SABANG|METRO ACEH – Pemerintah Kota Sabang terus mendorong pengembangan wisata berbasis edukasi lingkungan sebagai bagian dari strategi membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pelestarian alam. Melalui program wisata edukatif di berbagai destinasi alam, anak-anak sekolah dan remaja diajak untuk belajar langsung dari alam Sabang yang kaya dan unik.
Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Syamsurizal, mengatakan bahwa wisata edukasi lingkungan merupakan langkah penting dalam membentuk pola pikir peduli lingkungan sejak dini. Sabang, dengan kekayaan hayati laut dan daratnya, dinilai sangat ideal untuk menjadi laboratorium alam terbuka bagi generasi muda.
“Kami tidak hanya menjual keindahan alam, tapi juga ingin mengajarkan makna menjaga dan merawatnya. Wisata edukasi ini adalah jembatan antara rekreasi dan pembelajaran,” ujar Syamsurizal, Sabtu (1/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Beberapa lokasi yang kini difungsikan sebagai kawasan wisata edukasi antara lain Pulau Rubiah sebagai pusat pengenalan ekosistem terumbu karang, Gua Sarang sebagai contoh ekosistem pesisir dan tebing karst, serta kawasan hutan mangrove di Pantai Anoi Itam yang digunakan untuk kegiatan penanaman pohon dan pengamatan burung.
Syamsurizal menjelaskan bahwa program ini tidak hanya menyasar pelajar lokal, tetapi juga terbuka bagi sekolah dari luar Sabang yang ingin melakukan kegiatan study tour bertema lingkungan. Dinas Pariwisata bekerja sama dengan sekolah, komunitas lingkungan, dan pemandu wisata bersertifikat dalam penyelenggaraannya.
“Misalnya, di Pulau Rubiah, peserta bisa mengenal jenis-jenis karang, cara transplantasi karang, dan bagaimana dampak perubahan iklim terhadap laut. Semua dikemas dengan pendekatan yang interaktif dan menyenangkan,” katanya.
Kegiatan ini juga didukung dengan materi visual, permainan edukatif, dan praktik langsung di lapangan. Melalui pendekatan tersebut, diharapkan peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga pengalaman yang membekas dan membentuk sikap positif terhadap alam.
Syamsurizal menambahkan, wisata edukasi juga menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal dan pemandu wisata untuk mengembangkan produk layanan berbasis pengetahuan, serta memperluas segmen wisatawan yang datang ke Sabang.
“Kami ingin Sabang dikenal sebagai destinasi yang tidak hanya indah, tetapi juga mendidik dan membentuk karakter generasi yang mencintai lingkungan,” ujarnya.
Dengan penguatan program wisata edukasi lingkungan, Sabang menegaskan komitmennya sebagai destinasi yang tidak hanya berkelanjutan dari sisi ekologi, tetapi juga dari sisi sosial dan generasi masa depan.[red]






