maju dan bermartabat,” tegasnya.
Menutup sambutannya, H Mukhlis berharap momentun peringatan HUT ke 26 ini menjadi ajang refleksi diri, atas perjalanan panjang pembangunan daerah dengan semangat kebersamaan, serta konsolidasi menuju arah masa depan Kabupaten Bireuen yang lebih gemilang. (Bahrul)






