SABANG|METRO ACEH-Sektor pariwisata di Kota Sabang tak hanya menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik dan mancanegara, tetapi juga menjadi penggerak utama bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Kolaborasi antara pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan sektor pariwisata kini semakin diperkuat guna menciptakan ekosistem ekonomi yang saling menguntungkan dan berkelanjutan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Syamsurizal, menyatakan bahwa keterlibatan UMKM menjadi bagian penting dari strategi pengembangan pariwisata daerah, terutama dalam menyediakan produk dan layanan yang autentik dan berakar dari kearifan lokal.
“Kami mendorong agar setiap destinasi wisata di Sabang memiliki sentra UMKM yang menjual produk khas daerah, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, hingga suvenir. Ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga upaya memperkenalkan budaya Sabang kepada wisatawan,” ujar Syamsurizal, Sabtu (22/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, banyak UMKM di Sabang yang telah berhasil memadukan nilai tradisional dengan inovasi modern. Contohnya, produk olahan hasil laut seperti kerupuk ikan, abon tuna, dan sambal khas Sabang, kini tidak hanya dijual secara langsung, tetapi juga dipasarkan melalui platform digital.
Syamsurizal menambahkan, pihaknya tengah menjalin sinergi dengan Dinas Koperasi dan UMKM untuk memberikan pelatihan pengemasan, pemasaran digital, serta sertifikasi halal dan izin edar produk, sehingga UMKM lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Ketika wisatawan datang, mereka tidak hanya membawa pulang kenangan, tapi juga membawa produk lokal Sabang sebagai buah tangan. Di situlah nilai tambah ekonomi tercipta,”
Di sejumlah destinasi seperti Pantai Iboih dan kawasan Kota Tua, kini telah tersedia area khusus bagi pelaku UMKM untuk menjajakan produknya secara tertata. Selain itu, pelibatan pelaku UMKM juga dilakukan dalam event pariwisata seperti Sabang Marine Festival dan Sabang Fair, yang terbukti mampu meningkatkan omzet harian para pedagang lokal.
Lebih dari sekadar pelengkap wisata, Syamsurizal menekankan bahwa UMKM adalah mitra strategis dalam penguatan identitas dan daya saing destinasi Sabang. “Kami ingin menjadikan UMKM sebagai wajah lokal yang menyambut setiap wisatawan, sekaligus pendorong utama ekonomi berbasis masyarakat,” ujarnya.
Dengan penguatan sinergi antara pelaku UMKM dan sektor pariwisata, Pemerintah Kota Sabang berharap mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih inklusif dan tahan terhadap dinamika global, sekaligus memperkuat posisi Sabang sebagai destinasi wisata unggulan di kawasan barat Indonesia.[red]






