BIREUEN|METRO ACEH-Pemerintah pusat menargetkan awal April mendatang seluruh Hunian Tetap (Huntap), mulai dibangun bagi para korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bireuen. Hal ini diungkap Kepala Posko Satuan Tugas (Satgas) Wilayah Aceh Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana, Dr H Safrizal ZA M.Si saat ditemui awak media di pendopo Bupati Bireuen, Senin (16/3) sore.
“Insya Allah, setelah semua data terverifikasi secara akurat, awal April seluruh lokasi rumah yang rusak parah dan hilang di Kabupaten Bireuen sudah mulai dibangun,” ujar Safrizal.
Dia mengaku, telah mendapat perintah langsung dari Kasatgas Nasional, Tito Karnavian agar proses pembangunan Huntap dipercepat, terutama validasi data sehingga korban banjir dan longsor bisa segera mendapat hunian yang layak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, berdasarkan data yang telah diterima untuk Kabupaten Bireuen, hampir seluruh sasaran penerima Huntap sudah valid, hanya tersisa sedikit lagi dan dalam waktu dekat diyakini tuntas.
Menanggapi aksi protes sejumlah korban banjir yang mengungsi ke Kantor Pemerintah Kabupaten Bireuen, Safrizal meminta Bupati dan jajarannya agar tetap melayani mereka dengan baik. Meski diketahui diantara pengungsi ini, sebagian sudah menerima dana tunggu hunian (DTH).
“Jika saudara-saudara kita ini sudah mendapatkan DTH, seharusnya tidak lagi mengungsi. Apalagi mereka mendirikan tenda di area kantor pusat administrasi pemerintah,” ungkapnya.
Kunjungan Safrizal ZA ke Bireuen dalam rangka menyerahkan bantuan Presiden Prabowo untuk korban banjir di Bireuen. Adapun bantuan tersebut meliputi Al Quran 250 eks, sajadah 500 pcs, sarung 250 pcs, mukena 250 pcs, celana 5000 pcs, jaket 300 pcs, kemeja 1000 pcs, sarung 1000 pcs, aneka pakaian 1000 pcs, dan jilbab 500 pcs.
Dalam kesempatan itu Kepala Posko Wilayah Satgas PRR Aceh Dr. Safrizal juga menyerahkan 600 paket bantuan peralatan dapur.
Seluruh bantuan tersebut diserahkan secara simbolis, disaksikan oleh Bupati Bireuen H. Mukhlis, Wakil Bupati Bireuen H. Razuardi Ibrahim, Pj Sekda Bireuen Hanafiah, dan sejumlah kepala dinas.
Dalam arahan singkatnya di gazebo Pendopo Bireuen Safrizal menyampaikan proses penanganan pascabencana terus dipercepat. Data menjadi kunci cepat tidaknya proses selanjutnya.
Data korban bencana by name by address harus akurat, supaya tidak salah sasaran. Dia berpesan supaya data harus sudah lengkap dengan pilihan hunian tetap komunal atau hunian tetap insitu. (Bahrul)






