BIREUEN|METRO ACEH – Guna menjaga kelestarian lingkungan, Forkopimda bersama ratusan mahasiswa, menanam aneka pohon di bantaran sungai, di Gampong Kulu, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Sabtu (11/7) pagi.
Kegiatan Gerakan Penanaman dan Konservasi Bantaran Sungai Berkelanjutan (GPKBSB) digelar oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Lingkungan (HIMAILU) Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, kerjasama dengan LEPPAMI Cabang Bireuen, Pemda serta unsur terkait.
Ketua Panitia, Waisul Karani dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan sebuah aksi kolaboratif yang lahir dari kepedulian bersama terhadap kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan yang terdampak bencana hidrometeorologi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui tema “Hijau Lestari, Sungai Berseri,” kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama mengambil langkah nyata menjaga dan memulihkan kelestarian lingkungan.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penanaman pohon, tetapi juga menjadi upaya membangun kesadaran bahwa menjaga sungai adalah tanggung jawab kita bersama.
Harapannya, melalui gerakan ini fungsi ekologis bantaran sungai dapat kembali pulih, risiko erosi dan banjir dapat berkurang, serta tumbuh budaya peduli lingkungan di masyarakat, khususnya generasi muda.
Hari ini melakukan penanaman 50 bibit pohon yaitu 110 bibit jambu air, 50 bibit ketapang, 80 bibit durian, 150 bibit mahoni, dan 50 bibit trembesi. Seluruh peserta juga melaksanakan aksi bersih-bersih di bantaran sungai sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan, jelasnya.
Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis; ST diwakili Asisten I Mulyadi, SH.,MM mengatakan, langkah konservasi berkelanjutan seperti diinisiasi mahasiswa Umusim hari ini adalah jawaban konkrit sekaligus investasi jangka panjang yang sangat kita butuhkan untuk memulihkan dan menjaga kelestarian alam Kabupaten Bireuen.
“Saya berpesan kepada seluruh masyarakat khususnya di Gampong Kulu, pohon ditanam hari ini mohon dijaga, dirawat, dan diawasi bersama. Jangan sampai setelah ditanam, lalu dibiarkan begitu saja. Jadikan ini benteng alam kita untuk mencegah terulangnya bencana banjir dan longsor di masa yang akan datang,” tuturnya. (Rahmat Hidayat)






