BIREUEN | METRO ACEH – Guna membantu warga yang sangat butuh dana untuk pendamping berobat tahun 2026. Baitul Mal Kabupaten (BMK) Bireuen telah mengalokasikan anggaran Rp 100.000.000 juta untuk 50 orang penerima, dan dana sebesar Rp 2 juta tinggal menunggu cair ke rekening masing-masing.
Hal itu disampaikan Ketua BMK Bireuen Tgk Muhammad Hafiq, S.Sy melalui Kepala Sekretariat BMK Bireuen, Zubir Putra, S.E., M.M ditanyai Metro Aceh terkait dengan program BMK melalui dana Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) tahun 2026, Kamis (4/6) menjelaskan.
“Dana ZIS tahap I dalam waktu dekat segera cair ke rekening masing-masing penerima yaitu dana pendamping berobat bagi 50 orang penerima, satu orang memperoleh bantuan Rp 2 juta,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Disampaikan juga tim dari BMK Bireuen, Minggu depan mulai turun kelapangan melakukan validasi terhadap 100 unit rumah bantuan akan dibangun tahun 2026 bagi warga kurang mampu dan korban kebakaran, sebelum ditetapkan dalam Surat Keputusan (SK) Baitul Mal.
“Anggaran untuk 100 rumah itu yang 60 unit sumber anggaran murni dan 40 rumah dari dan silva,” sebut Zubir seraya mengatakan dana ZIS sudah masuk ke BMK Bireuen sampai tanggal 31 Mei 2026 total dana infak Rp 2.398.818.515 dan dana Zakat Rp 450.063.330.
Disampaikan juga bahwa jumlah penerima infak dari Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Rp 13.452.850.000, target penerimaan infak tahun 2026 Rp 5.700.000.000, silpa tahun 2025 Rp 7.752.850.000.
Untuk penyaluran infak telah diprogram Baitul Mal tahun 2026 ini yaitu penyaluran infak untuk 1000 orang dengan total anggaran Rp13.424.350.000
antara lain untuk bantuan modal usaha sebagai hak milik bagi pedagang kios 500 orang Rp 3 juta/orang.
Juga bantuan modal usaha sebagai hak milik kepada usaha rumah tangga 250 orang Rp 2.5 juta/orang. Bantuan modal usaha sebagai hak milik kepada pedagang kaki lima 130 orang Rp 2 juta/orang. bantuan modal usaha sebagai hak milik kepada pedagang keliling 120 orang Rp 2 juta/orang.
Program kemaslahatan ummat yaitu bantuan untuk korban bencana alam dan rumah terbakar untuk 6 korban Rp 5 juta/orang. Beasiswa santri berprestasi 300 orang Rp 1 juta per-orang. Pembangunan rumah fakir miskin/duafa 100 unit dengan anggaran Rp 90 juta/unit dan total Rp 9 miliar.
Sedangkan penerima zakat dari UPZ Rp 2.000.000.000, target penerimaan zakat tahun 2026 Rp 2.000.000.000, penyaluran zakat bagi 1.330 mustahik total Rp 1.703.500.000 yaitu senif fakir yaitu hak fakir (fakir uzur) 300 orang Rp1.5 juta/orang Rp 450 juta. Senif fakir miskin 746 orang total Rp 926 juta yaitu.
Hak miskin 200 orang Rp1 juta/orang total Rp 200 juta, bantuan kepada penderita thalasemia, kanker, penyakit kronis 50 orang Rp 2 juta total Rp 100 juta. Hal miskin siswa sekolah dasar 250 orang Rp600 ribu/orang total Rp 150 juta.
Hak miskin siswa SMP 170 orang Rp 750 ribu/orang total Rp 127.500.000. Hak miskin pengembalian kepada UPZ Kemenag 1 kegiatan Rp 236 juta. Hak miskin penyandang disabilitas 75 orang Rp 1.5 juta total Rp 112.500.000.
Kemudian senif muallaf yaitu hak muallaf baru empat orang 2 kali Rp2.5 juta/orang total Rp 20 juta. Senif gharimin yaitu bantuan kepada orang berutang lima orang Rp2.5 juta total Rp 12.5 juta.
Selanjutnya senif fisabilillah yaitu bantuan miskin untuk santri pada dayah dan Lembaga Pendidikan Islam 200 orang Rp1 juta/orang, total Rp 200 juta, bantuan dana untuk guru pada pesantren dan Lembaga Pendidikan Islam 75 orang, Rp 1 juta, total Rp 75 juta.
Juga kontribusi BMK Bireuen untuk biaya pendidikan tinggi 2 orang, Rp5 juta/orang, total Rp 10 juta dan untuk musafir 1 orang Rp 10 juta, terang Zubir. (Rahmat Hidayat).






