Ulama Aceh Minta Masyarakat Tak Mudah Diprovokasi, Percayakan Pemenuhan Hak Korban Banjir Kepada Pemkab Bireuen

- Administrator

Sabtu, 21 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Waled Nu bersama Bupati Bireuen, H Mukhlis ST

Waled Nu bersama Bupati Bireuen, H Mukhlis ST

BIREUEN|METRO ACEH-Ulama kharismatik Aceh Tgk. H. Nuruzzahri Yahya atau akrab disapa Waled NU Samalanga, memberikan pesan sejuk kepada masyarakat Bireuen yang sedang merayakan Idul Fitri, agar tidak terprovokasi dengan narasi palsu tentang penanganan bencana yang fokus dilakukan pemerintah.

Dalam suasana momen lebaran ini yang penuh rasa kekeluargaan, Waled Nu turut menyampaikan pesan khusus kepada para korban banjir yang mengungsi di halaman Kantor Bupati Bireuen, supaya tetap menjaga semangat persatuan dalam menghadapi kondisi pasca bencana ini.

Waled Nu meminta masyarakat korban banjir, untuk bersabar dan meminta korban dan memberi kepercayaan penangganan pasca bencana pada Pemerintah Kabupaten Bireuen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Menjaga martabat daerah dan rasa saling percaya adalah kunci utama untuk melewati ujian ini dengan terhormat. Percayakan penyelesaian masalah pada ahlinya, hindari pihak ketiga,” ungkap Tgk. H. Nuruzzahri Yahya (Waled NU), di hadapan Bupati Bireuen, H. Mukhlis, S.T., Sabtu malam,(21/3/2026) sebagai respons bijak atas kondisi pascabanjir saat ini.

Pimpinan YPI Ummul Ayman Samalanga tersebut, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak yang tidak memahami konteks masalah sebenarnya. “Kita jangan mudah terprovokasi oleh pihak lain. Persatuan yang harus kita jaga bersama,” kata Waled Nu.

Dia mengimbau warga, untuk berkomunikasi langsung dengan Pemerintah Kabupaten Bireuen sebagai penanggung jawab penuh korban becana banjir, serta tidak mengikuti saran yang tidak baik dari pihak tertentu dengan tujuan tidak jelas.

Bahkan menurutnya, setiap perkara harus diserahkan kepada ahlinya. Jangan sampai mewakilkan masalah ini kepada pihak yang tidak memahami persoalan,”Karena itu hanya akan memperkeruh suasana. Percayakan sepenuhnya kepada pemerintah yang punya kendali dan memegang amanah tanggung jawab ini,” jelas Waled NU.

Menurutnya, proses pemulihan becana bukan ‘Simsalabim’ tapi butuh proses dan kesabaran. “Pemulihan pascabencana bukanlah perkara instan yang bisa diselesaikan sekejap mata. Dibutuhkan ketenangan jiwa dan kerja sama yang erat antara rakyat dan pemimpinnya,” ujar Waled Nu seraya meminta masyarakat untuk dapat beri ruang bagi pemerintah untuk bekerja tanpa tekanan yang tidak perlu.

Pada kesempatan tersebut Waled Nu mengapresiasi sikap kesabaran Bupati Bireuen dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Waled NU menekankan bahwa sosok Bupati merupakan orang tua bagi seluruh masyarakat Bireuen tanpa membedakan latar belakang.

“Jangan sampai kita terpecah. Bupati bukan milik satu kelompok, tetapi milik seluruh masyarakat Bireuen. Mari kita jaga kebersamaan, agar ikhtiar ini membuahkan hasil yang kita harapkan bersama.

Menyentuh sisi kemanusiaan, Waled NU secara khusus mengajak warga yang saat ini masih berada di sekitar lingkungan kantor bupati untuk kembali ke gampong masing-masing. Terlebih, suasana Idul Fitri adalah momentum memperkuat silaturahmi dari kediaman sendiri.

Menurut Waled Nu Langkah untuk kembali ke desa dipandang sebagai bentuk kedewasaan bersikap, guna memberi suasana kondusif bagi pemerintah, dalam mematangkan solusi hunian permanen dan layak bagi masyarakat terdampak.

*Sinergi Ulama dan Umara untuk Solusi Nyata*

Dukungan Waled NU bukan sekadar imbauan. Beliau menegaskan kesiapannya untuk mendampingi pemerintah daerah dalam merumuskan langkah-langkah strategis terkait pemenuhan hak-hak warga.

“Ini bukan saatnya saling menyalahkan, tetapi saatnya saling menguatkan. Dengan kesabaran dan keikhlasan, insya Allah semua persoalan dapat kita lewati bersama,” tutupnya. [Ed]

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Manfaatkan Bantuan Pemkab Asahan Rp 30 Miliar, Bupati Bangun Kembali Jalan Blang Gandai-Alue Limeng-Salah Sirong
Lantai Jembatan Baru Kutablang Arah Banda Aceh Sudah Dicor
Polres Bireuen Ziarah TMP dan Gelar Kegiatan Sosial
Pasar Tani Aceh 2026 di Meulaboh Raup Omzet Rp141,9 Juta
BEM UNIKI Gelar Donor Darah dan Peringatan HANI
Dana Rehap Rumah Korban Banjir Cair
Pemkab Siapkan DED Jembatan Ulee Jalan
Kepala BNPB Tinjau Huntap Korban Banjir di Blang Kubu Peudada

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 23:37 WIB

Manfaatkan Bantuan Pemkab Asahan Rp 30 Miliar, Bupati Bangun Kembali Jalan Blang Gandai-Alue Limeng-Salah Sirong

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:51 WIB

Lantai Jembatan Baru Kutablang Arah Banda Aceh Sudah Dicor

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:31 WIB

Polres Bireuen Ziarah TMP dan Gelar Kegiatan Sosial

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:05 WIB

Pasar Tani Aceh 2026 di Meulaboh Raup Omzet Rp141,9 Juta

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:34 WIB

BEM UNIKI Gelar Donor Darah dan Peringatan HANI

Berita Terbaru

Lantai jembatan duplikasi Krueng Tingkeum Kutablang arah Banda Aceh Sudah di cor, Rabu (24/6) sore.

NANGGROE

Lantai Jembatan Baru Kutablang Arah Banda Aceh Sudah Dicor

Kamis, 25 Jun 2026 - 13:51 WIB

Kapolres Bireuen, AKBP Tuschad Cipta Herdani, SIK., MMed.Kom menabur bunga di makam pahlawan.

NANGGROE

Polres Bireuen Ziarah TMP dan Gelar Kegiatan Sosial

Kamis, 25 Jun 2026 - 13:31 WIB

NANGGROE

Pasar Tani Aceh 2026 di Meulaboh Raup Omzet Rp141,9 Juta

Rabu, 24 Jun 2026 - 20:05 WIB

Petugas UPD RSUD dr Fauziah Bireuen melayani pendonor darah di kampus UNIKI, Rabu (24/6) pagi.

NANGGROE

BEM UNIKI Gelar Donor Darah dan Peringatan HANI

Rabu, 24 Jun 2026 - 14:34 WIB