DPR Optimis Aceh Mampu Kelola Migas Blok B

- Publisher

Sabtu, 20 Juni 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA|METRO ACEH-Keberhasilan Pemerintah Aceh mendapatkan hak, atas pengelolaan Migas Blok B Aceh Utara mendapat apresiasi tinggi dari DPR RI. Pengalihan kewenangan ini, diharapkan memberi konstribusi besar bagi rakyat, dalam upaya percepatan pembangunan dan pengentasan kemiskinan di bumi Serambi Mekkah.

Demikian diungkap anggota DPR RI asal Aceh, Drs Anwar Idris. Menurut politisi PPP di Komisi VII yang membidangi energi dan sumber daya mineral (ESDM) itu, dirinya sejak awal selalu konsen dan menyuarakan agar Pemprov Aceh, harus dapat mengelola migas secara mandiri.

“Saya selaku wakil rakyat dari Aceh di parlemen, selalu menekankan supaya pemerintah daerah, harus siap mengelola migas blok B Aceh Utara. Baik di daratan maupun dilepas pantai,” ungkapnya.

Menurutnya, kesempatan besar ini dan kepercayaan luar biasa, untuk mengelola bisnis raksasa itu, wajib dimanfaatkan sebaik mungkin, demi kepentingan rakyat. Karena segala potensi sumber daya minyak dan gas, harus berdampak bagi kesejahteraan serta kemakmuran masyarakat.

Dia menandaskan, Seperti diketahui pengelolaan tambang minyak dan gas Blok B, dikelola oleh Mobil Oil Indonesia atau belakangan menjadi Exxon Mobil, namun setelah kontrak berkahir sejak 3 Oktober 2018 silam, pengelolaannya dikelola oleh PT Pertamina Hulu Energi (PHE), yaitu perusahaan BUMN, hingga akhirnya dikelola oleh BUMD milik Pemprov Aceh sendiri.

“Perjuangan Pemprov Aceh selama dua tahun terakhir ini, tidak sia-sia hingga dapat mengelola sendiri tambang tersebut, atas pencapaian itu kami memberikan apresiasi tinggi. Semoga ini, dapat memberikan dampak positif dan baik terhadap pembangunan Aceh dimasa mendatang,” harapnya.

Anwar Idris menyebutkan, meski saat ini tidak lagi menjadi blok terbesar dan hasilnya pun tak lagi melimpah seperti produksi pertama, hingga mencapai 3.400 MMSCFD (Million Standard Cubic Feet per Day atau Juta Standar Kaki Kubik per Hari). Namun masih ada lapangan-lapangan atau ladang-ladang minyak lainnya, yang masih bisa dikembangkan disamping yang existing sekarang, Sehingga kelak dapat digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Aceh.(Bahrul)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel www.metroaceh.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Bireuen Gelar Apel Pencegahan dan Penanganan Karhutla
PT Agrinas Palma Nusantara Gelar Pasar Rakyat dan Pengobatan Gratis di Tamiang
Peringati Hari Lahir Kejaksaan ke 81, Kejari Bireuen Santuni Anak Yatim
Penyaluran Dana Jadup Korban Banjir Menunggu Antrian Kemensos RI
Puluhan Sumur Minyak Warga Diverifikasi, Bupati Dorong Kepastian Hukum dan Manfaat Ekonomi Rakyat
Fakultas Teknik Umuslim dan SAPPK ITB Resmi Berkolaborasi
Kasek dan Guru Bireuen Terima Penghargaan Hardikda di SMAN 1 Kuala
PUPR Gelar Diskusi Publik Bahas RDTR Perkotaan Bireuen
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 15:06 WIB

Polres Bireuen Gelar Apel Pencegahan dan Penanganan Karhutla

Kamis, 3 September 2026 - 15:05 WIB

PT Agrinas Palma Nusantara Gelar Pasar Rakyat dan Pengobatan Gratis di Tamiang

Rabu, 2 September 2026 - 22:04 WIB

Peringati Hari Lahir Kejaksaan ke 81, Kejari Bireuen Santuni Anak Yatim

Rabu, 2 September 2026 - 17:42 WIB

Penyaluran Dana Jadup Korban Banjir Menunggu Antrian Kemensos RI

Rabu, 2 September 2026 - 16:11 WIB

Fakultas Teknik Umuslim dan SAPPK ITB Resmi Berkolaborasi

Berita Terbaru

Kapolres Bireuen, AKBP Yulhendri, SH.,SIK.,SPsi.,MH dan Forkopimda melihat peralatan penanggulangan bencana milik Pos SAR dan Shabara, usai gelar apel pasukan di Mapolres, Kamis (3/9) pagi.

NANGGROE

Polres Bireuen Gelar Apel Pencegahan dan Penanganan Karhutla

Kamis, 3 Sep 2026 - 15:06 WIB