Budaya dan Pesona Alam Menjadi Magnet Sabang

- Administrator

Jumat, 24 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelajar di Kota Sabang mengenakan pakaian adat masing-masing daerah pada acara Karnaval di Sabang

Pelajar di Kota Sabang mengenakan pakaian adat masing-masing daerah pada acara Karnaval di Sabang

SABANG|METRO ACEH-Kota Sabang kini tidak lagi sekadar dikenal sebagai titik nol kilometer Indonesia, tetapi juga berkembang sebagai “miniatur Indonesia” yang memadukan keberagaman budaya dengan pesona alam. Identitas ini dinilai menjadi kekuatan baru dalam meningkatkan daya saing pariwisata Pulau Weh.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia, menegaskan bahwa posisi strategis Sabang tidak hanya memiliki makna geografis, tetapi juga simbol persatuan bangsa. Keberagaman suku dan budaya yang hidup harmonis di wilayah ini menjadi modal penting dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata.

“Sabang adalah miniatur Indonesia di ujung barat. Keberagaman yang hidup rukun di sini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman yang autentik,” ujarnya, Rabu (14/1/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, kekuatan pariwisata Sabang terletak pada perpaduan antara kekayaan tradisi dan keindahan alam yang masih terjaga. Saat ini, wisatawan tidak hanya mencari panorama, tetapi juga pengalaman budaya, mulai dari kuliner khas, seni, musik, hingga kerajinan tangan yang mencerminkan kearifan lokal Aceh.

Tren kunjungan wisatawan yang terus meningkat menunjukkan bahwa kombinasi wisata alam dan budaya masih menjadi daya tarik utama. Kondisi ini turut mendorong kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia, termasuk pemandu wisata lokal.

“Keberagaman ini harus dikelola secara berkelanjutan. Jika ditangani secara profesional, akan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat,” tambah Harry Susethia.

Selain budaya, sektor bahari tetap menjadi tulang punggung pariwisata Sabang. Kawasan seperti Pulau Rubiah dikenal sebagai salah satu lokasi selam kelas dunia yang menarik minat wisatawan mancanegara. Keindahan bawah laut, air yang jernih, serta panorama matahari terbenam menjadi daya tarik yang sulit ditandingi.

Didukung hutan tropis yang masih alami dan kondisi perairan yang bersih, Sabang memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan destinasi lain. Namun, menurut Harry Susethia, potensi tersebut harus diimbangi dengan upaya pelestarian lingkungan serta penguatan nilai toleransi di tengah masyarakat.

“Dengan persatuan dan kolaborasi semua pihak, Sabang akan terus berkembang sebagai destinasi unggulan, bukan hanya sebagai simbol geografis, tetapi juga sebagai cerminan nilai persatuan Indonesia,” pungkasnya. (Red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bukan Hanya Sekedar Berfoto, Wisatawan Patut Menyisakan Cerita Indah di Sabang
Pantai Pasir Putih Keuneukai, Oase Tenang Dibalik Keramaian Wisatawan Sabang
Pantai Anoi Hitam Pesona Jejak Sejarah
Batu Kapal Iboih Dilirik Wisatawan
Dispar Optimis Sektor Wisata Dongkrak PAD 2026
Gua Sarang Baru Spot Wisata Unggulan Kota Sabang
Kapal Cepat Express Bahari Siap Layani Arus Mudik dan Kujungan Wisatawan ke Sabang
Sabang Musik Talent 2025, Dorong Ekonomi Kreatif dan UMKM Lokal

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 23:32 WIB

Bukan Hanya Sekedar Berfoto, Wisatawan Patut Menyisakan Cerita Indah di Sabang

Jumat, 24 April 2026 - 23:18 WIB

Pantai Pasir Putih Keuneukai, Oase Tenang Dibalik Keramaian Wisatawan Sabang

Jumat, 24 April 2026 - 23:16 WIB

Pantai Anoi Hitam Pesona Jejak Sejarah

Jumat, 24 April 2026 - 23:12 WIB

Dispar Optimis Sektor Wisata Dongkrak PAD 2026

Jumat, 24 April 2026 - 23:10 WIB

Budaya dan Pesona Alam Menjadi Magnet Sabang

Berita Terbaru

Pantai Anoi Itam Sabang di Kecamatan Sukajaya

SABANG

Pantai Anoi Hitam Pesona Jejak Sejarah

Jumat, 24 Apr 2026 - 23:16 WIB