SABANG|METRO ACEH-Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia, menegaskan bahwa kekuatan visual destinasi wisata di Sabang merupakan aset ekonomi yang harus dikelola secara profesional. Menurutnya, banyak sudut di kota ini yang memiliki nilai jual tinggi jika dipromosikan dengan tepat.
“Sabang punya banyak spot menarik yang layak diangkat. Ini bukan sekadar soal keindahan, tetapi bagaimana potensi tersebut bisa memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya, Senin (19/1/2026).
Di era digital saat ini, promosi pariwisata dinilai tidak lagi cukup mengandalkan cara-cara konvensional. Ketua DPRK Sabang, Magdalaina, mendorong adanya kolaborasi lintas sektor, terutama dengan melibatkan generasi muda yang kreatif dalam menghasilkan konten visua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, peran anak muda sangat penting dalam memperkuat citra Sabang di kancah yang lebih luas. “Jika potensi alam dan budaya dikemas melalui foto serta konten kreatif, maka posisi Sabang sebagai destinasi unggulan akan semakin kuat, baik di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Selain mengandalkan keindahan alam, berbagai event tahunan seperti Sabang Marine Festival dan Sabang Fair juga menjadi panggung visual yang efektif dalam menarik perhatian wisatawan. Atraksi budaya, pertunjukan musik, hingga tarian tradisional menjadi daya tarik tersendiri yang memperkaya pengalaman berwisata.
Tak hanya itu, Sabang juga memiliki keunikan budaya yang jarang ditemui di daerah lain, yakni tradisi “Eh Leuho” atau kebiasaan beristirahat di siang hari. Dalam rentang waktu tertentu, aktivitas ekonomi di pusat kota cenderung berhenti, menciptakan suasana yang tenang dan berbeda dari kota-kota lain.
Harry Susethia menyebut, fenomena tersebut justru menjadi bagian dari identitas sosial yang memperkaya karakter Sabang. “Keheningan di siang hari ini memberikan pengalaman unik bagi wisatawan. Ini bagian dari kekhasan yang tidak dimiliki banyak daerah,” jelasnya.
Meski promosi visual menjadi fokus utama, pemerintah daerah tetap menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pengembangan pariwisata dan pelestarian lingkungan serta budaya lokal.
“Kami ingin Sabang tidak hanya indah di foto, tetapi juga memberikan pengalaman nyata yang berkesan bagi setiap pengunjung,” tutupnya.
Dengan sinergi antara promosi digital, kekayaan budaya, dan keindahan alam, Sabang diharapkan terus berkembang sebagai destinasi wisata unggulan yang mampu menarik perhatian dunia. (red)






