BANDA ACEH-Guna menyahuti aspirasi yang diharapkan rakyat, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Aceh, terus melakukan berbagai upaya guna memperkuat konsolidasi seluruh kader partai berlambang Ka’bah ini di bumi serambi Mekkah, terutama dalam menghadapi ragam dinamika menuju pemilu 2029 mendatang.
Informasi yang diperoleh media ini, DPW PPP Aceh kini melakukan penguatan untuk membenahi struktur, juga terus memperkuat konsolidasi kepengurusan daerah, membina kader serta mempersiapkan penjaringan calon anggota legislatif di seluruh kabupaten dan kota.
Berbagai langkah-langkah ini, dibahas dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang digelar di Kota Banda Aceh. Forum itu, merupakan momentum bagi DPW Aceh periode 2026-2031, guna menyusun seluruh agenda kerja sekaligus koordinasi tingkat kabupaten/kota di Aceh.
Ketua DPW PPP Aceh, Dr H Amiruddin Idris SE M.Si saat ditemui awak media, Sabtu (19/9) menjelaskan, koordinasi organisasi ini menjadi bagian penting, untuk membangun dan menata kesiapan partai guna berjuang bersama rakyat, menghadapi agenda politik mendatang.
Menurutnya, kerja-kerja politik bukan hanya dilakukan saat dimulainya tahapan pemilu, namun harus diawali sejak awal dengan memperkuat struktur partai dan kader yang perlu dipersiapkan secara matang, sehingga mampu melaksanakan kerja-kerja organisasi berkelanjutan.
“Insya Allah kami terus melakukan berbagai upaya, untuk berjuang bersama rakyat guna menghadapi agenda politik, termasuk fokus memetakan strategi jitu demi memastikan kesiapan menghadapi pemilu 2029,” jelas Amiruddin.
Pihaknya kini terus mendorong penguatan kapasitas kader, melalui pembekalan dan pelatihan politik, guna meningkatkan kemampuan kader dalam menjalankan fungsi organisasi, serta untuk membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.
Disebutkannya, di tingkat daerah konsolidasi juga dilakukan agar memastikan pengurus PPP bekerja secara efektif di masing-masing wilayah. Selain penguatan struktur, PPP Aceh mulai menyiapkan penjaringan bakal calon anggota legislatif secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi hingga pusat.
Persiapan dilakukan lebih awal dengan tetap menyesuaikan ketentuan dan regulasi yang berlaku untuk Pemilu 2029. Selain agenda internal partai, Amiruddin juga menyampaikan komitmen PPP Aceh mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, kerja organisasi politik perlu tetap memiliki keterkaitan dengan kepentingan masyarakat dan agenda pembangunan Aceh.
Mengingat, konsolidasi partai tidak hanya diarahkan untuk menghadapi kontestasi elektoral, tetapi juga memperkuat keberadaan organisasi di tengah masyarakat. Kepengurusan baru PPP Aceh periode 2026–2031 membawa semangat yang dirangkum melalui tagline “Hana So Keunek Publa”.
Amiruddin menjelaskan tagline tersebut menggambarkan semangat untuk terus bergerak setelah organisasi memulai langkahnya,“Artinya, kalau kami sudah memulai, tidak ada yang bisa menghalangi langkah kami,” tegasnya.
Rangkaian konsolidasi kemudian dilanjutkan dengan agenda pelantikan pengurus DPW PPP Aceh periode 2026–2031 bersama pengurus DPC PPP dari seluruh Aceh. Bagi Amiruddin, penguatan struktur, kaderisasi, dan kerja organisasi menjadi fondasi penting untuk membawa PPP Aceh memasuki periode baru. Konsolidasi yang dilakukan sejak awal kepengurusan tersebut menjadi bagian dari proses penataan organisasi menuju agenda politik 2029 sekaligus memperkuat kerja PPP di seluruh wilayah Aceh. (Bahrul)






