BIREUEN|METRO ACEH-Guna membangun kembali sarana jalan yang hancur total di kawasan pedalaman Kecamatan Jeumpa, akibat diterjang banjir bandang akhir tahun lalu. Bupati Bireuen, H Mukhlis ST meninjau ruas jalan Blang Gandai-Alue Limeng-Salah Sirong, Kamis (25/6).
Targetnya, akses jalur transportasi publik ini segera dibangun dalam waktu dekat, dengan memanfaatkan anggaran bantuan Pemkab Asahan senilai Rp 30 miliar. Sehingga, dapat menormalkan kembali aktivitas masyarakat, serta memulihkan usaha ekonomi warga di kawasan tersebut.
H Mukhlis dan Wakil Bupati, Ir H Razuardi MT bersama Kepala Bappeda Dailami, Asisten I Mulyadi, Asisten II Mawardi, Kepala Dinas PUPR Fadli Amir, Kepala Dinas Perkim Fadli Abdullah, Camat Jeumpa Rusli, serta Kepala Pos Polisi Jeumpa Ipda Abdullah, meninjau langsung lokasi pembangunan jalan ini, agar dapat dikerjakan awal Juli mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Perbaikan sarana infrastruktur masyarakat di lokasi terdampak bencana banjir, menjadi prioritas pemerintah daerah. Jalan ini, akses penghubung utama sejumlah gampong dan sangat vital. Semoga setelah selesai proses pembangunan, nantinya dapat dimanfaatkan untuk mendukung usaha ekonomi rakyat,” ungkap H Mukhlis saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, pembangunan akses jalan ini tak bisa ditunda-tunda lagi, mengingat benar-benar dibutuhkan. Selain itu, anggaran juga sudah tersedia dari bantuan Pemkab Asahan dari Transfer Keuangan Daerah (TKD) tahun 2026 senilai Rp 30 miliar.
Disebutkannya, berkat dukungan masyarakat yang bersedia menghibahkan lahan mereka, Pemkab Bireuen segera membangun jalan sepanjang 10 kilometer, mulai Blang Gandai-Alue Limeng-Salah Sirong sampai KM 32 yang menembus hingga ke seluruh kawasan pedalaman itu, usai diterjang banjir bandang akhir November 2025 lalu.
Saat ini jelasnya, persiapan perencanaan dari dinas teknis sedang dikerjakan,”Kerjasama antar pemerintah daerah ini, juga merupakan bentuk kepedulian dalam pemulihan pasca bencana. Selain jalan, juga akan dibangun jembatan dan box culvert, agar struktur jalan kuat dan tahan ancaman banjir,” jelasnya.
“Alhamdulillah, warga turut menyambut baik rencana ini dan rela melepaskan sebagian lahannya. Kami sangat berterima kasih atas dukungan tersebut, karena tanpa partisipasi masyarakat, pembangunan ini akan sulit terlaksana,” ujarnya.
Dia menjamin bahwa proses pelelangan hingga pelaksanaan pekerjaan akan berlangsung secara transparan, akuntabel, dan diawasi ketat agar hasilnya sesuai standar yang ditetapkan.
Dengan dana hibah sebesar Rp30 miliar ini, diharapkan dapat membangun ruas jalan yang bukan hanya berfungsi normal, namun kokoh dan aman. Sehingga, kian mendukung pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bireuen secara luas.(Bahrul)






