BPOM Aceh Diminta Periksa Zat Kimiawi Rokok Luffman

- Administrator

Rabu, 5 Desember 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIREUEN|METRO ACEH-Rokok import ilegal merk Luffman yang dipasok oleh jaringan penyeludup, dan kini banjir di pasaran serta trend diminati konsumen. Dinilai perlu jadi atensi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Aceh, guna dapat diperiksa kandungan kimia, maupun halal tidaknya untuk dikomsumsi.

Berbagai kalangan di Bireuen kepada awak media mengaku, Rokok Luffman tanpa cukai kini dijual bebas di pasaran. Malah, harganya sangat murah sehingga diserbu para perokok.

Bahkan, rokok produksi negara asing ini belum diketahui, layak atau tidak untuk dikonsumsi masyarakat muslim Aceh. Ditambah lagi, dugaan misi terselubung dibalik aksi penyeludupan puluhan ribu kardus rokok termurah itu. Seharusnya patut menjadi atensi polisi, serta seluruh jajarannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bisa saja targetnya ingin meracuni anak bangsa, oleh antek-antek asing yang ikut bermain dibalik aksi penyeludupan rokok ilegal tersebut,” ungkap Rifaldi (28) warga Desa Pulo Ara Geudong Teungoh, Kecamatan Kota Juang.

Dia mengaku, tidak kaget begitu melihat pemberitaan media, terkait penangkapan rokok seludupan yang dibongkar aparat TNI Korem 011/Lilawangsa kemarin. Karena, sejak tiga bulan ini rokok Luffman sudah banyak beredar dan dijual bebas di pasaran, seharga Rp 10 ribu.

Bahkan sebutnya, beberapa waktu lalu Satreskrim Polres Bireuen, bersama Polsek Jeunib juga pernah menangkap kapal bermuatan rokok serupa.

Sebanyak 25 ribu bungkus Luffman isi 20 batang, dapat disita petugas. Saat mendarat dan bongkar muat di muara sungai Desa Pante Baro, Kecamatan Plimbang akhir Oktober lalu.

“Kami berharap pihak BPOM Aceh, mau menguji kandungan dalam rokok itu, jika memang berbahaya bagi masyarakat dan tidak halal. Supaya ditarik dari para pedagang,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Andi Maulana, (36) warga Bandar Bireuen. Dia meminta dinas terkait bisa merespon informasi ini, serta melakukan operasi pasar. Untuk mengingatkan para pedagang, agar tak menjual rokok ilegal tersebut.

“Pemerintah daerah melalui dinas terkait, seharusnya sekali-kali turun memantau kondisi pedagang. Termasuk melindungi kita selaku konsumen, karena sekarang produk yang dikonsumsi masyarakat tak semuanya terjamin halal, atau bahaya akibat tercampur aneka zat additif yang berbahaya,” tukasnya. (bahrul)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pasar Tani Aceh 2026 di Meulaboh Raup Omzet Rp141,9 Juta
BEM UNIKI Gelar Donor Darah dan Peringatan HANI
Dana Rehap Rumah Korban Banjir Cair
Pemkab Siapkan DED Jembatan Ulee Jalan
Kepala BNPB Tinjau Huntap Korban Banjir di Blang Kubu Peudada
Ratusan Pengurus KDMP Dilatih Tata Kelola Manajemen
Bagian Hukum Evaluasi Qanun Pemerintahan Gampong
Muammar Kadafi Terpilih Jadi Presma UIA Periode 2026-2027

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:05 WIB

Pasar Tani Aceh 2026 di Meulaboh Raup Omzet Rp141,9 Juta

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:34 WIB

BEM UNIKI Gelar Donor Darah dan Peringatan HANI

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:33 WIB

Dana Rehap Rumah Korban Banjir Cair

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:02 WIB

Pemkab Siapkan DED Jembatan Ulee Jalan

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:44 WIB

Ratusan Pengurus KDMP Dilatih Tata Kelola Manajemen

Berita Terbaru

NANGGROE

Pasar Tani Aceh 2026 di Meulaboh Raup Omzet Rp141,9 Juta

Rabu, 24 Jun 2026 - 20:05 WIB

Petugas UPD RSUD dr Fauziah Bireuen melayani pendonor darah di kampus UNIKI, Rabu (24/6) pagi.

NANGGROE

BEM UNIKI Gelar Donor Darah dan Peringatan HANI

Rabu, 24 Jun 2026 - 14:34 WIB

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto meninjau Huntap di Gampong Blang Kubu, Kecamatan Peudada, Selasa (23/6) sore.

NANGGROE

Dana Rehap Rumah Korban Banjir Cair

Rabu, 24 Jun 2026 - 14:33 WIB

NANGGROE

Pemkab Siapkan DED Jembatan Ulee Jalan

Rabu, 24 Jun 2026 - 14:02 WIB

PENDIDIKAN

Himaif Umuslim Gelar Pelatihan Web Bagi Mahasiswa

Selasa, 23 Jun 2026 - 23:24 WIB