BIREUEN|METRO ACEH – Guna meningkatkan kemampuan bagi para pengurus/pengelola dayah.
Dinas Pendidikan Dayah (DPD) Bireuen, menggelar Pelatihan Manajemen Pendidikan Dayah yang dibuka Bupati, Ir H Mukhlis, ST diwakili Asisten I, Mulyadi, SH.,MM, di Aula Dinas Syariat Islam (DSI), Rabu (26/8) pagi.
Kegiatan diikuti 20 peserta dari dayah di Kabupaten Bireuen itu menghadirkan narasumber atau fasilitator berkompeten dan berpengalaman dibidangnya yaitu Anwar, SAg.,.MAP dan Irfan, SPd.,MPd.
Ketua Panitia juga selaku Kabid Pembinaan dan Pendidikan Dayah, Asri, SE dalam laporan menyampaikan tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan pimpinan dan pengelola dayah dalam tata kelola kelembagaan.
Meningkatkan pemahaman tentang manajemen pendidikan dayah. Meningkatkan kemampuan dalam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi program dayah.
Selain itu, meningkatkan tertib administrasi dan pengelola kelembagaan dayah. Mendorong terciptanya tata kelola dayah yang profesional, mandiri dan berkualitas.
Adapun materi pelatihan yang disampaikan para narasumber yaitu ada tiga hal yang pertama terkait pengelolaan koleksi perpustakaan dengan inlislite. Kedua, manajemen dan tata kelola dayah. Ketiga, perencanaan dan pengembangan kelembagaan dayah, jelasnya.
Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis, ST diwakili Asisten I Setdakab, Mulyadi, SH.,MM antara lain mengatakan, Pemkab Bireuen menaruh perhatian yang sangat besar terhadap tantangan tata kelola ini melalui Dinas Pendidikan Dayah, dan terus mendorong akselerasi mutu pendidikan dayah dan transformasi pelayanan publik.
“Kita mengapresiasi inovasi telah dilahirkan dinas, seperti pengembangan sistem database terpadu digital serta platform digital “Si-dayaH” (Sistem Informasi Digital Dayah) yang telah berhasil menata keandalan data sektoral dayah kita secara digital,” ujarnya.
Dikatakan juga bahwa pelatihan ini merupakan langkah taktis dan nyata untuk memperluas jangkauan transformasi digital itu secara merata. Ini adalah ikhtiar nyata agar semangat digitalisasi tidak hanya berhenti di tingkat dinas, juga mengalir deras dan diterapkan langsung di setiap dayah di Bireuen.
Melalui pelatihan digitalisasi manajemen ini, kami sangat mengharapkan agar pengurus dayah memiliki kompetensi yang andal dalam mengelola administrasi dayah secara elektronik.
“Kita ingin manajemen dayah ke depan berjalan dengan lebih efisien, transparan, cepat, dan akuntabel. Pendataan jumlah santri, profil pengajar (teungku), status sarana-prasarana, hingga pengelolaan keuangan dayah harus mulai beralih menggunakan instrumen teknologi informasi digital,” harapnya.
Disampaikan juga keandalan data digital dari masing-masing dayah ini juga sangat penting bagi Pemkab Bireuen. Ketika sistem database dayah dapat terintegrasi dengan baik.
Pemda melalui Dinas Pendidikan Dayah lebih mudah dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Bantuan sarana prasarana fisik, penyaluran beasiswa bagi santri miskin berprestasi, penyaluran insentif guru.
Termasuk proses penentuan tipe akreditasi dayah oleh Badan Akreditasi Dayah Aceh (BADA) akan berjalan dengan akurasi tinggi dan berkeadilan karena didasarkan pada data riil yang valid (evidence-based policy).
Bupati berharap kepada peserta pelatihan agar dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pelatihan ini dengan penuh kesungguhan, disiplin, dan rasa tanggung jawab. (Rahmat Hidayat)






