Menelusuri Jejak Sejarah Mesjid Tuha Geurudong Pase Yang Terlupakan

- Admin

Selasa, 12 Februari 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Yola Novita Puteri

ACEH UTARA|METRO ACEH-Masa lalu kejayaan Islam di Aceh, memang telah menorehkan beragam kisah menarik, yang menjadi catatan sejarah. Bahkan, sejumlah situs peninggalan bersejarah itu, menjadi bukti peradaban yang nyaris terlupakan.

Seperti cagar budaya “Mesjid Tuha” di Desa Dayah Seupeng, Kecamatan Geureudong Pase, Kabupaten Aceh Utara yang luput dari perhatian dan tak pernah dilestarikan. Sehingga, situs ini terbengkalai meski menyimpan sejuta kisah sejarah peradaban Islam dimasa lalu.

Berdasarkan penelusuran Metro Aceh, diketahui bangunan berarsitektur Arab Melayu itu, dibangun sekitar abad 18 dan menjadi pusat pengembangan Islam di kawasan pedalaman bekas kerajaan Samudera Pasai. Atau berjarak beberapa kilometer ke arah selatan Kota Geudong.

Bangunan tua yang menjadi saksi bisu sejarah Islam itu, menjadi rumah ibadah dan pusat perkembangan ajaran tauhid ini. Sejak berdiri sejak dua abad silam, terus digunakan sebagai tempat pertemuan, dan shalat berjemaah hingga tahun 1990.

Namun, setelah itu Mesjid Tuha di Desa Dayah Seupeng, dibiarkan terlantar dan tak terurus. Bahkan, hingga kini bangunan klasik itu, hanya menyisakan puing-puing dibalik sejarah indah yang telah ditelan waktu. Meski begitu warga setempat, tetap mengingat mesjid ini sebagai bagian dari sejarah desa itu.

Seperti penuturan Keuchik Dayah Seupeng, Marzuki saat dijambangi awak media ini, Senin (11/2). Dia mengaku, jika bangunan itu menjadi bukti kejayaan Islam, sebagai salah satu situs sejarah aset daerah yang harusnya dilestarikan.

Marzuki menuturkan, selama ini Mesjid Tuha ini, hanya direhab dengan sumber swadaya masyarakat, sehingga belum memberi hasil maksimal. Masyarakat di Desa Dayah Seupeng, menanti dedikasi Pemkab Aceh Utara, ataupun Pemprov Aceh melalui instansi terkait agar mau melakukan pemugaran sejumlah situs sejarah di kawasan itu.

“Kami berharap, Dinas Syariat Islam Provinsi Aceh, Badan Dayah ataupun pihak terkait. Supaya mau berkunjung ke Geurudong Pase, untuk melihat kondisi mesjid-mesjid dan makam raja-raja dulu yang masih tersisa di desa kami ini,” ungkap Marzuki.

Dia menambahkan, jika ada sentuhan perhatian dan bantuan, untuk dilakukan pemugaran. Bukan tidak mungkin, selain melestarikan situs-situs sejarah yang masih tersisa, juga diyakini akan menjadi magnet tersendiri, dalam menarik para pengunjung lokasi cagar budaya itu. Sehingga, berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat di sekitar lokasi, serta kawasan itu bisa berubah jadi salah satu destinasi wisata religi di Aceh.

Sebelum mengakhiri perbincangan dengan awak media ini, Marzuki sempat mengaku jika masyarakat setempat juga berusaha menjaga Mesjid Tuha, melalui aktifitas gotong royong membersihkan areal disekitar bangunan itu. Disamping menghimpun dana sukarela, untuk segera memperbaiki sarana ibadah sekaligus situs sejarah tersebut.(**)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel www.metroaceh.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa UNIKI Laksanakan Pengabdian Aksara di Aceh Tengah
Ketua LPPM UNIKI Pimpin Tim Ahli Pembangunan Sekolah Rakyat Pidie Jaya
Jelang MUSLIM Ke X, Edi Obama Ajak Ciptakan Suasana Sejuk
124 Peserta Bersaing Rebut Juara MTQ ke-38 Kecamatan Peudada
MGMP Sejarah Gelar Dialog Budaya Sebagai Narasumber di Gampong Pulo Iboeh Jangka
Pemerintah Bantu Rp 30 Milyar Perbaiki Jalan Lueng Danun Sampai Pante Karya Rusak
Satlantas Razia Knalpot Brong di Kota Bireuen
Bupati Serahkan Lima Excavator Mendagri Tangani Banjir di Pante Kaya dan Rheum Barat

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Mahasiswa UNIKI Laksanakan Pengabdian Aksara di Aceh Tengah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Ketua LPPM UNIKI Pimpin Tim Ahli Pembangunan Sekolah Rakyat Pidie Jaya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:03 WIB

Jelang MUSLIM Ke X, Edi Obama Ajak Ciptakan Suasana Sejuk

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:38 WIB

124 Peserta Bersaing Rebut Juara MTQ ke-38 Kecamatan Peudada

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:22 WIB

MGMP Sejarah Gelar Dialog Budaya Sebagai Narasumber di Gampong Pulo Iboeh Jangka

Berita Terbaru

Rektor UNIKI Bireuen, Dr Zainuddin Iba, SE.,MM melepas mahasiswa peserta Program Mahasiswa Berdampak Aksara 2026 ke Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (21/10).

NANGGROE

Mahasiswa UNIKI Laksanakan Pengabdian Aksara di Aceh Tengah

Rabu, 21 Okt 2026 - 20:03 WIB

Barang bukti mobil tangki sudah dimodifikasi dan jeriken berisi BBM subsidi diamankan tim Satreskrim Polres Bireuen, Selasa (20/10).

HUKUM & KRIMINAL

Satreskrim Amankan Satu Pelaku dan Dua Mobil Tangki Dimodifikasi

Rabu, 21 Okt 2026 - 20:02 WIB

HUKUM & KRIMINAL

Satreskrim Bekuk Mantan Supir Pribadi Kuras Saldo Majikan 585 Juta Lebih

Rabu, 21 Okt 2026 - 20:01 WIB

PENDIDIKAN

MIN 14 Bireuen Santuni 43 Anak Yatim dalam Peringatan Maulid

Rabu, 21 Okt 2026 - 19:30 WIB

PERISTIWA

CRV dan Tronton Ringsek Tabrakan, Tiga Korban Terluka

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:11 WIB