BIREUEN|METRO ACEH-Demi memulihkan sendi-sendi kehidupan dan perekonomian masyarakat, Pemerintah Kabupaten fokus melakukan berbagai upaya penanganan pasca bencana sebagai prioritas utama dalam pembangunan daerah.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Bireuen, Ir H Razuardi MT saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rancangan Kerja Pembangunan Kabupaten (RKPK) Bireuen Tahun 2027 di Hotel Fajar, Kamis (9/4).
Menurutnya, arah kebijakan pembangunan ke depan akan memprioritaskan penanganan bdan pemulihan pasca bencana secara berkala kelanjutan, serta penguatan mitigasi bencana dalam setiap program peningkatan sektor pertanian, maupun ketahanan pangan hingga penguatan koordinasi lintas sektor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Musrenbang Kabupaten Bireuen tahun 2027 yang dihadiri unsur legislatif, Forkopimda, pejabat daerah, tokoh masyarakat, akademisi serta berbagai pemangku kepentingan lain, diharapkan menjadi awal perencanaan proses pembangunan berkelanjutan untuk mewujudkan harapan masyarakat.
Ketua panitia, Dailami, S.Hut.,M.Ling dalam laporannya menyampaikan bahwa Musrenbang merupakan tahapan penting dalam perencanaan pembangunan yang partisipatif, transparan, dan akuntabel, dengan dasar hukum sejumlah regulasi nasional dan daerah.
Ketua DPRK Bireuen, Juniadi, SH dalam sambutannya menjelaskan Musrembang merupakan forum penting untuk membahas dan menentukan arah pembangunan. DPRK sebagai representasi rakyat, berharap musrembang ini dapat menjadi wadah kolaborasi antara eksekutif dan legislatif serta selirih elemen masyarakat agar menghasilkan program-program yang tepat sasaran dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Wakil Ketua DPRA, Saifuddin Muhammad, menekankan pentingnya kebersamaan dan komunikasi antara pemerintah daerah dan legislatif dalam menghadapi tantangan, khususnya pascabencana. Sementara Kepala Bappeda Aceh, menyebutkan alokasi dana TKD, di mana sekitar 13% diperuntukkan bagi Kabupaten Bireuen, dengan prioritas pemulihan pascabencana.
Wakil Bupati Bireuen, dalam arahan dan sambutannya menegaskan fokus utama pembangunan meliputi, Penanganan dan pemulihan pascabencana secara berkelanjutan, Penguatan mitigasi bencana dalam setiap program Peningkatan sektor pertanian dan ketahanan pangan, danPenguatan koordinasi lintas sektor.
Disebutkannya, capaian pembangunan tahun 2025 meliputi, Pertumbuhan ekonomi: 3,26% (di atas rata-rata Aceh), Tingkat kemiskinan: 10,3% (turun 1,8%), Pengangguran terbuka: 3,82% (lebih rendah dari provinsi dan nasional) dan IPM: 76,25 (di atas rata-rata Aceh dan nasional)
“Secara umum, pembangunan Bireuen dinilai berada pada jalur positif, meski masih menghadapi tantangan dalam pemerataan kesejahteraan dan peningkatan kualitas pertumbuhan ekonomi,” jelas Razuardi.
Musrenbang diharapkan menghasilkan program yang solutif, tepat sasaran, serta berorientasi pada perlindungan masyarakat dan percepatan pemulihan daerah. Acara dilanjutkan dengan pemaparan panel oleh Bappeda Bireuen dan Bappeda Aceh.(Rahmat Hidayat)






