BIREUEN|METRO ACEH – Guna memperingati Hari Damai Aceh yang sudah memasuki 21 tahun. Pemkab Bireuen melalui Dinas Syariat Islam (DSI) menggelar zikir dan tausiah serta doa bersama berlangsung di Masjid Agung Sultan Jeumpa, Kamis (13/8) pagi.
Sebagaimana diketahui hari damai Aceh merupakan hari bersejarah bagi masyarakat di Provinsi Aceh yaitu berakhirnya konflik berkepanjangan menuju perdamaian dengan dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding atau MoU) antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Helsinki, Finlandia, 15 Agustus 2005.
Keterangan diperoleh Metro Aceh dalam kegiatan itu untuk zikir dipimpin Imum Syiek Masjid Agung Sultan Jeumpa Bireuen, Tgk Saifuddin Muhammad bersama Tgk Razali, Tgk Ismail, Tgk Zulfikar, dan Tgk Isfani.
Ketua Panitia juga Kepala Dinas Syariat Islam Bireuen, Munawar, SKM.,MKes dalam laporannya antara lain menyampaikan bahwa ini digelar berdasarkan keputusan Bupati Bireuen sebagai bagian dari agenda peringatan hari-hari besar dan momentum keagamaan sekaligus refleksi terhadap perjalanan perdamaian Aceh.
Sementara itu, Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis, ST diwakili Asisten I Setdakab, Mulyadi, SH.,MM dalam sambutan mengatakan,
peringatan 21 tahun MoU Helsinki harus menjadi momentum untuk bersyukur sekaligus mengingat kembali sejarah kelam Aceh.
Masyarakat Aceh harus memahami bahwa perdamaian yang dinikmati hari ini tidak lahir secara tiba-tiba. Ia mengajak masyarakat tidak melupakan besarnya pengorbanan yang telah terjadi selama konflik.
“Perdamaian harus dijaga bukan hanya oleh pemerintah, tetapi oleh seluruh masyarakat Aceh,” pesannya. (Rahmat Hidayat)






