Jerih Dipangkas, Keuchik Siap Gelar Aksi Demo

- Administrator

Jumat, 6 November 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIREUEN|METRO ACEH-Buntut rencana Pemkab Bireuen yang akan mengurangi jerih bagi aparatur desa di wilayah itu mulai TA 2021, terus menuai reaksi dan menjadi polemik. Bahkan, keuchik turut mengancam mengerahkan ribuan massa dari unsur perangkat gampong, untuk menggelar aksi demonstrasi agar para pejabat pemerintah daerah, tak bertindak gegabah dan berlaku tidak adil.

Keuchik Keudee Mamplam, Mustawa yang akrab disapa Caplen saat ditemui awak media ini, Jum’at (6/11) mengaku pihaknya sangat kecewa atas rencana Pemkab Bireuen, mengurangi anggaran untuk jerih aparatur gampong di seluruh kabupaten itu.

Keuchik Keudee Mamplam, Mustawa alias Caplen

Menurutnya, jika benar-benar terjadinya pemangkasan jerih yang merupakan gaji pokok para perangkat desa ini, maka dia memastikan terganggunya pelayanan masyarakat di pedesaan. Pemerintahan desa yang selama ini sudah memiliki kinerja baik, serta semua aparatur telah menjalankan tugas-tugas mereka secara optimal, akan kehilangan semangat dan motivasi dalam melayani warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jika Pemkab Bireuen dan DPRK Bireuen tetap ngotot mengurangi jerih perangkat gampong, kami siap menggelar aksi demo besar-besaran, untuk menuntut hak kami,” ungkapnya.

Caplen mengaku, sejumlah keuchik dan aparatur desa telah berkoordinasi untuk memperjuangkan hak mereka. Apabila Bupati Bireuen tidak merespon keluhan ini, maka pihaknya siap mengerahkan massa, mengepung dan menduduki kantor pusat pemerintahan, maupun gedung parlemen. Meski penuh resiko, tetap akan dihadapi.

Mantan combatan GAM ini, menyerukan seluruh keuchik agar bersiap-siap untuk berjuang bersama, serta menurunkan massa dari daerah masing-masing jika aksi demo dilaksanakan. Dia mendukung langkah APDESI Bireuen, menolak tegas rencana pemotongan jerih perangkat desa.

“Kami siap menerima instruksi apapun dari Ketua APDESI, serta mendukung penuh langkah-langkah yang dilakukan, untuk memperjuangkan hak aparatur pemerintahan gampong,” tandasnya.

Hal senada juga dikemukakan Ridwan, menurut keuchik Gampong Lhok Seumira Kecamatan Samalanga ini, apabila jerih perangkat desa diturunkan, maka dirinya siap mengerahkan massa guna menuntut keadilan. Sehingga pihak eksekutif dan legislatif, tidak sewenang-wenang terhadap aparatur pemerintahan desa.

Ditandaskannya, penghasilan tetap (SILTAP) aparatur desa sudah ditetapkan sesuai PP Nomor 11 tahun 2019. Jadi tak ada istilah jerih perangkat gampong diturunkan. Ridwan mendesak kebijakan Bupati Bireuen, mengalokasikan DAU guna menutupi kekurangan gaji aparatur desa pada TA 2021.

“Ini sudah jelas menjadi tanggungjawab yang wajib dilakukan oleh Pemkab Bireuen. Jadi tidak ada alasan apapun, menurunkan jerih perangkat gampong karena aturannya sudah jelas,” tukasnya dengan nada kesal, seraya mengaku siap mengembalikan stempel pemerintahan desa ke pemerintah daerah.

Ketua DPC Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Bireuen, Bahrul Fazal M. Puteh meminta pemerintah daerah tidak mempermainkan hak aparatur gampong, demi kepentingan segelintir oknum yang ingin mengeruk keuntungan dari sumber DAU.

“Kita tahu jika DAU itu dikucurkan secara gelondongan, karena tahun 2021 banyak kebutuhan seperti anggaran pilkada, belanja rutin pemda dan pokir dewan. Tapi, tidak semestinya jerih perangkat desa yang dikorbankan,” sebutnya.

