BIREUEN|METRO ACEH – Kegiatan Ajang Kompetisi Madrasah Inovasi (Aksimasi) ke-4 yang digelar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Bireuen berada di jalan Medan-Banda Aceh, di Gampong Matang Sagoe, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen berlangsung semarak
Kegiatan dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Bireuen, Dr H Zulkifli, S.Ag MPd berlangsung, Senin (31/8) pagi, dimeriahkan dengan tarian kolosal berjudul Meugurangsang.
Tarian itu melibatkan 108 siswi MAN 3 Bireuen dari Sanggar Jeumpa Mirah, itu mengisahkan tentang semangat pasukan Aceh, bangkit mempertahankan tanah rencong dari ancaman penjajahan. Dibawah kepemimpinan Cut Nyak Dhien.
Para pejuang bersatu dengan keberanian dan tekad yang membawa. Gerak tari yang gagah, dinamis dan penuh kekuatan menjadi simbol perjuangan Rakyat Aceh pantang menyerah demi kehormatan dan tanah air.
Ketua panitia Oki Maulana, SPd dalam laporannya mengatakan kegiatan Aksimasi ke-4 yang mengusung tema “Meukancah” hari ini diikuti 16 SMP/MTs di Kabupaten Bireuen.
Ada 10 cabang perlombaan yaitu cerdas cermat, rangking satu, syahril, tilawah, vokal solo, hafidz juz 30, futsal, voli, tari kreasi dan seumapa.
Juga ada bazar aneka jajanan yang melibatkan siswa-siswa juga diperlombakan antar kelas. Saat pembukaan juga ada baca puisi, dan tarian kolosal yang melibatkan 108 siswa MAN 3 Bireuen.
Harapan kami bagi peserta agar ikuti lomba sebaik-baiknya dan tunjukkan skill yang terbaik, juga tetap menjaga kebersihan lingkungan sekolah, serta atitude, jelasnya.
Kepala MAN 3 Bireuen, Nur Azizah, SAg mengatakan bahwa tahun 2026 ini semestinya ajang Aksimasi ke-5, tetapi karena MAN 3 Bireuen karena bencana banjir dan sekolah direvitalisasi sehingga tidak dapat digelar tahun 2025 lalu.
“Kegiatan ini digelar tujuannya adalah mempererat silaturahmi, kebersamaan, dan sportivitas diantara sesama peserta serta tumbuh tunas muda yang sehat lahir bathin, juga semangat dan berakhlakul karimah, tampilkan kemampuan yang terbaik, juga totalitas, Insya Allah akan menang,” ungkapnya.
Sementara itu, Kakankemenag Bireuen, Dr H Zulkifli, S.Ag MPd dalam sambutan mengatakan bahwa kegiatan ini bukanlah sekadar ajang perlombaan.
Melainkan panggung besar untuk menujukkan Madrasah mampu melahirkan generasi cerdas, kreatif, dan inovatif dengan tetap memegang teguh nilai-nilai keislaman.
Kakankemenag berpesan yaitu pertama, semoga kegiatan ini melahirkan bibit-bibit unggul kelak dapat mengharumkan nama Bireuen di tingkat provinsi maupun nasional.
Kedua, semoga semangat inovasi ini tidak berhenti pada hari ini saja, melainkan terus dipupuk dan dikembangkan di madrasah masing-masing, dan menjadi budaya dan tradisi keilmuan yang berkelanjutan.
Ketiga, semoga Aksimasi dapat terus menjadi agenda tahunan yang semakin besar, semakin berkualitas, semakin dinantikan oleh seluruh madrasah di Kabupaten Bireuen.
Keempat, semoga melalui ajang ini, citra madrasah semakin kuat, kepercayaan masyarakat semakin meningkat, madrasah benar-benar menjadi rumah pendidikan pilihan utama bagi generasi Aceh yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia, tuturnya. (Rahmat Hidayat)






