BIREUEN|METRO ACEH – Guna mendukung petani untuk dapat kembali menanam padi musim tanam gadu (MT Gadu) tahun 2026. Kementerian Pertanian (Kementan) RI membangun 82 Irigasi Pompanisasi (Irpom) di 82 lokasi, dikerjakan oleh kelompok tani di Kabupaten Bireuen.
Informasi itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Bireuen, Mulyadi, SE.,MM kepada Metro Aceh terkait pelaksanaan penanaman padi musim tanam gadu tahun 2026.
Dia mengatakan proses tanam tanam pagi dimulai garap lahan sawah mulai pasca hari raya Idul Adha ini. Guna mendukung proses penanam padi terutama untuk memenuhi kebutuhan air sawah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Diharapkan untuk penanganan kerusakan bendung irigasi Pante Lhong Peusangan (Irigasi PP) di Gampong Beunyoet, Kecamatan Juli ekses banjir bandang bisa cepat selesai dan suplai air bisa dialiri ke 6.562 hektare sawah di Kecamatan Juli, Jeumpa, Kota Juang, Kuala, Peusangan, Jangka sebagian Kutablang.
Selain itu, Kadistanbun juga berharap kerusakan disejumlah bendung irigasi dibeberapa kecamatan juga dapat ditangani sehingga kebutuhan air sawah dapat terpenuhi dan proses tanam padi dapat berjalan lancar lagi.
Dalam hal ini, sebagai upaya untuk mendukung ketersediaan air sawah petani, Kementerian Pertanian tahun 2026 ini sedang membangun 82 Irpom sumber air bawah tanah yang tersebar di sejumlah kecamatan dalam Kabupaten Bireuen.
“Satu unit Irpom itu diharapkan dapat mengairi kebutuhan air 30 hektare sawah. Dikarenakan saat proses awal tanam sawah sangat butuh banyak suplai air, kami berharap suplai air irigasi Pante Lhong bisa kembali aliri sawah masyarakat,” harapnya.
Sedangkan untuk sawah yang telah rusak tertimbun sendimen lumpur banjir terus diupayakan untuk dapat diperbaiki tentunya hal ini butuh peran serta dari kelompok tani bersama petani dalam penanganan.
Kata Kadistanbun, Irpom bantuan pemerintah tersebut dikerjakan oleh kelompok tani yang di awasi tim Kementerian dan Distanbun Bireuen sampai pelaporan ke Kementerian Pertanian nantinya.
Dari total 82 Irpom itu, 32 unit tersebar 10 lokasi di Gandapura, Makmur 10 lokasi, Kutablang 12 lokasi dan lainnya di sejumlah kecamatan dengan jumlah yang bervariasi, rincinya.
Disampaikan juga bahwa dilema saat ini seiring naiknya harga beli gabah bahkan di atas Harge Eceran Tertinggi (HET) Rp 6.500. Petani sangat antusias menanam padi tetapi suplai air dari irigasi tidak ada karena bendung irigasi Pante Lhong rusak ekses banjir dalam proses perbaikan, kami harap cepat selesai, pungkas Mulyadi. (Rahmat Hidayat).






