BIREUEN|METRO ACEH-Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf memastikan korban banjir dan longsor di Kabupaten Bireuen, segera menerima jaminan hidup (Jadup) setelah semua proses verifikasi selesai. Hal itu, disampaikannya kepada Bupati Bireuen saat bertemu di ruang kerja Mensos, Rabu (9/9) pagi.
H Mukhlis ST selaku kepala pemerintahan Kabupaten Bireuen, menemui Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul, bertujuan untuk memperjuangkan realisasi Jadup dan ragam bantuan lainnya, bagi para penyintas banjir di wilayah ini.
Dalam pertemuan tersebut, H Mukhlis ST meminta Mensos agar dapat mempercepat proses pencairan Jadup. Sehingga, mampu membantu meringankan beban masyarakat, khususnya para penyintas banjir yang masih butuh perhatian serius. Terutama, berbagai bantuan yang diperuntukkan bagi korban banjir dari Kemensos RI.
Menurut Bupati Bireuen ini, penyintas banjir yang lulus verifikasi dan validasi tahap II, sampai saat ini belum menerima jadup dari Kemensos. H. Mukhlis berharap pencairan dan penyaluran jadup tahap II tidak lagi terlalu lama. “Kasihan rakyat kita di Bireuen, Pak. Mereka selalu bertanya-tanya tentang kapan jadupnya cair,” ujar H. Mukhlis.
Dalam kesempatan itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, menyampaikan apresiasinya kepada Pemkab Bireuen, khususnya kepada Bupati, yang telah bekerja keras melakukan penanggulangan pascabencana. Keberanian H. Mukhlis dalam melakukan berbagai kegiatan penanggulangan, sangat membantu proses penyaluran bantuan ke daerah terdampak lainnya.
Gus Ipul juga memberikan apreasi kepada Pemkab Bireuen di bawah komando H. Mukhlis yang telah menyajikan data akurat. Saat ini proses verifikasi dan validasi data telah selesai dilakukan di Kementerian Dalam Negeri.
Gus Ipul menegaskan, pihaknya akan secepat mungkin menyalurkan jadup kepada penyintas bencana di Bireuen yang nama-namanya telah lulus verifikasi tahap II. Pun demikian dia berpesan supaya para penyintas tetap bersabar, karena proses pencairan uang negara dilakukan dengan cara mengikuti seluruh persyaratan administrasi.Setiap rupiah uang yang dikeluarkan harus dipertanggungjawabkan kepada negara.
Gus Ipul dalam pertemuan dengan Bupati Bireuen juga menegaskan, bahwa setiap rupiah jadup yang dikirim, diterima langsung dan utuh oleh penerima. Tidak ada biaya apa pun. Dan uang tersebut tidak mengendap di dalam rekening siapapun.
Setelah pertemuan dengan Menteri Sosial, Bupati Bireuen H. Mukhlis mengatakan, sebagai kepala daerah dia tidak mengabaikan satu pihakpun. Dalam penanganan bencana, semua bidang yang terdampak harus menjadi perhatiannya. Karena bencana begitu besar, maka penanganannya juga membutuhkan waktu yang panjang.
Akibat bencana hidrometeorologi Sumatra yang memuncak pada 26 November 2026, Bireuen terdampak cukup parah. Banyak infrastuktur publik yang rusak. Jalan, jembatan, permukiman, sekolah, fasilitas kesehatan, persawahan, tambak, kebun, banyak sekali yang rusak. Oleh karena itu, perhatian Bupati dan perangkat kerjanya juga harus dibagi.
“Saya tegaskan, sejak awal tak ada niat memperioritaskan sektor A mengabaikan sektor B. semua kami perhatikan. Semua kami tangani. Cuma semuanya butuh waktu, anggaran, dan tenaga. Tidak bisa serta merta. Harus bertahap, terukur, dan terencana,” katanya.
Ia meminta doa dari seluruh masyarakat Bireuen supaya proses pemulihan Kabupaten Bireuen dapat berjalan dengan baik. Dia juga berharap dukungan dari seluruh warga Bireuen, dari tokoh, dan diaspora Bireuen.
“Mari sama-sama kita bersatu padu, saling menyingsingkan lengan baju, supaya proses pemulihan daerah tercinta bisa dapat dilakukan lebih baik,” harap H Mukhlis. (Bahrul)