Atas nama seluruh aparatur pemerintahan desa, Bahrul meminta eksekutif maupun legislatif dapat bersikap adil, arif dan bijaksana serta menghargai perangkat gampong selaku ujung tombak pemerintah yang memberi pelayanan kepada masyarakat. Sehingga tak ada alasan, atau dalih apapun untuk mendiskriminasikan aparatur desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong, Perempuan dan Keluarga Berencana (DPMG-PKB), Mulyadi SH saat dikonfirmasi terkait persoalan itu mengaku, tidak ada pemotongan jerih aparatur desa. Namun, DAU tambahan untuk SILTAP mulai tahun depan sudah tidak ditransfer lagi dari pusat, makanya terjadi kekurangan.

“Kami sudah duduk membahas masalah itu dengan APDESI, memang benar tidak ada DAU tambahan seperti TA 2020. Ini kan kondisi pandemi, maka pemerintah pusat belum mampu mengucurkan dana tambahan. Saya harap seluruh aparatur desa dapat memakluminya,” jelas Mulyadi.

Disebutkannya, kewajiban pemerintah sudah direalisasikan dengan alokasi 10 persen DAU ke desa. Dia menyarankan, agar kekurangan pembayaran jerih dapat disiasati melalui PAG ataupun sumber lainnya. Sehingga, jerih aparatur desa ini bisa dibayarkan secara maksimal.

Terkait ancaman aksi demo, Mulyadi meminta agar persoalan tersebut tidak dilakukan, mengingat masih banyak cara elegan yang dapat ditempuh, untuk bisa menyelesaikan masalah itu. Supaya ada solusi terbaik, dalam membangun demi kepentingan masyarakat luas.(Bahrul)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pasar Tani Aceh 2026 di Meulaboh Raup Omzet Rp141,9 Juta
BEM UNIKI Gelar Donor Darah dan Peringatan HANI
Dana Rehap Rumah Korban Banjir Cair
Pemkab Siapkan DED Jembatan Ulee Jalan
Kepala BNPB Tinjau Huntap Korban Banjir di Blang Kubu Peudada
Ratusan Pengurus KDMP Dilatih Tata Kelola Manajemen
Bagian Hukum Evaluasi Qanun Pemerintahan Gampong
Muammar Kadafi Terpilih Jadi Presma UIA Periode 2026-2027

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:05 WIB

Pasar Tani Aceh 2026 di Meulaboh Raup Omzet Rp141,9 Juta

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:34 WIB

BEM UNIKI Gelar Donor Darah dan Peringatan HANI

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:33 WIB

Dana Rehap Rumah Korban Banjir Cair

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:02 WIB

Pemkab Siapkan DED Jembatan Ulee Jalan

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:44 WIB

Ratusan Pengurus KDMP Dilatih Tata Kelola Manajemen

Berita Terbaru

NANGGROE

Pasar Tani Aceh 2026 di Meulaboh Raup Omzet Rp141,9 Juta

Rabu, 24 Jun 2026 - 20:05 WIB

Petugas UPD RSUD dr Fauziah Bireuen melayani pendonor darah di kampus UNIKI, Rabu (24/6) pagi.

NANGGROE

BEM UNIKI Gelar Donor Darah dan Peringatan HANI

Rabu, 24 Jun 2026 - 14:34 WIB

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto meninjau Huntap di Gampong Blang Kubu, Kecamatan Peudada, Selasa (23/6) sore.

NANGGROE

Dana Rehap Rumah Korban Banjir Cair

Rabu, 24 Jun 2026 - 14:33 WIB

NANGGROE

Pemkab Siapkan DED Jembatan Ulee Jalan

Rabu, 24 Jun 2026 - 14:02 WIB

PENDIDIKAN

Himaif Umuslim Gelar Pelatihan Web Bagi Mahasiswa

Selasa, 23 Jun 2026 - 23:24 WIB