BIREUEN|METRO ACEH-Suasana gaduh yang muncul ke publik, melalui narasi kontradiktif yang terus diumbar H Ruslan M Daud (HRD), tentang penanganan pasca bencana yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bireuen, mendapat tanggapan serius Ketua PMI Bireuen, Edi Saputra SH.
Sosok pengusaha muda yang akrab disapa Edi Obama ini, ingin semua pihak mampu bersatu untuk melakukan yang terbaik bagi kepentingan masyarakat, khususnya para penyintas banjir. Selain itu, dia mengajak semua pihak menanggalkan jubah politik dan bersama-sama, melihat dengan mata hati tentang bencana dasyhat yang menimpa masyarakat, serta berbagai upaya keras yang dilakukan Bupati Bireuen, H Mukhlis sejak awal bencana alam ini terjadi.
“Saya bukan politisi tapi hanya relawan yang melihat langsung, bagaimana penderitaan korban saat bencana ini terjadi. Hati saya terenyuh jika kita begitu mudah menghujat, namun lupa siapa orang pertama yang berlari menembus kegelapan malam saat banjir bandang menerjang dan meluluhlantakkan pemukiman masyarakat,” ungkap Edi Obama saat ditemui media ini, Jum’at (20/3) dini hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia mengisahkan kembali, momen-momen sulit saat banjir melanda, sosok H Mukhlis selaku Bupati Bireuen hadir bukan sekadar untuk berfoto, melainkan ikut merasakan dinginnya air dan lumpur bersama warga yang dilanda ketakutan.
“H Mukhlis orang pertama yang turun ke lapangan. Saat semua orang masih terlelap atau hanya bicara di kejauhan, Bupati sudah berada di tengah genangan air, memastikan rakyatnya selamat dan bisa mendapat bekal makanan,” kisahnya.
Menurut Edi Obama, Bupati tidak menunggu komando, tapi terus bergerak dari pagi hingga tengah malam, berkeliling ke seluruh gampong yang terdampak,”Begitu lah wajah pemimpin yang mencintai rakyatnya, ikhlas dan siap bekerja keras agar masyarakat bisa tertangani dengan baik di masa darurat,” ucapnya haru.
Kemudian tambahnya, tak hanya tanggap darurat tapi persoalan jembatan yang kini bisa kembali berdiri kokoh, serta dapat dilalui lagi menjadi bukti kepedulian Bupati kepada masyarakat, dibangun begitu cepat meski belum permanen.
“Saya faham, mengapa Bupati sangat fokus menangani perbaikan semua jembatan yang kini sudah terhubung, karena dia tahu akses penyeberangan ini menjadi urat nadi ekonomi rakyat agar tidak terisolasi,” tegasnya.
Pada bagian akhir pertemuan dengan awak media, Edi Obama menyampaikan pesan agar kritik yang disuarakan oleh HRD, harus menjadi penguat dan menambah motivasi, untuk terus berbuat yang terbaik bagi korban bencana itu. Namun, dia juga mengingatkan narasi yang dikeluarkan sebaiknya tidak melukai pengabdian tulus serta dedikasi Bupati, dalam menangani dampak bencana.
“Harga diri seorang pemimpin itu basah oleh keringat karena melayani rakyat, sebagai abdi masyarakat yang mengemban amanah, bukan kering karena perdebatan. Mari kita jaga harmoni. Bireuen ini milik kita bersama, dan Bupati telah memberikan segala yang terbaik untuk kita. Mari kita rangkul, bukan kita pukul,” pungkasnya dengan pesan persaudaraan yang kuat.(Bahrul)






