BIREUEN|METRO ACEH-Sebagai upaya pemulihan ketahanan pangan pascabencana banjir, mahasiswa dari Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Bireuen, melalui program mahasiswa berdampak tahun 2026, melaksanakan pengabdian pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian di Gampong (Desa) Cot Ara, Kecamatan Kutablang dengan membantu pulihkan ketahanan pangan warga melalui budidaya padi dan hortikultura dalam polibag pakai material tanah sedimen banjir.
Ketua Tim Pengabdian Prof Dr Halus Satriawan, SP MSi menyampaikan kelompok mahasiswa Umuslim ada 50 orang berasal dari Program Studi (Prodi) Agroteknologi, Agribisnis, Kehutanan dan Ilmu Lingkungan.
Kegiatan ini program nasional didanai Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, Teknologi, guna mendorong mahasiswa terlibat langsung dalam upaya pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang melalui pemberdayaan masyarakat dalam pemulihan dampak bencana di Sumatera.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk mendukung berjalannya proses pengabdian mahasiswa didampingi dosen pembimbing yaitu Prof Dr Halus Satriawan, SP MSi, Naya Desparita, SP MSi dan Khairunnisak, SPd, MPd. Juga
kelompok mereka bermitra dengan kelompok Tani Tamita Beuna dan tim penggerak PKK Gampong Cot Ara, jelas Halus Satriawan.
“Kegiatan bertujuan membantu masyarakat memperkuat ketahanan pangan keluarga setelah banjir yang melanda wilayah ini. Kami mencoba menghadirkan solusi sederhana yang bisa langsung diterapkan masyarakat,” kata Desta di sela kegiatan di Desa Cot Ara.
Adapun kegiatan dilaksanakan pada pengabdian tersebut dimulai dari pembangunan sarana air, penyemaian benih, budidaya tanaman pangan dan hortikultura, produksi pupuk organik dan pemasaran hasil.
Program dimulai dengan koordinasi bersama perangkat desa, kelompok masyarakat, dilanjutkan dengan pembangunan sumur bor sebagai sumber air untuk mendukung kegiatan pertanian dan kebutuhan warga.
Setelah sarana air tersedia, mahasiswa bersama masyarakat mengembangkan kegiatan budidaya tanaman hortikultura seperti cabai, terong, tomat, pakcoy, dan padi gogo melalui penyemaian dan penyiapan media tanam yang bersumber dari tanah sedimen banjir yang menutupi persawahan warga.
Mahasiswa juga memperkenalkan teknologi sederhana pembuatan pupuk cair organik dari bonggol pisang difermentasi. Pupuk itu dimanfaatkan untuk meningkatkan kesuburan tanaman sekaligus dibagikan kepada masyarakat.
“Kami ingin masyarakat dapat memanfaatkan bahan yang mudah ditemukan di sekitar untuk meningkatkan produktivitas pertanian secara ramah lingkungan,” ujar Desta dan Raja selaku koordinator mahasiswa.
Tidak hanya fokus pada pertanian, mahasiswa juga turut membantu perangkat desa melakukan pendataan warga terdampak banjir, sehingga proses penyaluran bantuan dapat berjalan lebih efektif, pungkasnya.
Rektor Umuslim Peusangan Dr Marwan MPd menyambut baik program dilaksankan mahasiswa dan dosen tersebut dan kegiatan adalah implementasi nyata dari peran perguruan tinggi dalam membantu masyarakat menghadapi dampak bencana, ujarnya.
“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini kita harapkan mahasiswa dapat belajar langsung di lapangan tentang kondisi kemasyarakat pascabencana dan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pemulihan masyarakat,” harapnya. (Rahmat Hidayat).






