SALATIGA|METRO ACEH-Prestasi nasional kembali sukses diraih Kabupaten Bireuen, kali ini Gampong Pulo Siron, Kecamatan Kutablang. Sukses menyabet penghargaan dari Kementrian Agama (Kemenag) RI atas kategori Highest Social & Mustahik Impact, hasil kolaborasi program pemberdayaan LAZNAS Yayasan Salam Setara Amanah Nusantara.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Prof Dr H Abu Rokhmad M.Ag kepada Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis SY di gedung Kuliah Bersama UIN Salatiga, Kamis (17/9). Kegiatan itu, dihadiri para pejabat Kemenag RI serta perwakilan lembaga amil zakat dari berbagai daerah di tanah air.
Informasi yang diperoleh Metro Aceh menyebutkan, Gampong Pulo Siron meraih penghargaan ini, berkat proses pemulihan pasca bencana setelah banjir bandang yang merusak lebih 70 persen kawasan areal persawahan produktif. Dari kondisi tersebut, program pemulihan aset produktif dijalankan melalui pengembangan peternakan bebek berbasis keterampilan lokal, didukung ketersediaan kandang serta pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Program pemberdayaan ini menyasar 20 anggota Kelompok Peternak Sejahtera, yang terdiri atas petani, perempuan, ibu rumah tangga, dan pemuda setempat. Pelaksanaannya dirancang secara bertahap dalam tiga tahun: tahun pertama difokuskan pada pemulihan kandang dan peningkatan produksi telur; tahun kedua diarahkan pada peningkatan populasi ternak dan perluasan pasar; sementara tahun ketiga menitikberatkan pada regenerasi ternak serta pembentukan koperasi atau unit usaha kelompok.
Rangkaian tahapan ini pada akhirnya menghasilkan tiga lapis dampak yang saling berkesinambungan, yakni pemulihan pascabencana, peningkatan pendapatan keluarga, hingga terciptanya aset produktif bagi masyarakat.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.Pd., menyampaikan penghargaan ini merupakan buah dari sinergi lintas lembaga yang terjalin selama proses pembinaan berlangsung. “Alhamdulillah berkat kerja sama yang solid antara Kementerian Agama Kabupaten Bireuen dengan Badan Amil Zakat Nasional, ditambah dukungan penuh dari LAZNAS Yayasan Salam Setara Amanah Nusantara. Kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan program di Gampong Pulo Siron, mulai pemulihan pascabencana hingga terbentuknya aset produktif yang berkelanjutan bagi mustahik,” jelasnya.
Zulkifli berharap pencapaian ini, dapat memotivasi gampong-gampong lain di Bireuen untuk turut mengembangkan model pengelolaan zakat berbasis pemberdayaan masyarakat.
Menanggapi capaian tersebut, Bupati Bireuen H. Mukhlis, S.T. mengungkapkan rasa bangga dan apresiasi mendalam atas penetapan Gampong Pulo Siron sebagai Kampung Zakat percontohan tingkat nasional.
“Kami bangga dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya karena Gampong Pulo Siron ditetapkan sebagai Kampung Zakat. Ini hasil kerja keras masyarakat, pendampingan yang konsisten, serta proses yang dijalankan sesuai prosedur dan tata kelola yang benar, sehingga layak jadi contoh bagi gampong-gampong lain di Kabupaten Bireuen,” ujarnya.
H Mukhlis menegaskan, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa program zakat produktif, jika dikelola dengan tertib administrasi dan pengawasan yang baik, mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat pascabencana.
Capaian ini menjadi bukti nyata keberhasilan pembinaan yang dilakukan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen terhadap pengelolaan zakat berbasis kampung. Program Kampung Zakat di Gampong Pulo Siron dinilai mampu memberikan dampak sosial yang signifikan bagi para mustahik, mulai dari pemberdayaan ekonomi, peningkatan kesejahteraan, hingga penguatan solidaritas sosial di tingkat gampong.
Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, serta lembaga amil zakat nasional dalam merancang program yang tepat sasaran. Model pengelolaan zakat produktif yang diterapkan di Pulo Siron dinilai layak menjadi percontohan bagi gampong-gampong lain, tidak hanya di Kabupaten Bireuen tetapi juga di wilayah Aceh secara keseluruhan.
Prestasi ini sekaligus mengukuhkan posisi Kabupaten Bireuen sebagai salah satu daerah dengan pengelolaan zakat terbaik di Indonesia, sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus mengembangkan program-program pemberdayaan berbasis zakat yang berkelanjutan.(Bahrul)






